My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#112


__ADS_3

"Biar aku dan Rafael saja yang kerjakan" sambung Naufan lagi, karena berdua saja sudah cukup untuk membersihkan meja makan itu.


"Clara aja kak. Kakak kan tamu disini. Clara jadi gak enak" ucap Clara merasa tak enak jika dia hanya duduk saja ketika yang lainnya bebersih padahal ia adalah tuan rumahnya.


"Tak apa Clara. Kami juga biasanya juga melakukan hal ini. Jadi jangan khawatir dan duduk saja dengan santai" ucap Naufan meyakinkan Clara agar membiarkannya saja.


"Biarkan saja sayang. Biasanya jika mereka kesini, mereka sering bebersih sehabis selesai makan, jadi ini sama saja seperti rutinitas bagi mereka" jelas Nathan pada Clara agar tak merasa tak enak.

__ADS_1


Clara pun mengiyakannya walau di hatinya masih merasa tak enak. Nathan pun mengajak Clara dan Kenzo kembali ke ruang tamu sambil menunggu Rafael dan Naufan menyelesaikan bersih-bersihnya. Saat ini mereka bertiga berada di ruang tamu yaitu Nathan, Clara dan juga Kenzo.


"Clara apa saja kesibukanmu sekarang ? Apakah masih bekerja di panti asuhan itu ?" tanya Kenzo berbicara untuk menghilangkan keheningan yang ada diantara mereka saat ini.


"Masih disana kak. Tapi rencananya Clara mau berhenti bekerja disana kak, belum pasti juga sih" jawab Clara seadanya, karena ia tiba-tiba merasa canggung dengan Kenzo.


"Berhenti. Kenapa ? Apakah ada suatu masalah yang terjadi" tanya Kenzo penasaran kenapa Clara ada keinginan berhenti bekerja disana padahal setau Kenzo, Clara sangat senang bekrja disana, lalu kenapa tiba-tiba ia ingin berhenti bekerja.

__ADS_1


"Kenapa kau menyuruhnya berhenti bekerja Nathan ? Bukankah Clara sangat senang bisa bekerja disana. Lalu kenapa memintanya berhenti ?" tanya Kenzo pada Nathan.


"Aku bisa menghidupinya. menurutku alangkah lebih baiknya Clara tetap berada di rumah dan aku juga tidak akan melarang dia ingin melakukan apapun, dan aku berencana ingin menyekolahkannya lagi jika ia merasa bosan di rumah" jelas Nathan tentang hal yang akan ia lakukan terhadap kehidupan Clara, bukan bermaksud untuk mengekang. Nathan hanya tak ingin Clara lelah bekerja sedangkan ia sebenarnya mampu memberikan hal yang lebih baik untuk menghidupi Clara. Nathan hanya ingun Clara hidup dengan nyaman dan baik.


"Memang benar seperti yang kau katakan Nathan, dan menurutku alangkah baiknya jika Clara bisa melanjutkan stadynya juga" ucap Kenzo menyetujui perencanaan Nathan terhadap masa depan Clara.


"Aku bukannya tipe orang yang terpengaruh perkataan orang lain, tapi jika istri seorang pengusaha kaya raya bekerja sebagai tenaga pendidik di suatu panti asuhan. Orang-orang pasti akan membicarakan hal-hal yang buruk tentang ini nantinya. Lain halnya jika sang istri itu jadi donatur panti asuhan itu pasti hal-hal baik yang akan terdengar. Perkataan orang lain itu terkadang juga akan sangat menyakitkan jika sudah kelewat batas. Apalagi Clara tidak tahan banting dengan hal-hal semacam itu. Jadi ku pikir memang lebih baik jika Clara berhenti saja bekerja dari sana" sambung Kenzo lagi menjelaskan pendapatnya.

__ADS_1


"Sebenarnya Clara juga terfikirkan seperti hal yang kak Kenzo katakan. Clara takut hanya akan membawa dampak buruk bagi kak Nathan" ucap Clara yang sontak membuat Nathan terkejut dengan perkataannya. Nathan bahkan tak terfikirkan tentang hal itu. Ia hanya berfikir untuk kenyamanan Clara saja.


#Bersambung


__ADS_2