
Sherly merasa iri dengan keadaan Clara dan Luna yang terlihat tampak baik berbanding terbalik dengan dirinya yang hidup biasa-biasa saja sama seperti hari-hari sebelumnya. Bahkan pria yang ditemuinya di kencan butanya juga mengabaikan dirinya. Sherly berfikir sebenarnya apa yang kurang dari dirinya, dia sangat cantik dan juga berasal dari keluarga yang kaya raya tapi kenapa sesuatu hal yang ia inginkan tak berjalan sesuai dengan keinginannya, malah ia merasa di kecewakan oleh keadaan.
"Ini tidak adil, aku punya segalanya tapi kenapa hidupku jadi seperti ini. Seharusnya aku berada di antara mereka, tapi keserakahan membuat semuanya hancur seperti sekarang ini. Coba saja aku tak menjauhi Clara pasti hal seperti ini tak akan menimpa diriku. Aku merasa dipermalukan" ucap Sherly dalam hatinya tanpa sadar air mata mengalir deras membasahi pipinya. Sherly merasa sangat terpuruk sekarang dan juga merasa lelah dengan keadaan. Sherly terus menangis dan tanpa sadar ia tertidur masih dengan balutan gaun pesta yang ia kenakan tadi.
Keesokan harinya, Sherly terbangun dari tidurnya dalam keadaan mata bengkak dan terlihat sangat lesu. Sherly tak bersemangat untuk melakukan apapun. Perasaannya masih campur aduk karena kejadian kemarin yang entah kenapa terus teringat olehnya. Padahal kejadian kemarin tidaklah begitu buruk tapi entah kenapa Sherly merasa bahwa hal yang terjadi kemarin akan menjadi titik balik dalam hidupnya saat ini. Sherly benar-benar tak bisa berfikir dengan jernih, fikirannya terus melayang-layang kesana kemari tanpa keinginan hatinya.
__ADS_1
"Kenapa aku jadi menyedihkan seperti ini sih, seharusnya aku tak masalah dengan apapun yang terjadi. Mau mereka berhubungan dengan siapapun itu bukanlah urusanku. Kenapa aku malah jadi kepikiran begini sih ? sebenarnya apa yang jadi masalahnya ? benar-benar memuakkan sekali" ucap Sherly yang masih terduduk diam di atas kasurnya sembari memikirkan kekhawatiran yang ada pada dirinya setelah kembalinya ia dari pesta ulang tahun kemarin. Sherly pun mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi seseorang yang sangat ia kenal. Tak lama setelah itu, panggilan telfon itu pun tersambung dan terdengarlah suara seseorang dari panggilan telfon itu.
"Hallo" ucap orang itu dari seberang sana yang tak lain adalah Luna yang dihubungi oleh Sherly.
"Hari ini sepertinya tidak bisa, karena aku punya banyak pasien hari ini, apa ini sesuatu hal yang penting bagi dirimu ? apakah mendesak ?" tanya Luna lagi karena hari ini ia memiliki banyak pasien yang harus ia tangani dan tidak tau kapan akan selesainya. Karena itu ia menyatakan pada Sherly bahwa ia tak bisa untuk bertemu, karena jika ia menjanjikan sesuatu takutnya nanti ia tak bisa menepatinya karena jadwal senggangnya tak menentu. Terkadang rumah sakit memiliki pasien cukup banyak setiap harinya, terkadang juga tak terlalu banyak. Makanya Luna merasa ragu mengiyakan bahwa Sherly bisa bertemu dengannya karena takut Luna tak bisa datang kesana nanti.
__ADS_1
"Ternyata seperti itu, apa kau sudah di rumah sakit sekarang ?" tanya Sherly ingin tahu keberadaan Luna sekarang ada dimana.
"Ya, aku sudah di rumah sakit sekarang. Sebenarnya ada apa kau menghubungi diriku ? jika ada yang ingin kau katakan, katakan saja sekarang. Karena aku tak bisa menemui dirimu" tanya Luna lagi kenapa Sherly menghubungi dirinya pagi-pagi begini.
#Bersambung
__ADS_1