My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#34


__ADS_3

Setalah panggilan telfon antara Rafael dan juga Naufan selesai. Naufan tidak bisa menunda untuk tidak menghubungi Nathan. Naufan sangat penasaran dengan yang dikatakan Rafael tadi. Akhirnya ia pun memutuskan untuk menghubungi Nathan menanyakan tentang hal itu.


Naufan mengetik nama Nathan di layar ponselnya dan langsung melakukan panggilan tak membutuhkan waktu lama panggilan itu pun terhubung.


"Hallo" ucap Nathan memulai pembicaraan.


"Nathan apa kabarmu ?" tanya Naufan menanyakan kabar Nathan terlebih dahulu.


"Aku baik. Bagaimana denganmu ?" tanya Nathan balik.


"Aku baik-baik saja. Apa kau sedang sibuk saat ini ? Aku tidak mengganggu kau bukan ?" tanya Naufan memastikan agar dia tak mengganggu Nathan bekerja.


"Aku tak terlalu sibuk. Apakah ada sesuatu yang ingin kau bicarakan ?" tanya Nathan, karena ia merasa sedikit heran dengan Naufan karena tiba-tiba menanyakan apakah ia sibuk atau tidak. Biasanya Naufan tidak pernah seperti ini.


"Aku mendengar sesuatu tentangmu dari Rafael" ucap Naufan memberitahu Nathan.


"Tentangku ? Apa yang dikatakannya ?" tanya Nathan penasaran.


"Rafael bilang padaku kau memiliki kekasih. Benarkah itu ?" tanya Naufan sangat ingin tau tentang hal ini.


"Ya. Aku memang memiliki kekasih" jawab Nathan terang-terangan.

__ADS_1


"Ternyata benar. Kenapa kau tak memberitahu diriku berita bahagia ini ?" kesal Naufan karna tak tau tentang hal ini.


"Aku tak berniat menyembunyikan hal ini darimu atau yang lainnya. Hanya saja aku belum menemukan waktu yang tepat untuk memberitahu kalian" jelas Nathan agar Naufan tak salah paham.


"Alasan kau saja ini" jawab Naufan masih kesal.


"Serah kau mau percaya atau tidak" Nathan jadi ikut-ikutan kesal juga jadinya.


"Jadi siapa perempuan ini ? Rafael bilang namanya Clara. Benarkah itu ?" tanya Naufan sangat ingin tau tentang Clara.


"Kau akan mengetahuinya nanti. Kau pasti akan tau nantinya" jawab Nathan. Karena akan panjang ceritanya jika harus dijelaskan sekarang.


"Jadi kau tak mau memberitahu diriku?" tanya Naufan dengan nada sedikit tidak mengenakkan.


"Ha..... Baiklah. Aku akan menantikannya" jawab Rafael pasrah.


"Apakah dia benar-benar masih seorang mahasiswa ?" tanya Naufan penasaran.


"Iya" jawab Nathan singkat.


"Ha.... Aku benar-benar tak habis fikir dengan kau Nathan. Bisa-bisanya kau menjalin hubungan dengan gadis kecil" ucap Naufan tak percaya.

__ADS_1


"Yang menjalani adalah diriku. Jadi seterah aku mau berhubungan dengan siapapun" ucap Nathan dengan nada ketus.


"Pokoknya ketika aku kembali nanti, kau harus pertemukan aku dengannya" ucap Naufan mengingatkan Nathan.


"Ya. Kau tenang saja" jawab Nathan mengiyakan pernyataan Naufan.


"Ya sudah. Aku hanya ingin memastikan ini saja. Aku harus kembali bekerja sekarang" ucap Naufan ingin mengakhiri panggilan telfonya dengan Nathan.


"Ok selamat bekerja" ucap Nathan menyemangati Naufan.


"Kau juga" jawab Naufan singkat.


Panggilan telfon itu pun berakhir. Nathan tak habis fikir bahwa Naufan menghubunginya disela-sela padat dan banyak hal yang perlu dikerjakan hanya untuk menanyakan tentang hal ini. Tak bisakah dia menanyakannya nanti saja.


"Ha...... benar-benar deh anak ini" Nathan menghela nafasnya.


Nathan dan Naufan kembali melaksanakan aktivitasnya masing-masing. Nathan yang tengah sibuk dengan berkas-berkas yang terus bertambah dimeja kerjanya membuat dirinya pusing.


"Kapan berkas-berkas ini bisa selesai sih" Rintih Nathan kesal karena berkas-berkas yang bertumpukan dimeja kerjanya tak berkurang sama sekali.


"Sepertinya aku harus lembur lagi malam ini" ucap Nathan sambil memegangi kepalanya. Nathan ingin menyelesaikan berkas-berkas itu semuanya hari ini juga. Tapi entah itu bisa selesai atau tidak. Nathan tak bisa berlama-lama juga dikantornya. Karena Nathan harus menjemput Clara setiap malamnya, hal ini pun menjadi rutinitas baru bagi Nathan.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2