
Nathan tidak suka dengan kehadiran Sherly saat ini. Karena Nathan tau apa yang terjadi antara Clara dan juga Sherly karena Clara pernah memberitahu Nathan tentang persahabatannya yang tiba-tiba kandas begitu saja.
"Eh... calon suami ? benarkah itu Clara ?" tanya Sherly memastikan kebenarannya.
"Ya benar. Dia adalah calon suamiku" jawab Clara dengan mimik wajah seriusnya.
Sherly tak bisa berkata-kata lagi dengan lontaran jawaban yang ia dengar barusan. Seketika Sherly merasa bingung bagaimana harus bersikap dengan keadaan ini. Lalu tiba-tiba ponsel Sherly bergetar dan ia langsung melihat ke arah layar ponselnya dan ternyata kakaknyalah yang menghubungi, Sherly langsung mengangkat panggilan telfon itu.
"Hallo. Ada apa kakak menelfonku ?" tanya Sherly pada kakaknya.
"Dimana kau Sher ? Ayah mencarimu" ucap kakak Sherly memberitahu.
"Aku akan kembali ke sana sekarang" jawab Sherly dan mengakhiri panggilan telfon itu.
"Luna. Semuanya. Aku pamit dulu. Senang bertemu dengan kalian. Sampai jumpa" ucap Sherly langsung pergi terburu-buru karena ayahnya tengah mencari dirinya.
__ADS_1
Kepergian Sherly membuat Luna tiba-tiba merasa lega dan hal itu di sadari oleh semua orang yang ada di sana.
"Nampaknya hubungan kalian dengan perempuan tadi tak begitu baik" ucap Naufan memprediksi dari sikap Luna yang merasa lega dengan kepergian Sherly tadi.
"Apakah tampak sejelas itu ?" tanya Luna penasaran dengan sikapnya sendiri.
"Iya sangat jelas sekali" jawab Lani tiba-tiba.
"Apakah ini juga berhubungan dengan kondisi Clara yang tiba-tiba tidak baik tadi ?" tanya Lani sangat penasaran.
"Kak Nathan mengetahuinya ?" tanya Luna terkejut.
"Iya lebih kurangnya tau" jawab Nathan sambil merangkul tubuh Clara.
"Sebenarnya apa yang terjadi ?" tanya Rafael tiba-tiba penasaran dengan keadaan yang sesungguhnya.
__ADS_1
"Bukankah kakak sudah tau kak ?" tanya Clara pada Rafael.
"Apakah ini berkaitan dengan setelah kematian orang tuamu Clara ?" tanya Rafael memastikan bahwa dia tak salah mengira nantinya.
"Iya. Aku di jauhi setelah orang tuaku tiada. Padahal keluarga kami sudah berteman sejak dulu" jawab Clara dengan raut wajah sedihnya.
"Ra. Jangan di ingat lagi. Kan lo masih ada gue dan yang lainnya Ra" ucap Luna menenangkan Clara yang tampak seperti akan menangis.
"Aku bersyukur setidaknya masih ada yang peduli dan menyayangi diriku" ucap Clara dengan senyum manis mengembang di bibirnya.
Melihat hal itu semua orang yang ada di sini menjadi lega dengan jawaban yang di lontarkan Clara. Karena tak baik berlarut-larut dalam kesedihan. Apalagi masih ada orang lain yang sangat peduli padanya.
Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama di perta pernikahan itu. Clara dan Nathan langsung meninggalkan pesta pernikahan tersebut. Mereka tak langsung pulang, Nathan mengajak Clara ke pantai untuk menghibur Clara yang sempat sedikit bersedih tadi. Nathan tau bahwa Clara berusaha menyembunyikan rasa sedihnya dari yang lain. Clara berusaha untuk tegar dengan segala kondisi yang menimpa dirinya. Nathan yang menyadari hal itu merasa sangat khawatir dengan kondisi Clara. Nathan ingin Clara tak menyembunyikan apapun darinya termasuk segala perasaan Clara. Nathan ingin Clara berbagi perasaan dengannya. Karena itulah Nathan mengajak Clara ke pantai untuk menenangkan diri.
"Sayang. Apakah kau baik-baik saja ?" tanya Nathan pada Clara karena Clara hanya diam saja sedari tadi.
__ADS_1
#Bersambung