My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#144


__ADS_3

"Hallo Rel. Ada perlu apa menelfon malam-malam begini. Kau mengganggu waktuku saja" ucap Naufan ketus pada Rafael karena ia menelfon ketika ia tengah sedang menyelesaikan pekerjaannya yang belum selesai.


"Keterlaluan kau Fan. Padahal aku menghubungimu karena khawatir kau tertekan karena kencan buta yang kau datangi tadi siang. Apa semuanya berjalan lancar ?" tanya Rafael yang mengkhawatirkan sahabatnya itu karena Naufan tak pernah berhubungan atau menjalin sesuatu dengan lawan jenis yang disebut perempuan.


"Aku tidak tertarik dengan perempuan itu. Setelah mengobrol sebentar, aku langsung pamit pergi" jawab Naufan dengan santainya tidak peduli. Karena bagaimanapun menurut Naufan, perempuan yang bertemu dengannya tadi seperti menyembunyikan sesuatu, seperti berpura-pura ketika bertingkah laku didepan Naufan agar terlihat baik. Terlalu banyak kepalsuan yang terlihat dalam diri Sherly yang terlihat oleh Naufan walaupun itu hanya intuisi saja.


"Kau benar-benar jahat. Bagaimana bisa kau bersikap seperti itu. Setidaknya perlakuan dia dengan baik agar menimbulkan kesan yang bagus. Jika ibumu mengetahui hal ini, ia pasti sangat marah sekali dan bisa-bisa nantinya ia akan mencarikan pasangan perjodohan yang baru untukmu. Apa kau tak masalah dengan hal itu ?" ucap Rafael panjang lebar memarahi Naufan karena sikapnya itu. Naufan yang mendengar ucapan Rafael itu tak terfikirkan sampai kesitu dampak dari sikap buruknya itu untuk kedepannya. Apalagi ia pasti akan diceramahi oleh ibunya karena kejadian ini jika hal itu sampai terdengar olehnya. Naufan dibuat frustasi olehnya, benar-benar merepotkan begitulah pikirnya.

__ADS_1


"Ini benar-benar membuatku pusing" ucap Naufan mengatakan keluhannya pada Rafael sahabatnya.


"Jadi akhirnya bagaimana ? Apa kau akan menemui perempuan itu lagi ?" tanya Rafael ingin tahu apakah kencan butanya akan berlanjut atau sampai disini saja.


"Tentu saja tidak. Entah kenapa aku merasakan kesan yang tak baik pada perempuan itu. Tapi aku tak tau kenapa bisa jadi seperti itu. Seperti ada yang mengganjal di hatiku ketika melihat perempuan tadi" ucap Naufan memberitahu Rafael tentang pandangannya terhadap perempuan yang ia temui di kencan buta tadi siang.


"Aku seperti pernah bertemu dengannya. Tapi dimana dan dengan siapa, aku tak ingat apapun" ucap Naufan masih berusaha mengingat apakah ia pernah bertemu dengan Sherly sebelumnya atau tidak.

__ADS_1


"Seriusan ? kau merasa pernah bertemu dengan perempuan itu. Kalau begitu siapa nama perempuan yang kau temui tadi ?" tanya Rafael kaget dengan yang dikatakan Naufan padanya bahwa teman kencannya terasa familiar.


"Serius Rel. Namanya Sherly" jawab Naufan. Mendengar nama perempuan itu sontak membuat Rafael terkejut. Rafael berfikir mungkin saja perempuan yang ditemui Naufan tadi adalah mantan sahabatnya Clara.


"Apa kau ingat gadis yang menghampiri kita sewaktu pernikahan bobi ? kenalan Clara dan Luna. Apa mungkin gadis itu yang kau maksudkan Naufan. Karena gadis itu juga bernama Sherly. Orang yang menyakiti Clara" jelas Rafael pada Naufan.


#Bersambung

__ADS_1


__ADS_2