My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#109


__ADS_3

"Nathan, ada yang mau gue tanyain sama lo ?" ucap Naufan yang sangat ingin tahu sekali kenapa Clara bisa berada disini pada jam segini di rumah Nathan dan ditambah lagi Nathan adalah pria yang tinggal sendiri tanpa adanya pengurus rumah tangga yang menemaninya. Karena itulah Naufan ingin tahu kebenarannya.


"Mau tanya apa ?" jawab Nathan heran dengan tingkah sahabatnya itu, jika dia mau bertanya kenapa tidak ditanyakan saja secara langsung, kenapa harus di jeda dulu perkataannya. Nathan merasa aneh dengan tingkah sahabatnya itu, tidak seperti biasanya saja. Bikin bingung orang saja.


"Apa yang dilakukan Clara di rumahmu malam-malam begini ?" tanya Naufan serius pada Nathan.


"Seperti yang kau lihat barusan. Clara tengah asik memasak makan malam sekarang" jawab Nathan sekiranya.


"Bukan itu maksudku. Ini tak seperti biasanya. Seolah-olah seperti dia tinggal disini saja. Begitulah nuansa yang aku rasakan tentang kehadiran Clara di rumah ini" ucap Naufan tentang hal yang dirasakannya.

__ADS_1


"Tidak hanya Naufan, gue dan Rafael juga merasakannya seperti itu" sambung Kenzo tiba-tiba ikut bersuara.


"Clara memang tinggal disini" jawab Nathan dengan santainya sambil meneguk jus jeruk yang dibawakan Clara tadi. Sontak hal itu membuat ke tiga sahabatnya itu terkejut bukan main, tidak menyangka dengan hal yang mereka dengar barusan.


"Ya Nathan. Apa yang kau fikirkan sih ? jelas-jelas Clara itu perempuan. Beraninya lo bawa anak gadis orang tinggal bersama. Gue gak nyangka kalo lo bakalan sebrengsek ini" amuk Kenzo pada Nathan yang sangat marah dengan kelakuan Nathan yang dianggapnya kurang ajar. Sampai-sampai membawa anak gadis orang untuk tinggal bersama. Benar-benar membuat Kenzo sangat emosional.


"Nathan, gue percaya sama lo. Kalo lo adalah pria baik-baik. Jadi jangan terlalu terbawa emosi perkataan Kenzo barusan" ucap Rafael yang sudah sangat tahu sifat sahabatnya itu.


"Kalau gitu, Kasih tau gue alasannya ?" ucap Kenzo yang ingin tau kebenarannya. Agar ia tak berfikir macam-macam tentang hal yang dilakukan oleh Nathan.

__ADS_1


"Orang-orang yang menyakitinya dulu tiba-tiba mulai mendekatinya lagi dan mengatakan hal-hal yang membuatnya terluka. Clara menangis tersedu-sedu waktu itu bahkan ia tak ingin pulang ke apartementnya, Aku bersusah payah membujuknya dan pada akhirnya dia memohon untuk tinggal bersamaku. Lalu aku bisa apa, aku paling tidak bisa melihatnya menangis seperti itu. Jadinya aku iyakan saja. Setidaknya aku masih bisa menjaga batasan di antara kami. Aku bahkan menempatkannya di kamar yang berbeda" jelas Nathan pada ke tiga sahabatnya itu agar mereka tak salah paham dengan niat baiknya membawa Clara ke rumahnya. Karena Nathan melakukannya untuk kebahagiaan Clara juga.


"Kau bilang tak akan melewati batas. Lalu yang tadi itu apa ?" tanya Kenzo yang menatap nanar ke arah Nathan yang perkataannya tidak konsisten dengan perbuatannya.


"Apa maksudnya itu ?" tanya Nathan yang tidak konek dengan hal yang dikatakan Kenzo padanya. Dia malah memelototi Kenzo balik karena sangat kesal sekarang.


"Ah... tidak jadi. Malas berbicara dengan kau. Bikin kesal saja" jawab Kenzo sembari meminum jus jeruk yang dihadapannya karena menahan emosi.


#Bersambung

__ADS_1


__ADS_2