My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#124


__ADS_3

"Hallo paman. Kabarku baik. Bagaimana kabar paman dan bibi ? Maaf baru bisa menghubungi paman hari ini. Tidak terjadi apapun padaku paman" jelas Nathan pada ayah Rafael terkait pertanyaan yang di lontarkan ayah Rafael padanya.


"Aku sekeluarga baik-baik saja. Ada apa ingin berbicara denganku Nathan ?" tanya ayah Rafael ke inti pembicaraan karena ia penasaran dengan hal yang akan dibicarakan Nathan padanya.


"Begini paman, waktu itu aku pernah memberitahu paman dan bibi bahwa aku memiliki kekasih. Rencana aku dan kekasihku ingin menikah secepatnya. Tapi seperti yang pama ketahui, aku tak memiliki orang tua disisiku begitu pun dengan calon istriku. Kami sama-sama anak yatim piatu yang tidak memiliki sanak family. Jadi aku dan calon istriku ingin mengunjungi paman dan bibi untuk membicarakan tentang hal ini. Karena bagaimanapun paman dan bibi juga telah menjaga aku dan menjadi orang tuaku juga. Kami berencana akan datang besok. Apakah paman dan bibi bisa meluangkan waktu sebentar untuk bertemu denganku dan calon istriku ?" jelas Nathan pada ayah Rafael.


Ayah Rafael yang mendengar hal itu langsung kaget karena Nathan membicarakan persoalan tentang pernikahan padanya. Dilain sisi, beliau juga merasa sangat senang sekali mendengarnya.

__ADS_1


"Tentu saja aku akan meluangkan waktuku untuk bertemu calon mantuku, bawalah dia kesini besok. Aku akan menyambutnya dengan sangat baik disini" jawab ayah Rafael dengan nada semangatnya. Lalu tiba-tiba terdengar suara perempuan paruh baya.


"Sayang, dengan siapa kau berbicara ?" tanya perempuan paruh baya itu yang tak lain adalah ibunya Rafael. Ayah Rafael pun menjelaskan pembicaraannya dengan Nathan barusan dan panggilan telfon itu beralih ke tangannya ibu Rafael saat ini.


"Nathan sayang, benarkah yang aku dengar barusan itu. Putraku akan menikah" tanya ibu Rafael pada Nathan dengan sangat bahagia sekali. Bisa dikatakan bahwa ia sangat semangat sekali mendengarnya.


"Benar bibi, bibi akan mendampingiku kan ?" tanya Nathan menggoda ibu Rafael dengan nada bahagianya.

__ADS_1


"Sayang" panggil Nathan pada Clara yang tengah menonton televisi di ruang keluarga seorang diri. Clara yang mendengar suara Nathan langsung menoleh ke sumber suara.


"Ada apa kak ?" tanya Clara pada Nathan yang memanggil dirinya barusan.


"Aku sudah berbicara dengan orang tua Rafael. Mereka ingin secepat mungkin bisa bertemu denganmu sayang" jelas Nathan memberitahukan hasil dari pembicaraannya dengan orang tua Rafael.


"Benarkah itu kak ?" tanya Clara dengan raut wajah yang terlihat sangat senang sekali karena mendengar hal baik yang dikatakan Nathan barusan terkait pembicaraannya dengan orang tua Rafael.

__ADS_1


"Iya sayang, jadi kita akan pergi kesana sekitar jam sembilan pagian" ucap Nathan memberitahu Clara jam keberangkatan ke rumah Rafael nanti. Clara mengangguk menandakan mengerti dengan hal yang dikatakan oleh Nathan. Clara benar-benar sangat senang bahwa keluarga Rafael menyambut baik kehadiran Clara karena bagaimanapun orang tua Rafael sudah seperti orang tua Nathan sendiri.


#Bersambung


__ADS_2