
"Aku membelikannya untuk kalian. Makanlah" ucap Naufan meletakkan semua cake itu kehadapan Clara dan juga Luna. Karena Naufan melihat di meja mereka hanya tinggal minuma saja yang ada tadi. Sebab itulah Naufan membelikan mereka cake agar obrolan mereka bisa semakin menyenangkan karena ada camilan.
"Eh, kenapa kakak jadi repot-repot segala. Terimakasih untuk cakenya kak" ucap Luna yang merasa tak enak pada Naufan karena repot-repot membelikan mereka cake seperti ini. Begitu juga dengan Clara.
"Gak repot kok. Ayo makan" ucap Naufan sedikit tersenyum pada Clara dan juga Luna. Clara dan Luna yang melihat hal itu langsung mengambil salah satu cake yang dibelikan Naufan dan mencobanya dengan lahap. Melihat mereka berdua memakan cakenya dengan lahap membuat Naufan menjadi sangat senang karenanya.
"Oh iya kak Naufan. Tadi yang barusan itu siapa kak ? Apa pacar kakak ?" tanya Luna dengan santainya dan hal itu membuat Clara terkejut bukan main, bisa-bisanya Luna menanyakan perihal itu pada Naufan. Padahal sedari tadi mereka berdua sudah sepakat untuk tidak menanyakan perempuan yang bersama Naufan tadi.
__ADS_1
"Bukan. Hanya seseorang yang dikenalkan saja" jawab Naufan dengan santainya sambil menyeruput minumannya.
"Jadi kakak baru kenal dengan perempuan itu ?" tanya Luna yang jiwa penasarannya semakin menjadi-jadi ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi dan ditambah Luna sangat penasaran dengan perempuan itu juga.
"Iya. Baru dikenalkan ibuku" jawab Naufan lagi dengan santai. Luna dan Clara akhirnya jadi mengerti maksud yang dikatakan Naufan sekarang. Bahkan Clara tak percaya mendengarnya.
"Ya semacam itulah. Katanya aku sudah semakin tua tapi masih tidak memiliki kekasih sampai sekarang. Tapi, sebenarnya bukan itu alasannya, ia hanya ingin memamerkan pada teman-temannya bahwa ia punya menantu" jawab Naufan yang tau kenapa ibunya bersikeras ingin menjodohkannya dengan seseorang.
__ADS_1
"Hahahahah sepertinya kakak bernasib sama seperti kakakku. Ibu juga sering membicarakan anak temannya yang sudah menikah dan memiliki cucu. Jadinya ibu juga mendesak agar kakakku cepat-cepat untuk menikah. Padahal kakak sendiri tak punya kekasih" ucap Luna yang menceritakan nasib kakaknya sama seperti Naufan.
"Ku dengar kebanyakan orang seusia diriku jika tidak memiliki pasangan maka orang tuanya akan terus-terusan mendesak mereka. Bahkan dibanding-bandingkan dengan orang lain yang sudah menikah apalagi jika orang itu sudah memiliki anak" ucap Naufan yang paham kenapa ibunya terus-terusan mendesak ia untuk segera memiliki pasangan.
"Itu karena orang tua kakak khawatir dengan kehidupan kakak. jika seandainya orang tua kakak sudah tidak ada lagi, mereka pasti khawatir siapa yang akan menemani dan menjaga anaknya, dengan berpasanganlah orang tua kakak pasti akan lega karena ada yang menemani anaknya disaat susah maupun senang" ucap Clara mengutarakan pendapatnya tentang permasalahan yang tengah dihadapi oleh Naufan saat sekarang ini.
"Yang kau katakan memang benar Clara. Tapi mencari pasangan dan pendamping hidup itu bukanlah hal yang mudah, dan kita tak bisa hanya mengenal orang itu sebentar lalu tiba-tiba memutuskan untuk menikah. Karena kita harus menyatukan sifat kita dan hal yang dirasa perlu, dan disitulah masalahnya, aku kesulitan untuk tertarik dengan lawan jenis. Karena ketika aku berhadapan dengan mereka, aku seperti tau bagaimana mereka yang sesungguhnya, dan kebanyakan perempuan yang aku temui, semuanya sangat suka bermuka dua. Aku lebih suka dengan perempuan yang memperlihatkan memang seperti itulah dia" jelas Naufan
__ADS_1
#Bersambung