
Sesampainya didalam rumah Rafael. Nathan dan juga Clara telah ditunggu oleh orang tua Rafael. Karena Rafael memberitahu orang tuanya bahwa Nathan akan membawa kekasihnya ke rumah. Sontak hal itu membuat orang tua Rafael senang. Mereka jadi sangat ingin bertemu dengan Clara dan mengenal Clara. Karena Nathan sudah di anggap seperti anak mereka sendiri.
"Nathan" ucap ibu Rafael memanggil Nathan dari dalam rumah.
"Hallo Mom" ucap Nathan menjawab panggilan ibu Rafael. Ibu Rafael langsung memeluk Nathan dengan sayang.
"Apa kabar sayang ?" tanya ibu Rafael pada Nathan.
"Aku baik seperti biasanya" jawab Nathan tersenyum.
"Momy dan Dady bagaimana ?" tanya Nathan menanyakan kabar orang tua Rafael.
"Seperti yang kau lihat kami baik-baik saja" ucap ibu Rafael.
"Apa kau tidak mau memperkenalkan gadis cantik yang ada di belakangmu itu Nathan ?" tanya Ayah Rafael menggoda Nathan dan juga Clara. Nathan tersenyum mendengar hal itu.
__ADS_1
"Mom, Dad perkenalkan ini kekasihku Clara" ucap Nathan memperkenalkan Clara.
"Hallo om tante" ucap Clara menyapa ayah dan ibu Rafael.
"Hallo sayang" ucap ibu Rafael mendekati Clara dan langsung memeluk Clara dengan sayang.
"Mom, dad. Apa kita akan membiarkan mereka berdua hanya berdiri saja ?" tanya Rafael pada orang tuanya.
"Ayo kita duduk dan berbincang" ucap ayah Rafael mempersilahkan Nathan dan juga Clara untuk duduk.
Ketika dalam perjalanan pulang. Nathan tiba-tiba menanyakan sesuatu hal pada Clara.
"Sayang. Karena kau sudah lulus. Apa yang ingin kau lakukan mulai sekarang ?" tanya Nathan pada Clara. Clara tampak berfikir sejenak.
"Aku belum tau ingin melakukan apa kak. Clara belum kepikiran apapun" ucap Clara tidak tau harus melakukan apa.
__ADS_1
"Bukankah kau belajar bisnis selama ini untuk bisa bekerja di sebuah perusahaan" tanya Nathan pada Clara.
"Sebenarnya aku tidak terlalu berminat dengan jurusan yang aku ambil. Sebagai anak tunggal aku tentunya akan melanjutkan usaha yang dirintis oleh orang tuaku. Tapi karena sekarang sudah tidak ada apapun. Jadinya aku sangat bingung" jawab Clara dengan raut wajah sedihnya. Karena teringat masa lalu dan masa-masa indah dengan orang tuanya. Nathan tau bagaimana keadaan Clara dan dia juga merasa sedih ketika Clara mulai teringat dengan orang tuanya.
"Bagaimana jika bekerja di kantorku ?" tanya Nathan pada Clara.
"Kakak ini. kan aku sudah bilang belum ada kepikiran ke sana" ucap Clara.
"Kalau begitu bagaimana jika menjadi ibu rumah tangga ? kau tak perlu bekerja terlalu lelah. Kau juga bisa membuka usaha jika kau mau" ucap Nathan dengan nada penuh harapnya. Karena Nathan sangat ingin menikahi Clara secepatnya. Nathan benar-benar sudah cinta mati dengan Clara.
"Aku bisa menafkahimu sayang. Aku bisa berikan apapun yang kau inginkan" sambung Nathan lagi dengan senyum manisnya.
Sebenarnya mendengar hal itu Clara menjadi sangat senang. Tapi Clara tidak enak jika hanya menerima pemberian dari Nathan saja.
*Bersambung*
__ADS_1