My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#127


__ADS_3

"Hallo paman dan bibi. Selamat pagi. Saya Clara, calon istrinya kak Nathan. Senang bisa bertemu paman dan bibi dan terimakasih sudah mengizinkan Clara datang mengunjungi kalian kesini" ucap Clara menyapa ayah dan ibu Rafael dengan ramah sambil tersenyum manis walau sebenarnya Clara sangat gugup sekali. Jantungnya terus berdegup dengan sangat kencang sedari memasuki rumah Clara. Clara benar-benar sangat gugup sekali tapi dia menahannya.


"Astaga, cantiknya putri momy. Nathan sangat pintar sekali memilih kekasih. Selamat datang di rumah momy sayangku Clara" ucap ibu Rafael mendekati Clara. Ibu Rafael menggenggam tangan Clara lembut dan juga membelai wajah Clara dengan penuh kasih sayang. Tatapan ibu Rafael sangat lembut sekali, seperti tatapan seorang ibu pada anaknya.


"Benar katamu sayang. Dia benar-benar sangat cantik sekali" sambung ayah Rafael yang tiba-tiba bersuara juga mengatakan Clara sangat cantik sekali. Clara yang mendengar hal itu jadi tersipu malu karenanya. Dia tak menyangka bahwa orang tua Rafael akan sangat menyambutnya seperti ini.


"Sayang. Nathan tak membuatmu repotkan ? dia memperlakukan dirimu dengan baik kan sayang ?" tanya ibu Rafael dengan lembut pada Clara, apakah Nathan baik padanya atau tidak, sebagai basa basi mengawali pembicaraan dengan Clara agar Clara tak terlalu canggung dengan mereka nantinya.

__ADS_1


"Kak Nathan sangat baik sekali pada Clara bibi, kakak selalu memperlakukan Clara dengan penuh kasih sayang" jawab Clara tanpa ragu sedikit pun menjawab pertanyaan ibu Rafael barusan.


"Benarkah sayang ? Sepertinya Nathan kita memang sangat menyukai dirimu. Lihat saja, sedari tadi dia tak melepaskan pandangannya kesini, selalu melihat ke arah sini" ucap ibu Rafael yang melirik ke arah Nathan yang pandangan matanya tak lepas dari Clara sedari tadi. Seperti orang yang takut kehilangan. Clara yang melihat itu terkekeh pelan karenanya. Benar-benar tak bisa dipercaya, Nathan akan bersikap seperti itu bahkan dihadapan orang tua Rafael sekali pun. Benar-benar menggemaskan pikir Clara.


"Apakah kita hanya akan berdiri saja mom, dad ?" ucap Rafael mengintrupsi semua orang yang ada disana.


"Nathan, apakah kau benar-benar sudah siap untuk menikah ?" tanya ayah Rafael memulai pembicaraan yang sebenarnya. Karena memang itulah tujuan Nathan dan Clara datang ke rumah Rafael.

__ADS_1


"Iya paman. Nathan sudah siap, tidak hanya Nathan, Clara pun juga sudah siap untuk kami menggelar acara pernikahan. Kedatangan Nathan dan Clara kesini untuk meminta restu pada paman dan bibi karena kalian sudah seperti orang tua Nathan sendiri, dan Nathan perlu bimbingan dari paman dan bibi untuk mempersiapkan pernikahan ini, dan juga paman Nathan ada permintaan untuk paman, berharap paman mau mengabulkannya" jelas Nathan mengatakan maksud kedatangannya mengunjungi ayah dan ibu Rafael dan berharap orang tua Rafael menerima niat baik mereka datang kesana.


"Permintaan ? Apa itu ?" tanya ayah Rafael penasaran dengan hal yang akan diminta Nathan.


"Kakak. Biar Clara saja yang katakan" pinta Clara pada Nathan agar Clara saja yang berbicara atau mengatakan permintaan itu pada ayah Rafael karena ini juga untuk Clara. Mendengar hal itu ayah Rafael merasa bingung karena tadinya Nathan yang akan membuat permintaan tapi sekarang malah beralih pada Clara yang akan mengatakannya.


#Bersambung

__ADS_1


__ADS_2