My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#95


__ADS_3

"Kak Nathan. Kakak. Ayo bangun. Sudah hampir pukul tujuh. Nanti kakak terlambat kekantor" ucap Clara sambil membangunkan Nathan sangat lembut dengan mengguncangkan tubuh Nathan pelan. Nathan masih tak bergeming dengan hal yang dilakukan Clara untuk membangunkannya.


"Kakak. Ayo bangun" ucap Clara lagi dengan suara sedikit lebih besar dari yang barusan. Sontak hal itu membuat Nathan menggeliat tanda tidurnya terganggu karena suara panggilan Clara. Nathan pun membuka matanya perlahan sambil mencoba untuk terbangun sepenuhnya. Ketika hendak melihat kesamping. Nathan dibuat terkejut dengan kehadiran Clara yang berada dikamarnya pagi hari. Nathan benar-benar terkejut sambil terduduk dan terbangun sepenuhnya dari tidurnya, dan hal itu juga membuat Clara bingung dengan reaksi Nathan.


"Sayang. Kenapa kau ada disini ?" tanya Nathan tiba-tiba karena masih terkejut dengan adanya Clara dikamarnya. Jantung Nathan seakan-akan berhenti karena hal ini.


"Membangunkan kakak tentunya. Aku sudah disini sedari tadi. Tapi kakak tak kunjung bangun juga. Sekarang sudah pukul tujuh. Clara sudah masakin sarapan pagi untuk kak Nathan. Ayo bangun dari ranjang kakak. Mandi dan bersiap-siap kekantor, tapi sebelum itu sarapan dulu" ucap Clara menjelaskan pada Nathan kenapa dia berada didalam kamar Nathan.


"Ah... begitu. Aku sangat senang melihat wajah kesayanganku ketika aku bangun dari tidurku" ucap Nathan sambil menggoda Clara dengan senyum manisnya yang membuat Clara tersipu malu.

__ADS_1


"Kakak jangan menggodaku. Ayo mandi sana. Clara akan tunggu kakak di ruang makan" ucap Clara langsung bergegas keluar kamar Nathan karena tak sanggup dengan rayuan Nathan. Takutnya itu tidak akan baik untuk kesehatan jamtung Clara jika berlama-lama dikamar Nathan. Melihat tingkah Clara, Nathan jadi tertawa dan terlihat sangat senang sekali. Dia tak menyangka bahwa dengan kehadiran Clara dirumahnya akan membawa warna dan kebahagiaan dalam hidup Nathan. Nathan tidak sabar untuk mempersunting Clara menjadi istrinya, dengan begitu pagi harinya akan selalu cerah dan penuh warna.


Tak membutuhkan waktu lama, Nathan pun selesai bersiap-siap dan turun ke lantai bawah tepatnya keruang makan, Nathan melihat Clara yang tengah asik bermain ponsel sambil menunggu kedatangan Nathan. Melihat Clara yang tengah menunggunya, membuat Nathan berfikir apakah seperti ini rasanya jika dia menikah dengan Clara nanti. Clara akan menyiapkan sarapan dan menunggu kehadiran Nathan untuk sarapan pagi bersamanya.


"Sayang. Maaf aku lama dan membuatmu menunggu" ucap Nathan menghampiri Clara yang tengah duduk di meja makan. Nathan mencium pipi Clara lembut sembari duduk di sebelah Clara. Clara tersenyum dengan tingkah Nathan yang sangat manis itu.


"Gapapa kok kak. Clara senang kok nungguin kak Nathan. Persiapan belajar untuk kedepannya nanti. Kalau kita menikah heheheheh" jawab Clara sambil terkekeh kegirangan. Nathan yang mendengar hal itu sangat senang mendengarnya.


"Sini Clara ambilkan nasinya untuk kakak" ucap Clara lagi mengambilkan nasi untuk Nathan.

__ADS_1


"Terimakasih sayang. Kau sudah seperti istriku saja" goda Nathan dengan senyuman mematikannya, yang membuat Clara sekali lagi tersipu malu karena rayuan Nathan.


"Bagaimana rasanya kak ? kakak harus jujur memberitahu Clara" tanya Clara ingin tau tanggapan Nathan terkait masakan yang ia buat.


"Tentu saja sangat enak" jawab Nathan dengan lembutnya.


"Kakak tidak berbohong kan ?" tanya Clara memastikan hal itu.


"Tentu saja tidak sayang. Aku benar-benar serius mengatakannya, bahwa masakanmu sangat enak" jawab Nathan dengan jujur.

__ADS_1


#Bersambung


__ADS_2