My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#128


__ADS_3

"Kakak. Biar Clara saja yang katakan" pinta Clara pada Nathan agar Clara saja yang berbicara atau mengatakan permintaan itu pada ayah Rafael karena ini juga untuk Clara. Mendengar hal itu ayah Rafael merasa bingung karena tadinya Nathan yang akan membuat permintaan tapi sekarang malah beralih pada Clara yang akan mengatakannya.


"Begini paman, di pernikahan nanti untuk pihak perempuannya kan perlu wali. Clara tidak punya keluarga untuk melakukannya. Jadi Clara ingin minta tolong pada paman untuk mau menjadi pendampingnya Clara menggantikan sosok ayah yang seharusnya berada disana. Clara berharap paman bersedia untuk mau melakukannya" ucap Clara yang membuat ayah dan ibu Rafael terkejut, sedangkan Rafael sendiri sudah tau tentang hal itu karena Nathan pernah mengatakan persoalan itu padanya. Ayah Rafael terdiam sejenak karena mendengar perkataan Clara itu, karena ia tak menyangka bahwa Clara akan meminta hal itu padanya, itu adalah keberuntungan baginya jika benar-benar bisa melakukannya. Menikahkan seorang anak gadis adalah impian setiap ayah dan hal itu adalah sebuah kehormatan bagi ayah Rafael yang hanya memiliki putra tunggal.


"Kau yakin tentang itu nak. Ini adalah suatu hal yang sangat penting. Kau tak bisa tergesa-gesa menentukannya. Apa kau yakin ingin aku menjadi pendamping pernikahanmu Clara ?" tanya ayah Rafael memastikan apakah itu benar atau tidak hal yang didengarnya barusan. Karena ia takut nantinya Clara menyesal dengan pilihannya. Sebab itu ayah Rafael ingin Clara memikirkannya lagi.

__ADS_1


"Paman. Clara sudah membicarakannya cukup lama dengan kak Nathan, dan sudah memutuskannya. Clara berharap bahwa paman mau menjadi ayahnya Clara ketika pernikahan nanti. Tidak hanya ketika pernikahan saja, jika paman mau Clara paman tetap jadi ayah Clara juga setelahnya. Tentunya bibi nantinya juga akan jadi ibunya Clara" jelas Clara penuh harap bahwa ayah Rafael bersedia untuk menjadi pendamping Clara ketika pernikahannya nanti.


"Kau sudah yakin dengan keputusanmu itu ? Apakah tidak masalah untuk menjadi putriku ? Aku tidak pernah mengasuh anak perempuan sebelumnya, jadi mungkin aku tak sesuai ekspektasimu Clara" tanya ayah Rafael lagi pada Clara memastikan kesungguhan Clara.


"Clara sudan yakin paman. Clara mohon paman bersedia untuk melakukannya" ucap Clara dengan tatapan penuh harapnya.

__ADS_1


"Terimakasih bibi. Sudah bersedia jadi ibunya Clara" ucap Clara meneteskan air matanya karena terharu dengan hal yang dilakukan ibu Rafael padanya. Clara sangat bahagia sekali karenanya.


"Jika sudah seperti itu, aku tak keberatan sama sekali. Asalkan kau memanggilku ayah mulai sekarang" ucap ayah Rafael sambil memalingkan wajahnya kesamping ketika berbicara tanda malu dan juga terharu karena ia sangat mendambakan memiliki anak perempuan dan sekarang ia mendapatkannya yaitu Clara. Mendengar hal itu, semua orang jadi tampak terkejut di tambah lagi dengan tingkah ayah Rafael yang tersipu malu itu membuat Rafael jadi ingin meledek ayahnya itu karena tingkahnya yang tak sesuai umur itu.


"Dady, bisakah dady bersikap biasa saja, haruskah memalingkan wajah segala padahal dalam hati rasanya sangat senang sekali karena bisa memiliki anak perempuan yang cantik seperti Clara" ejek Rafael pada ayahnya itu.

__ADS_1


#Bersambung


__ADS_2