
"Apa kakak sudah lama menunggu ?" tanya Clara karena tak enak jika seandainya Nathan menunggu lama.
"Tidak sayang, aku juga baru sampai" jawab Nathan dengan senyuman menghiasi wajah tampannya itu.
"Hallo kak Nathan, lama tidak bertemu" sapa Luna dengan sopan pada Nathan.
"Hallo Luna" sapa Nathan juga pada Luna.
"Apakah ini temanmu yang bernama Andin itu sayang ?" tanya Nathan yang melihat ada perempuan disamping Luna.
"Iya kakak. Ini temanku Andin" jawab Clara memperkenalkan Andin pada Nathan.
__ADS_1
"Salam kenal Andin, aku Nathan calon suaminya Clara" sambung Nathan pada Andin yang menatap Nathan dengan gugup karena ini pertama kalinya Andin bertemu Nathan. Karena perawakan Nathan terlihat seperti pria yang dingin dan sulit untuk didekati orang lain.
"Hallo kak Nathan. Salam kenal, saya Andin temannya Clara" sapa Andin sambil memperkenalkan dirinya.
"kumpul-kumpulnya sudah selesai kan ? Aku akan membawa pulang Clara sekarang" ucap Nathan pada Andin dan Luna.
"Iya sudah kak. Kakak sudah bisa membawa Clara pulang" jawab Luna mempersilahkan Nathan untuk membawa Clara pulang karena acara kumpul-kumpul mereka sudah selesai dan di tambah hari juga sudah sore.
"Kalian berdua pulang dengan apa ? ayo naik, aku antar sekalian" tawar Nathan pada Luna dan juga Andin untuk mengantar mereka pulang. Karena Nathan tak tahu bahwa mereka berdua membawa kendaraan masing-masing.
"Sayang, Kau terlihat senang sekali. Apakah ada sesuatu hal yang terjadi yang membuat dirimu sangat bahagia ?" tanya Nathan ingin tahu alasan Clara tersenyum bahagia sedari tadi selama perjalanan pulang.
__ADS_1
"Tentu saja aku sangat senang kakak. Hari ini aku bisa menghabiskan waktuku bersama teman-temanku dan pulangnya aku dijemput oleh kak Nathan. Makanya aku sangat bahagia sekali hari ini" ucap Clara dengan senyuman mengembang di bibirnya. Clara benar-benar merasa sangat bahagia sekali hari ini. Karena sangat jarang sekali ia bisa bertemu dan menghabiskan waktunya bersama teman-temannya.
"Syukurlah kau sangat senang sekali hari ini. Aku jadi ikut senang juda karenanya" ucap Nathan tersenyum.
Saat ini Naufan tengah menghadiri kencan buta yang telah disiapkan oleh ibunya kemarin. Naufan tak punya pilihan lain untuk datang ke pertemuan itu karena terus didesak oleh ibunya.
"Kenapa aku malah datang kesini ? di tambah kenapa aku datang lebih cepat dari waktu janjiannya" ucap Naufan sambil memegangi kepalanya tanda pusing karena keadaan yang tengah ia alami sekarang.
Naufan terus berkutik dengan pikirannya, hingga tak sadar bahwa teman kencannya sudah datang dan menemui Naufan.
"Hallo, Selamat siang. Apakah anda yang bernama Naufan ?" tanya perempuan itu pada Naufan yang tengah menundukkan kepalanya karena stres dengan keadaan yang menimpa dirinya mengikuti kencan buta yang telah disiapkan oleh ibunya.
__ADS_1
Mendengar seseorang berbicara padanya, Naufan langsung melihat ke arah perempuan yang menyapanya dan entah kenapa ia merasa familiar dengan wajah perempuan itu. Naufan merasa bahwa ia pernah bertemu dengan perempuan ini, tapi dia tak ingat dimana pernah bertemu sebelumnya.
#Bersambung