
Nathan tau bahwa Claralah yang melihat kejadian waktu malam itu. lantas kenapa Nathan bersikap seolah-olah tidak tau apapun. Padahal waktu itu Nathan begitu sangat marah dan memerintahkan seluruh bawahannya untuk mencari keberadaan Clara.
"Apakah dia sengaja bersikap baik padaku. Agar aku menyerah padanya" Ucap Clara dalam hatinya dengan beribu pertanyaan melintas dibenaknya saat ini.
"Ah..... bikin pusing saja" ronta Clara sambil memegangi kepalanya.
Clara akhirnya tidak ambil pusing dengan sikap Nathan yang aneh padanya. Karena ia harus fokus dalam pekerjaannya. Clara tidak mau karena fikiran bodoh yang terlintas difikirannya. Malah membuat pekerjaannya berantakan. Clara tidak ingin itu terjadi.
__ADS_1
Nathan sebenarnya berharap bisa bertemu Clara hari ini. Karena entah kenapa Nathan terus teringat-ingat wajah Clara. Apalagi ketika gadis itu tersenyum. Membuat suasana hati Nathan menjadi lebih baik.
Hari demi hari berlalu begitu saja. Begitu pula dengan Nathan dan Clara. Entah sejak kapan keduanya jadi begitu akrab. Sering mengirim pesan dan bahkan terkadang juga bertemu walau hanya sekedar ngobrol biasa.
Keduanya entah sejak kapan juga merasakan perasaan yang berbeda ketika saling bertemu. Seperti ada rasa kerinduaan pabila tidak bertemu satu sama lain. Seperti terasa ada yang hilang.
"Clara akhirnya aku menyadari tentang sikapku selama ini padamu. Tak pernah kusangka aku malah jatuh dalam pesonamu" Nathan tertawa memikirkan hal ini, ia benar-benar tak menyangka akan jadi seperti ini pada akhirnya.
__ADS_1
"Ah....... bisa gila aku" Ucap Nathan pada dirinya sendiri.
Clara yang memiliki perasaan yang sama seperti Nathan malah menganggap hal itu adalah hal yang biasa. Dia berfikir mungkin karena Nathan begitu baik padanya. Dia menganggap kebaikan Nathan itu dalam bentuk kepedulian. Kepedulian antar sesama teman atau antara adik dan kakak tidak lebih dari itu.
Hari ini Nathan sangat ingin bertemu dengan Clara. Nathan berfikir hubungannya dengan Clara sudah cukup dekat. Clara tidak lagi tempak takut ketika bertemu dengan Nathan. Segalanya telah berubah menurut Nathan. Nathan ingin menjaga Clara dan juga ingin memiliki Clara. Tapi Nathan tau bahwa dia tak bisa berbuat dengan tergesa-gesa, karena ia takut Clara akan menolaknya. Karena itu Nathan ingin memastikan terlebih dahulu. Apakah Clara juga memiliki perasaan yang sama seperti Nathan atau tidak. Nathan akan menyesalinya seumur hidup jika tindakannya nanti akan melukai Clara dan Clara akan menjauhinya. Karena itu Nathan harus perlahan-lahan mendekati Clara.
"Apakah dia sibuk hari ini ? hmm.... aku sangat ingin bertemu dengannya. Apa sebaiknya ku telfon saja" Nathan menghela nafasnya sambil memegangi ponselnya. Memang susah kalau kita menyukai seseorang tapi tak bisa bersama orang itu. Nathan akhirnya merasakan yang namanya cinta sepihak yang sebelumnya tak pernah terfikirkan olehnya.
__ADS_1
*Bersambung*