My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#54


__ADS_3

Satu bulan berlalu. Walau Luna dan juga Rafael tidak pernah bertemu lagi karena kesibukan masing-masing. Tapi mereka berdua sering bertukar kabar dan berkomunikasi lewat via ponsel. Walaupun pertemuan di antara mereka baru ada sebanyak tiga kali. Tapi kedekatan mereka sudah semakin dekat.


Rafael saat ini tengah bingung. Mengingat pernikahan Bobi akan di langsungkan satu minggu lagi. Akankah dia datang sendirian atau membawa pasangan masih terus terfikirkan olehnya. Karena biasanya Rafael tidak pernah membawa pasangan, dia terbiasa kemana-mana sendirian.


"Apakah aku benar-benar harus membawa pasangan nanti ? Ah.... Merepotkan sekali. Tak ada siapapun yang terfikirkan olehku. Jika aku mengajak Clara tentunya dia akan pergi dengan Nathan. Ah.... Benar-benar membuatku pusing. Kenzo sepertinya akan membawa tunangannya juga" helaan panjang terdengar dari nafas Rafael. Karena semua teman-temannya memiliki pasangan mereka sendiri-sendiri. Lalu tiba-tiba bayangan sosok Luna terlintas di fikiran Rafael.


"Bagaimana jika aku mengajak Luna saja ? Bukankah kami sudah cukup dekat ? Apakah dia akan menerima ajakanku ?" Rafael terus berkutik dengan fikirannya.


Apakah jika Rafael mengajak Luna ke acara pernikahan Bobi, Luna akan bersedia untuk datang bersamanya. Rafael berharap Luna bersedia untuk datang menemaninya ke acara pernikahan itu. Walaupun bukan menjadi pasangan yang sesungguhnya.


Rafael pun langsung mengambil ponselnya dan mengetikkan nama Luna di layar ponselnya. Tak membutuhkan waktu lama terdengar suara seorang gadis di seberang sana.


"Hallo kak Rafael" ucap Luna mengangkat panggilan telfon dari Rafael.


"Hallo Lun. Lagi apa ?" tanya Rafael pada Luna menanyakan apa yang tengah di lakukan Luna. Takutnya Rafael mengganggu kegiatan Luna saat ini. Karena itulah ia menanyakan kegiatan Luna terlebih dahulu.

__ADS_1


"Nonton TV kak" ucap Luna. Karena saat ini ia tidak memiliki kegiatan apapun karena libur.


"Benarkah ? Aku tidak mengganggu waktu mu bukan ?" tanya Rafael memastikan.


"Tidak kok. Ada apa kak?" tanya Luna penasaran karena Rafael tiba-tiba menghubungi dirinya.


"Apakah minggu depan kau luang Lun ?" tanya Rafael pada Luna.


"Memangnya kenapa kak ?" tanya Luna ingin tau ada apa dengan minggu depan nanti.


"Apakah ini pernikahan anak dari keluarga Sanjaya kak ?" tanya Luna memastikan. Karena keluarganya juga di undang ke pernikahan itu.


"Apakah kau juga di undang ?" tanya Rafael.


"Keluarga ku di undang mereka kak. Karena kami adalah rekan bisnis keluarga Sanjaya dan ayahku berteman baik dengan tuan Sanjaya" jelas Luna.

__ADS_1


"Ternyata begitu. Apakah kau bisa pergi ke pernikahan itu bersamaku saja Luna ? Ayah dan ibuku tidak bisa datang. Jadi hanya aku yang akan mewakili keluarga kami, dan kau juga tau kan Bobi mengharapkan aku membawa pasangan ke sana" mohon Rafael agar Luna mau menemani dan menjadi pasangannya ke acara pernikahan itu.


"Aku akan menemani kakak. Tapi kakak harus mentraktirku nanti atau mengabulkan satu permintaanku" ucap Luna tak ingin melakukannya secara cuma-cuma.


"Ok tentu saja. Aku akan mengabulkan satu permintaanmu nanti" ucap Rafael.


"Benar kan kakak ?" tanya Luna memastikan.


"Iya. Akan aku kabulkan" jawab Rafael dengan nada seriusnya.


"Ok kak. Aku akan jadi pasangan kakak nanti" ucap Luna mengiyakan.


"Oke. Nanti aku akan menjemputmu. Kau tinggal kirimkan saja alamatnya nanti" ucap Rafael.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2