My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#77


__ADS_3

Di lain sisi, Nathan dibantu sahabat-sahabatnya sudah selesai mempersiapkan tempat untuk acara lamaran, tinggal membawa Clara ke tempat yang sudah dipersiapkan saja lagi. Nathan pun menghubungi Luna yang saat ini tengah bersama Clara dengan menggunakan ponsel Rafael agar Clara tidak curiga dengan panggilan telfon itu nanti. Nathan pun menghubungi Luna.


"Hallo kak. Ada apa ?" ucap Luna dari seberang sana.


"Lun. ini aku Nathan. Clara bersama denganmu sekarangkan ? Jangan beritahu dia kalau aku menelfon" ucap Nathan berbicara sedikit cepat karena takut suaranya nanti dikenali Clara.


"Iya kak. oke" ucap Luna sebisanya menjawab panggilan telfon dari Nathan agar Clara tidak mencurigai hal itu.


"Nanti tolong antar Clara pukul 8. Kalau sudah sampai jangan lupa kabarin dulu. Sesuai dengan yang kita bicarakan tempo hari. Aku mengandalkanmu Luna dan terimakasih untuk bantuannya" ucap Nathan sangat berterimakasih pada Luna karena sudah mau membantunya.


"Iya kak. Sama-sama. Aku senang kok ngelakuinnya. Kakak tenang aja, aku pasti bakal ngelakuin yang terbaik agar semuanya berjalan lancar" ucap Luna dengan nada antusiasnya tak sabar melihat hal yang nantinya akan terjadi.


"Sekali lagi terimakasih Lun. Kalau begitu aku akan tunggu kedatanganmu membawa Claraku kesini" ucap Nathan mengakhiri panggilan telfon itu.

__ADS_1


"Gimana Than. Aman kan ?" tanya Naufan pada Nathan tentang kondisi Clara saat ini.


"Aman. Clara bareng Luna saat ini. Lagi nongkrong di kafe" jawab Nathan dengan senyuman mengembang di bibirnya. Nathan benar-benar terlihat sangat bahagia sekali hari ini.


"Yang mau di lamar lagi enak-enakan nongkrong. Gue juga jadi lapar nih" ucap Kenzo yang sengaja menggoda Nathan agar mereka ditraktir.


"Bilang aja lo mau gue traktir Ken" ucap Nathan yang sangat paham sekali dengan maksud perkataan sahabatnya yang satu itu.


"Traktir gue. Udah capek-capek bantu juga, tapi gak dikasih makan. Sahabat macam apa sih lo" kesal Kenzo karena memang sebenarnya dia sangat lapar sekali sekarang.


Sesampainya di restoran, mereka berempat langsung mencari tempat yang kosong dan memesan makanan, dan tak membutuhkan waktu lama pesanan mereka pun sampai. Nathan dan sahabat-sahabatnya langsung menyantap makanan yang telah dihidangkan itu, tentunya tak lupa terlebih dahulu berdoa dan mencuci tangan sebelum makan.


Ketika tengah asik menyantap makanan, tiba-tiba Rafael memanggil pelayan restoran tersebut.

__ADS_1


"Ada yang bisa saya bantu mas ?" tanya pelayan itu sopan.


"Saya mau nambah pesanan lagi mbak" jawab Rafael dengan senyum manisnya pada pelayan itu.


"Saya mau nambah geprek dan nasinya lagi tolong banyakin sambalnya" ucap Rafael.


"Baik. Ada pesanan yang lain mas ?" tanya pelayan itu memastikan.


"Tidak, itu saja" kata Rafael, dan pelayan itu pun bergegas menyiapkan pesanan yang disebutkan Rafael barusan.


Melihat hal itu, Nathan, Naufan dan Kenzo hanya geleng-geleng kepala saja, padahal mereka memesan cukup banyak makanan dan Rafael masih sanggup untuk nambah makanan lagi.


Selesai makan, mereka tak langsung pulang, melainkan mampir dulu ke sebuah kafe untuk rehat sejenak melepas penat. Mereka berempat tampak adem didalam kafe karena nuansa kafe yang elegan dan enak ketika mata memandang. Pokoknya tempat ini cocok banget bagi orang-orang yang mencari ketenangan.

__ADS_1


#Bersambung


__ADS_2