My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#66


__ADS_3

"Luna kau berpacaran dengan kak Rafael ?" tanya Clara pada Luna memastikan.


"Iya" jawab Luna malu-malu sambil menundukkan kepalanya karena semua mata tertuju padanya saat ini.


"Kok bisa ? kapan jadiannya ?" tanya Clara lagi karena sangat penasaran.


"Bisa dong Clara. kan kak Rafael yang jadi pasangannya" jawab Rafael dengan senyuman mengembang di bibirnya.


"Kenapa kak Rafael pacarin sahabat Clara gak bilang Clara dulu ?" tanya Clara kesal.


"Luna juga kenapa gak bilang ?" tanya Clara lagi pada Luna.


"Adikku Clara. Kak Rafael baru aja jadiannya beberapa jam yang lalu. Karena itu belum sempat kasih tau Clara" jawab Rafael dengan nada lembutnya pada Clara.


"Benar yang di bilang kak Rafael Ra. Kami baru jadian hari ini. Jadi aku belum sempat kasih tau kamu Ra. Maaf" ucap Luna pada Clara membenarkan apa yang di katakan Rafael barusan pada Clara.

__ADS_1


"Eh jangan sedih dong Lun. Maafin aku juga karna sikap aku yang tadi" ucap Clara sambil memeluk Luna dengan penuh kasih sayang.


"Aduh... mereka berdua sweet banget. Jadi pengen di peluk juga" ucap Lani terharu dengan kedekatan antara Luna dan juga Clara.


"Peluk no sana si Kenzo" ucap Rafael menggubris ucapan Lani.


"Wah.... selamat Rel. Gak nyangka gue lo bakalan punya cewek juga" ucap Naufan pada Rafael memberi selamat.


"Jan lupa traktirannya" ucap Nathan nimbrung.


"Itu pasti dong. Tenang aja" jawab Rafael dengan sombongnya.


Mereka bertujuh tertawa dengan gembiranya dan tak di sangka-sangka dua pasang mata tak sengaja melihat ke arah mereka dengan tatapan terkejut.


"Eh... itu bukannya Luna dan Clara ? Gue gak salah liat kan sekarang" tanya salah satu orang yang tengah melihat ke arah Luna dan Clara.

__ADS_1


"Itu memang mereka. Tapi siapa orang-orang yang bersama dengan mereka berdua ?" ucap salah seorang yang lainnya penasaran dengan orang-orang yang tengah bersama dengan Clara dan Luna.


"Mereka terlihat sangat akrab sekali. Seperti sudah kenal dalam waktu yang cukup lama. Tapi aku tak pernah ingat mereka memiliki kenalan seperti orang-orang itu" ucap salah seorang yang tengah memandangi mereka.


Yang tengah melihat ke arah Clara dan Luna adalah sahabat-sahabat mereka ketika di masa SMA dulu, yang sekarang mereka tak lagi berhubungan. Mereka adalah Sherly dan juga Morgan.


"Ayo sapa mereka. Sudah sangat lama kita tak saling bertemu dengan mereka" ucap Sherly dengan santainya mengatakan hal itu.


"Kau masih bisa menyapa mereka ketika kau selama ini mengabaikan mereka. Terutama Clara" ucap Morgan tidak enak hati untuk menyetujui perkataan Sherly. Karena selama ini mereka berdua berusaha untuk mengabaikan dan menjauhi Clara karena status Clara tak lagi sama dengan mereka. Sebenarnya mereka menjadi seperti ini karena perintah orang tua mereka. Karena itu mereka tak punya pilihan untuk melakukan semua itu. Tapi walau bagaimanapun apa yang telah mereka lakukan sudah sangat menyakiti Clara.


"Kita hanya tak menghubungi mereka. Memangnya ada hal lain yang kita lakukan... tidak ada bukan ?" jawab Sherly dengan tampang tidak bersalah dari raut wajahnya.


"Kau benar-benar tak memiliki hati nurani. Sudah menyakiti tapi tak kau sadari sedikitpun" ucap Morgan dengan tatapan tidak percayanya. Sontak hal itu membuat Sherly geram dengan pernyataan yang di lontarkan oleh Morgan padanya.


#Bersambung

__ADS_1


__ADS_2