
"Bagaimana kalo kita lihat-lihat aksesoris saja ? Aku ingin membeli beberapa jepitan rambut" ucap Andin mengajak Clara ke toko yang menjual berbagai aksesoris.
"Boleh. Sekalian cuci mata, aku dengar banyak aksesoris yang lucu-lucu diperjual belikan. Aku juga ingin melihat, mungkin saja ada yang menarik perhatianku" jawab Clara bersemangat untuk melihat-lihat aksesoris yang lucu-lucu. Mereka berdua pun bergegas menuju toko yang menjual aksesoris terlengkap di mall itu. Ketika mereka sampai toko itu sangat ramai sekali pengunjung yang datang karena tempat itu sangat populer dikalangan anak muda.
"Apakah hari ini hari libur ? kenapa ramai sekali, di bioskop juga sangat ramai sekali hari ini" ucap Andin yang sedari tadi bingung karena tempat yang mereka kunjungi selalu ramai pengunjung. Padahal hari ini adalah hari sibuk bagi pekerja dan pelajar.
"Mungkin yang datang anak kuliahan. Karena dari sini tak jauh ada Universitas" ucap Clara mengira-ngira apa yang terjadi, kenapa ramai sekali pengunjung mall yang datang.
"Bukankah itu adalah hal yang bagus, jadinya penghasilan mall bertambah" sambung Clara lagi menyuarakan pendapatnya tentang apa yang terjadi.
"Hahahaha benar juga katamu Ra. Ayo kita lihat-lihat ke dalam" ucap Andin mengajak Clara memasuki toko aksesoris itu. Mereka berdua melihat aksesoris-aksesoris yang ada di toko itu dengan takjub. Karena banyak sekali yang terlihat lucu dan bagus sekali.
__ADS_1
"Andin, ini bagaimana ? bagus tidak ?" tanya Clara memperlihatkan bando yang sangat lucu pada Andin karena Clara tampaknya sangat tertarik sekali dengan bando itu.
"Bagus. Apakah kau menyukainya Ra ? Kalau begitu ayo masukkan saja ke dalam keranjang belanja ini" ucap Andin pada Clara jika menyukai bando itu maka beli saja.
"Clara sayang, jika ada yang kau sukai masukkan saja dalam keranjang belanjaan, kita akan memborong hari ini" ucap Andin dengan senyum manisnya memberitahu Clara.
"Tenang saja, kakak ini yang akan membelanjakan dirimu hari ini" sambung Andin lagi dengan gaya angkuhnya sambil mengibaskan rambutnya yang panjang dengan anggun.
"Karena itu pilihlah yang kau sukai, kakak ini akan membelanjakanmu" ucap Andin lagi mengulangi perkataannya barusan masih dengan tingkah yang sama.
"Jangan menyesali apa yang kau katakan barusan, aku benar-benar akan memilih beberapa ini" ucap Clara memperingati Andin dengan perkataannya.
__ADS_1
"Tentu saja aku tak akan menyesalinya, makanya pilih saja apapun yang kau sukai" jawab Andin masih dengan tingkahnya yang membuat Clara jadi tak habis fikir ketika melihatnya.
Mereka membeli aksesoris yang menurut mereka lucu dan menggemaskan, bisa dikatakan mereka membeli dalam jumlah yang lumayan banyak karena rasa ingin memiliki aksesoris itu.
"Eh Andin, itu yang di kantong satu lagi untuk siapa ? banyak banget yang dibeli" tanya Clara yang melihat kanton belanjaan Andin yang ada dua buah padahal barang yang dibelinya tak sampai satu kantong penuh, lalu yang satu lagi punya siapa, begitulah pikir Clara yang penasaran.
"Untuk Luna. Aku ingin memberinya ini sebagai hadiah pertemuan. Menurutmu apa Luna akan menyukainya nanti atau tidak ?" tanya Andin menanyakan pendapat Clara apakah Luna akan menyukai pemberiannya atau tidak karena Andin sudah memilihnya dengan hati-hati.
"Tentu saja Luna akan menyukainya, kau tenang saja, dia pasti amat sangat menyukainya" jawab Clara dengan senyum mengembang menghiasi wajah cantiknya itu.
"Semoga saja" ucap Andin membalas senyuman manis Clara dengan hangat.
__ADS_1
#Bersambung