My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#53


__ADS_3

#RAFAEL DAN NATHAN


Rafael saat ini tengah berada di rumahnya. Perasaannya sedang campur aduk saat ini. Satu sisi dia sangat senang karena bisa berduan dengan Luna. Di lain sisi dia sangat kesal dengan teman-teman Luna dan Clara karena memandang rendah Clara karena situasi yang di alami Clara.


Rafael mencoba menghubungi Nathan untuk memberitahukan apa yang telah di alami Clara. Tak membutuhkan waktu lama panggilan Rafael langsung tersambung dengan Nathan.


"Rel. Ada apa ? Tumben lo nelfon gue" tanya Nathan langsung tanpa basa basi.


"Ada hal yang mau gue omongin sama lo Than" ucap Rafael dengan nada seriusnya.


"Ada apaan ?" tanya Nathan penasaran.


"Ini tentang calon istri lo" ucap Rafael.


"Eh.. Ada apa dengan Clara ? gue baru aja telfonan sama dia" tanya Nathan bingung dengan pernyataan Rafael.


"Gue baru tau kalau Clara di jauhi teman-temannya selama ini. Gue kira kehidupan Clara baik-baik aja setelah orang tuanya tiada. Ternyata senyuman yang gue lihat selama ini ada luka yang dia sembunyiin" jelas Rafael.


"Apa ? Dari mana lo tau Rel ?" tanya Nathan tidak percaya dengan hal yang di dengarnya dari Rafael.

__ADS_1


"Dari Luna. Tadi Luna ketemu sama salah satu sahabatnya yang ngejauhin Clara. Luna tampak gak senang gitu dan gue nanya kenapa dia kek gitu. Dan Luna kasih tau gue hal ini" jelas Rafael lagi.


"Eh... sejak kapan lo dekat dengan Luna ?" tanya Nathan terkejut karena Rafael menyebut nama Luna.


"Tadi" jawab Rafael singkat.


"Clara gak ada pernah kasih tau lo Than ?" sambung Rafael.


"Enggak pernah" ucap Nathan yang saat ini tengah kesal karena mendengar sesuatu hal yang buruk menimpa calon istrinya.


"Kayaknya Clara sengaja menyembunyikan hal ini dari orang lain termasuk lo. Clara anak yang baik. Pasti dia gak mau ngerepotin siapapun dengan masalah yang dia punya" jelas Rafael.


"Rel lo tau siapa yang buat kekasih gue sedih ?" tanya Nathan ingin menyelidiki orang-orang yang berani membuat sedih calon istrinya.


"Namanya Morgan dan Sherly" jawab Rafael.


"Ok. Makasih Rel. Lo udah kasih tau gue hal yang penting" ucap Nathan berterimakasih.


"Lo bakalan buat perhitungan sama mereka ?" tanya Rafael pada Nathan.

__ADS_1


"Gue harus mastiin dulu. Udah sampai sejauh mana mereka buat calon istri gue sedih. Baru gue bertindak" jelas Nathan.


"Ok. Kalau lo mau buat perhitungan. Jan lupa ajak-ajakin gue" ucap Rafael dengan seringainya.


"Ok. Tunggu aja tanggal mainnya" ucap Nathan memberitahu.


Mereka berdua pun sepakat untuk membuat perhitungan jika yang di lakukan Morgan dan Sherly kelewat batas. Dan saat ini Nathan benar-benar tidak senang. Dia berada dalam mood yang amat sangat buruk.


"Aku harus mencari tau terlebih dahulu. Baru menanyakan kepastiannya pada Clara. Dia pasti punya kesulitannya sendiri juga" pikir Nathan.


"Aku tak akan membiarkan siapapun menyakitimu sayang. Aku pasti akan membalas mereka yang berani menyakitimu" ucap Nathan dalam hatinya. Bahkan sebuah seringai tengah menghiasi bibir Nathan saat ini.


Nathan pun menghubungi Riyan bawahannya.


"Hallo tuan" ucap Riyan menyapa tuannya Nathan.


"Aku ingin kau mencari tau segala hal tentang seseorang bernama Morgan dan Sherly. Mereka dulu sahabat-sahabatnya Clara. Aku ingin semua hal tentang mereka tanpa terkecuali" ucap Nathan memerintah.


"Baik tuan" ucap Riyan. Dan panggilan telfon itu pun berakhir sampai di sana.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2