My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#149


__ADS_3

"Apa sudah ada gaun yang kau sukai sayang ?" tanya ibu Rafael pada Clara sambil melihat-lihat katalog yang ada di atas meja.


"Clara kesulitan memilihnya mom. ia bilang semuanya terlihat bagus dan cantik dan ingin mencoba semuanya" ledek Luna memberitahu keinginan Clara pada ibunya Rafael sambil tertawa pelan mengatakannya.


"Benarkah itu ? Astaga. Sini biar momy pilihkan dan setelah itu baru kita dengar pendapat Clara mau yang seperti apa" ucap ibu Rafael mencari jalan tengahnya agar tak terlalu kesulitan dalam memilih gaun pengantin yang diinginkan.


"Clara ikut saran momy saja. Soalnya Clara ingin gaunnya dipilihkan momy" jawab Clara dengan tersenyum manis dan sontak hal tersebut langsung membuat ibu Rafael memeluk Clara dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


Membutuhkan waktu cukup lama dalam memilih gaun pernikahan yang cocok untuk Clara. Karena kebanyakan desain yang paling banyak diminati dan dicari adalah gaun pernikahan yang sedikit terbuka atau terlalu memperlihatkan lekuk tubuh. Sedangkan Clara tidak suka jika bagian tubuhnya terekspos atau terlihat. Jadi Clara lebih memilih gaun yang sedikit tertutup tapi sangat elegan dan anggun yang memperlihatkan keanggunan dan kecantikan sang pengantin wanita, dan untuk jas yang akan dipakai Nathan, Clara memilih yang senada dengan gaunnya agar tampak serasi dan tentunya tak lupa memperlihatkan kewibawaan Nathan dan kegagahan serta ketampanan Nathan yang tak ternilai.


Setelah dari butik mereka mampir ke sebuah restoran yang tak terlalu jauh dari sana. Sesampainya disana mereka bertiga memesan makanan yang ingin mereka makan karena mereka selesai memilih gaun pernikahan ketika jadwal makan siang sudah lewat. Setelah makan siang bersama, ibu Rafael pamit pada Clara dan juga Luna karena ada kegiatan yang harus ia hadiri. Jadi ia tak bisa menghabiskan waktu lebih lama dengan mereka berdua.


Setelah perginya ibu Rafael, tinggallah Luna dan juga Clara yang saat ini tengah berada di parkiran mobil yang ada di restoran tempat mereka makan tadi. Mereka berdua bingung ingin melakukan apa sekarang.


"Bagaimana kalau kita nongkrong di kafe dulu aja Ra. Soalnya lagi males pulang cepat ke rumah nih. Gak ada kerjaan juga di rumah. Gimana ?" ucap Luna mengajak Clara nongkrong di kafe dulu baru setelah itu pulang.

__ADS_1


"Boleh juga. Mau ke kafe yang dimana ?" tanya Clara pada Luna karena cafe yang sangat bagus sangat banyak disekitar sini. Jadi mereka ingin nongkrong di kafe yang didekat mana.


"Biar aku aja yang tentuin. Kau tinggal duduk tenang aja Ra. Ayo kita pergi" jawab Luna menyalakan mobilnya dan langsung menuju ke tempat yang akan mereka singgahi. Sedang Clara hanya duduk mengikut kemana saja Luna akan membawanya. Karena Luna sangat ingin berada diluar saat ini, alih-alih pulang ke rumah.


Tak membutuhkan waktu lama, mereka berdua pun sampai di kafe yang mereka tuju. Luna dan juga Clara langsung bergegas keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam kafe. Sesampainya didalam kafe, Luna dan Clara mengedarkan pandangannya keseliling kafe untuk mencari tempat yang kosong untuk ditempati. Ketika ingin melihat ke arah kanan dekat jendela, Clara terkejut dengan sosok yang ia lihat tengah duduk disana.


#Bersambung

__ADS_1


__ADS_2