My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#63


__ADS_3

"Ayo duduk sayang" ucap Nathan pada Clara dang di angguki Clara.


"Sampai kapan lo bakalan di sini Fan ?" tanya Nathan pada Naufan.


"Belum tau sih. Kalau gue di suruh balek, ya gue langsung balek ke sana" ucap Naufan dengan santainya.


"Gimana hubungan lo dengan Clara ? Kapan nih gue bakalan dapat undangan nikahan dari lo ?" tanya Naufan sambil meledek Nathan yang tak ia sangka-sangka bakalan tertarik dengan gadis yang selisih umurnya lumayan jauh darinya.


"Tunggu aja tanggal mainnya. Lo semua bakalan gue undang" ucap Nathan dengan semangatnya dan hanya disenyumi oleh Clara.


"Rafael mana sih ? lama bener tu anak. Katanya udah di jalan sedari tadi" ucap Kenzo yang sedari tadi menunggu kedatangan salah satu sahabatnya itu.


"mungkin dia ada problem di jalan. Tunggu aja. Bentar lagi tu anak pasti datang" jawab Naufan dengan nada santainya.


Tak lama setelah itu, Rafael dan Luna datang dan tanpa di sadari oleh mereka berdua, beberapa pasang mata tengah memperhatikan mereka berdua.


"Ayah. Itu bukannya kak Luna ? laki-laki itu siapa ?" tanya Bagas adik Luna pada ayah Luna.

__ADS_1


"Ayah juga tidak tau siapa dia. Ayah baru pertama kali melihatnya" ucap Ayah Luna singkat masih memperhatikan putri satu-satunya itu.


"Mungkinkah itu temannya kak Luna. Tapi aku gak pernah melihatnya" ucap Luna mengingat ingat semua teman laki-laki Luna.


"Mungkin saja" jawab ayah Luna singkat.


"Bukankah pria itu CEO dari salah satu perusahaan terkemuka di negara ini" ucap Bayu kakak laki-laki Luna tidak percaya dengan hal yang di lihatnya saat ini, karena adik perempuan satu-satunya jalan bergandengan tangan dengan CEO besar itu.


"Benarkah itu ?" tanya ibu Luna pada putra tertuanya itu.


Lalu tiba-tiba Luna dan Rafael menghampiri keluarga Luna yang tengah memperhatikan mereka berdua sedari tadi.


"Selamat siang om dan tante" sapa Rafael pada ayah dan ibu Luna, sedang Luna tengah gugup sedari tadi bagaimana reaksi orang tuanya nanti jika tau Rafael adalah kekasihnya.


"Selamat siang nak" jawab ayah Luna, sedangkan ibu Luna tersenyum manis melihat ke arah Rafael. Karena Rafael terlihat tampan. Ibu mana yang tak senang jika putrinya berdampingan dengan pria tampan dan juga mapan.


"Dad, Mom. Perkenalkan ini kak Rafael" ucap Luna memperkenalkan Rafael pada orang tuanya.

__ADS_1


"Hallo nak Rafael" ucap ibu Luna menyapa Rafael dan di balas dengan senyuman manis oleh Rafael.


"Hallo juga tante" jawab Rafael.


"Kalau boleh tau. Ada hubungan apa kalian berdua ?" tanya Bayu penasaran dengan kedekatan adiknya itu dengan Rafael.


"Aku adalah kekasihnya Luna. Salam kenal" Jawab Rafael dengan santainya memberitahu bahwa dirinya adalah kekasih Luna. Sedang Luna dibuat panik olehnya. Karena Luna belum siap mental untuk memberitahu tentang hubungannya dengan Rafael. sedang Rafael secara terang-terangan memberitahu tentang hubungan mereka berdua.


"Kakak ? Kenapa diberitahu sekarang ?" bisik Luna pada Rafael.


"Memangnya kenapa ? Aku ingin menjalin hubungan denganmu secara baik-baik dan terang-terangan" ucap Rafael berbisik lagi pada Luna.


"Kekasih ?" tanya ayah Luna kaget mendengar pernyataan Rafael.


"Ya om. Belum lama ini kami meresmikan hubungan kami. Mohon restu dari om, tante dan saudara Luna" uca Rafael memohon restu pada keluarganya Luna.


#Bersambung

__ADS_1


__ADS_2