My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#192


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Rafael lansung bergegas masuk ke dalam rumahnya dan ternyata ayah dan ibu Rafael tengah berada di ruang keluarga saat ini tengah menikmati waktu santai berdua sambil menonton televisi kesukaan mereka.


"Sayang, kau sudah pulang, bagaimana dengan kencannya tadi sayang, lancar ?" tanya ibu Rafael tiba-tiba ketika melihat kedatangan Rafael.


"Iya ma, lancar kok. Rafael ke kamar dulu ya ma. Mau mandi, udah bau keringat nih" ucap Rafael berpamitan dengan orang tuanya dan diangguki oleh ayahnya. Rafael langsung bergegas menuju ke kamarnya dan langsung menuju ke kamar mandi. Setelah mandi, Rafael mendudukkan dirinya di sisi ranjang tempat tidurnya dan mengambil ponselnya yang terletak di atas kasur. Ketika memeriksa ponselnya ternyata ada pesan masuk dari Luna yang belum di baca oleh Rafael, karena Rafael tadi sedang mandi dan berpakaian.


"Kakak, apakah kakak sudah sampai di rumah ? jika sudah sampai jangan lupa kabari aku" begitulah isi pesan Luna yang di baca Rafael. Rafael langsung membalas pesan Luna agar dia tak khawatir nantinya memikirkan apakah Rafael sudah di rumah atau belum.

__ADS_1


"Sayang, aku sudah sampai di rumah. Maaf baru membalas pesanmu, aku baru selesai mandi tadi" jawab Rafael membalas pesan Luna. Setelah itu, Rafael merebahkan tubuhnya ke atas kasur dan tak lama setelah itu ia terlepas dengan damainya.


Saat ini Sherly dan keluarganya akan pergi ke perayaan ulang tahun rekan bisnis ayahnya. Sherly tampak cantik dengan balutan gaun berwarna dongkernya. Mereka sekeluarga pun bersiap untuk pergi ke acara ulang tahun tersebut. Sesampainya disana, Sherly dikejutkan dengan kedatangan Luna bersama keluarga Rafael yang datang bersama ke acara ulang tahun itu juga. Keluarga Rafael juga di undang untuk menghadiri acara itu dan Rafael membawa Luna datang kesana untuk menamaninya.


"Tuan Henry selamat malam" sapa ayah Sherly pada ayah Rafael yang tak sengaja berpapasan ketika sampai di dalam aula acara ulang tahunnya yang diadakan di salah satu hotel bintang lima yang ada di kota itu. Pesta ulang tahunnya diadakan dengan sangat meriah dan sangat besar dengan mengundang orang-orang berpengaruh di negara itu.


"Selamat malam paman Chandra" sapa Luna dengan sopan pada ayah Sherly sambil melirik ke arah Sherly.

__ADS_1


"Hello Luna, om tidak menyangka akan melihatmu disini" ucap ayah Sherly yang penasaran dengan hubungan Luna dan keluarga Rafael yang tampak sangat dekat sekali apalagi Luna menggandeng tangan Rafael.


"Apa kau mengenal Luna ? Dia adalah calon mantuku. Aku tidak tau kalau kalian saling mengenal rupanya" jawab ayah Rafael tiba-tiba menggantikan Luna menjawab perkataan ayah Sherly yang menanyakan kenapa dia bisa berada di pesta ini dengan rombongan keluarga Rafael, padahal kakaknya Luna sudah datang lebih dulu dan tampak tengah berbincang dengan tamu lainnya.


Mendengar hal itu Sherly dan keluarganya menjadi kaget karena pernyataan ayah Rafael tersebut dengan bahagianya memamerkan Luna sebagai calon mantunya. Luna yang mendengar hal itu pun juga dibuat kaget dan tersipu malu karenanya. Rafael yang melihat tingkah Luna yang tersipu malu seperti itu tersenyum melihatnya, menurut Rafael Luna terlihat sangat menggemaskan sekali.


#Bersambung

__ADS_1


__ADS_2