My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#29


__ADS_3

Nathan tengah bersiap-siap untuk menjemput Clara sekaligus ke kantornya. Lalu tiba-tiba ponsel Nathan berdering menandakan ada seseorang yang menelfon Nathan pun melihat layar ponselnya dan tertera nama Rafael disana. Nathan langsung bergegas mengangkat panggilan tersebut.


"Tumben kau menelfonku ?" ucap Nathan to the point


"Apakah begitu cara kau mengawali obrolan ?" tanya Rafael dengan nada kesalnya


"Hmmmmm" Nathan hanya menjawab dengan deheman


"Ha....." Rafael menghela nafasnya tidak habis fikir dengan kelakuan sahabatnya itu


"Bagaimana kabarmu ?" tanya Rafael, akhirnya menyerah dengan sikap Nathan


"Aku baik. Bagaimana dengan kau ?" tanya Nathan kembali


"Aku baik seperti biasanya. Aku sudah kembali ke Indonesia. Ayo bertemu ?" ucap Rafael memberitahu Nathan bahwa dia sudah pulang ke Indonesia.


"Ya aku tau" jawab Nathan singkat


"Kau tau tapi tak menghubungiku ?" tanya Rafael kesal


"Kenapa aku harus menghubungimu. Bukannya kau yang harus menghubungiku" jawab Nathan dengan ketus


Nathan saat ini sedang menuju mobilnya sambil berbicara lewat telfon dengan Rafael. Karena ia ingin bergegas bertemu dan menjemput Clara. Nathan takut Clara akan menunggu lama dirinya nanti.


"Aku sengaja tak menghubungimu. Karena ingin memberi kejutan untukmu" ucap Rafael membela dirinya


"Terserah kau" jawab Nathan singkat


"Kau belum menjawab pertanyaanku" ucap Rafael

__ADS_1


"Apa ?" tanya Nathan


"Ayo bertemu" ajak Rafael


"Datang saja ke kantorku" jawab Nathan


"Ok Ok" jawab Nathan menyetujui


Panggilan telfon itu berakhir dengan kekesalan diantara mereka berdua. Begitulah cara mereka mengakrapkan diri. Tidak berbicara dengan nada yang dingin malah kesannya seperti tak peduli satu sama lain.


"Ada apa dengan anak itu. Selalu saja menjawab panggilanku dengan dingin" kesal Rafael karena sikap Nathan


"Padahal dia sering seperti itu padaku. Dan aku pun juga sudah terbiasa. Tapi kenapa aku selalu kesal dibuatnya".


Rafael benar-benar kesal saat ini. Tapi dia harus memakluminya. Karena Nathan memang seperti itu dari dulunya.


Clara sudah siap dan menunggu Nathan didepan gedung apartementnya. Tepatnya disebuah taman yang dibangun khusus untuk penghuni apartement disana. Clara menggunakan celana jins panjang berwarna hitam dengan terusan atas berwarna biru langit dipadukan dengan sepatu putis dan tas putih dengan riasan ringan diwajahnya. Clara tampik cantik walau riasannya natural.


Beberapa menit kemudian Clara melihat mobil Nathan berhenti dan Nathan pun keluar dari mobilnya. Clara langsung bergegas menghampiri Nathan.


"Selamat pagi kakak" ucap Clara dengan senyum mengembang dibibirnya


"Selamat pagi sayang" ucap Nathan sambil memeluk erat Clara


"Maaf aku sedikit terlambat sayang" ucap Nathan sambil mengelus puncak kepala Clara


"Tidak apa kakak. Aku juga tidak menunggu lama kakak" ucap Clara dengan senyum manisnya.


Nathan melepaskan pelukannya, dan bergegas membuka pintu mobil dibagian penumpang dan meminta Clara masuk setelah itu Nathan bergegas ke bagian sisi lainnya.

__ADS_1


"Setelah dari kampus. Apakah kau ada kegiatan lain sayang ?" tanya Nathan pada Clara


"Mungkin aku akan langsung ke panti asuhan untuk bekerja" jawab Clara karena tidak ada kegiatan lain selain bekerja.


"Jangan terlalu memaksakan dirimu untuk bekerja. Jika ada yang kau butuhkan kau bisa menghubungi dan memberitahu diriku sayang" jelas Nathan agar Clara tidak terlalu memaksakan dirinya untuk bekerja. Karena Nathan tau Clara saat ini dalam semester akhir. Banyak hal yang harus dipersiapkan untuk kelulusannya.


"Kakak tidak perlu khawatir. Pihak panti memberi kelonggaran untuk diriku. Karena tau situasiku seperti apa" jelas Clara meyakinkan Nathan agar Nathan tidak terlalu khawatir padanya.


"Benarkah ?" tanya Nathan menyelidik


"Iya kakak. kakak tidak perlu khawatir" ucap Clara sambil menyandarkan kepalanya dilengan Nathan.


"Baiklah. Aku akan menjemputmu nanti" ucap Nathan sambil menggenggam tangan Clara


"Tidak perlu kakak. Aku bisa pulang sendiri. Kak Nathan pasti capek nanti" ucap Clara karena khawatir jika Nathan nantinya kelelahan karnanya.


"Jangan menolakku sayang" ucap Nathan dengan nada serius.


"Tidak merepotkan kakak kan ?" tanya Clara memastikan.


"Tidak sayang" jawab Nathan meyakinkan Clara


"OK. Nanti aku akan menghubungi kak Nathan kapan menjemputku" ucap Clara dengan senyum manis menghiasi sudut bibirnya.


Mereka pun sampai dikampus Clara. Clara berpamitan kepada Nathan. dan tanpa Clara sadari Nathan langsung mengecup kening Clara. Untung saja mereka masih didalam mobil. Hal yang dilakukan Nathan itu membuat jantung Clara berdetak sangat kencang dan pipinya pun memerah karena malu.


"Sampai bertemu nanti malam sayangku" ucap Nathan dengan senyum manis.


"Ok kakak" jawab Clara sambil keluar dari mobil dan melambaikan tangannya. Nathan membalasnya dengan tersenyum. Nathan pun langsung bergegas menuju kantornya. Karena kantornya tak begitu jauh dari kampus Clara.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2