
"Yang kau katakan memang benar Clara. Tapi mencari pasangan dan pendamping hidup itu bukanlah hal yang mudah, dan kita tak bisa hanya mengenal orang itu sebentar lalu tiba-tiba memutuskan untuk menikah. Karena kita harus menyatukan sifat kita dan hal yang dirasa perlu, dan disitulah masalahnya, aku kesulitan untuk tertarik dengan lawan jenis. Karena ketika aku berhadapan dengan mereka, aku seperti tau bagaimana mereka yang sesungguhnya, dan kebanyakan perempuan yang aku temui, semuanya sangat suka bermuka dua. Aku lebih suka dengan perempuan yang memperlihatkan memang seperti itulah dia" jelas Naufan yang tiba-tiba curhat tentang kesulitannya dalam memilih pasangan karena sifatnya yang entah kenapa bisa menyadari sifat orang yang ia temui itu adalah kebohongan dan hanya sekedar rekayasa agar terlihat baik di depan orang itu, tapi jangan terlalu berlebihan dan terlalu kentara ketika dilihat. Karena sangat terlihat kepalsuannya yang membuat kesan buruk.
"Kalau seperti itu keadaannya, cukup sulit juga jadinya kak. Karena hubungan itu sering kali muncul karena pertemuan dengan kesan yang baik. Tapi jika sedari awalnya sudah seperti itu, ya jadi susah juga" ucap Luna memberi arahan pada Naufan soal kesan pertemuan pertama ketika ingin menjalin hubungan dengan seseorang.
"Yah mau bagaimana lagi, memang beginilah keadaannya" jawab Naufan dengan santainya tanpa ada beban sedikitpun. Karena Naufan juga belum terfikirkan untuk memiliki pasangan saat ini. Naufan masih ingin sendiri menikmati hari-harinya tanpa adanya beban perasaan yang tak diperlukan.
"Clara. Kenapa hanya diam saja. Bosan kah ? atau ceritaku tak menarik untuk di dengar ?" tanya Naufan sambil melihat kearah Clara yang hanya diam mengamati Naufan dan juga Luna yang tengah berbincang.
__ADS_1
"Tidak kakak. Clara mendengar perbincangan kalian kok. Clara gak nyangka ternyata kak Naufan orangnya asik juga diajak mengobrol. Padahal Clara kira kakak tipe orang yang pendiam, ternyata tidak" ucap Clara yang tak menyangka bahwa Naufan ternyata sedikit cerewet juga. Padahal selama ini dia jarang sekali berbicara.
"Itu karena kalian belum mengenal diriku. Setiap orang pasti akan sangat berbeda dengan kesan pertamanya dengan ketika orang itu sudah sangat di kenal" ucap Naufan memberitahu Clara bahwa dia tak sama seperti dia pertama kali bertemu dengan Clara dibandingkan dengan yang sekarang ketika mereka mulai akrab.
"Hahahahah yang kakak katakan memang benar sekali. Aku pun juga seperti itu" jawab Clara bahwa dirinya sama dengan Naufan ketika berbicara dengan orang yang baru dikenal karena canggung dan tak tau apa yang harus dibicarakan dengan orang itu. Clara tipe orang yang sedikit kesulitan akrab dengan seseorang yang baru ia kenal.
"Semua orang pasti seperti itu pada awalnya kak. Gak mungkin kan baru kenal langsung akrab seperti itu. Memang ada sih beberapa orang yang langsung akrab dipertemuan awal mereka. Ya intinya setiap orang memiliki tipe kedekatan yang berbeda-beda" ucap Luna mengutarakan pendapatnya dengan jelas dan tepat.
__ADS_1
Naufan, Clara dan juga Luna menghabiskan waktu dengan berbincang ini itu sembari mengakrabkan diri. Naufan tak menyangka bahwa mengobrol dengan Clara dan Luna ternyata mengasyikkan seperti ini. Naufan mengira bahwa Clara dan Luna akan seperti perempuan-perempuan yang sering mengganggu dirinya, ternyata hal itu tidaklah benar. Clara dan Luna tidak memperlihatkan sifat palsu mereka, malahan mereka berdua terlalu terbuka dan jujur dalam berkata-kata, apalagi ketika mereka berdua mengutarakan pendapat mereka.
Naufan hanya berharap, nantinya ketika ia bertemu dengan jodohnya, orang itu akan bersikap seperti ini tanpa adanya kepalsuan dan hal yang dibuat-buat padahal semuanya adalah kebohongan.
Setelah mengobrol cukup lama, mereka bertiga pun pulang ke rumah masing-masing, tentunya Luna mengantarkan Clara pulang terlebih dahulu, beru dirinya pulang kerumah sendiri.
#Bersambung
__ADS_1