My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#41


__ADS_3

Lalu tiba-tiba ponsel Clara bergetar menandakan ada telfon yang masuk dan Clara langsung mengangkatnya.


"Hy Ra. Kabar gue baik kok. Lo sendiri gimana ? maaf gue jarang ngasih kabar ke lo" Begitulah hal yang didengar Clara saat ini dan hal itu membuat Clara menjadi senang. Untung saja masih ada yang mau berbicara dengannya.


"Kabar gue baik. Gapap Lun. Oh iya lo lagi apa sekarang ?" tanya Clara pada Luna. Karena Lunalah yang menghubungi Clara saat ini.


"Setalah lulus orang tua gue langsung nyuruh gue kerja di rumah sakit miliki keluarga. Karena itu gue sibuk banget nyiapin ini itu. Bahkan gue juga hampir jarang megang ponsel" jelas Luna pada Clara.


"Syukurlah lo baik-baik aja Lun. Sebenarnya ada yang mau gue tanyain sama lo Lun" ucap Clara sebenarnya ia ragu ingin menanyakan hal itu.


"Mau nanya apa Ra ?" tanya Luna penasaran.

__ADS_1


"Lun. Menurut lo gue ada salah gak sama Morgan dan Sherly ?" tanya Clara dengan hati yang was-was. Luna yang mendengar hal itu pun terkejut dengan apa yang di tanyakan Clara. Karena Luna pun juga jarang komunikasian dengan Morgan dan juga Sherly. jadinya bisa di bilang Luna tidak tau apapun.


"Maaf Ra. Gue gak tau apapun. Gue juga jarang komunikasian bareng mereka berdua" jawab Luna.


"Oh iya. Kenapa lo tiba-tiba nanya kek begitu Ra. Apa ada sesuatu yang gak gue tau ?" tanya Luna lagi penasaran.


"Mereka berdua ngejauhin gue. Bahkan pesan gue gak pernah di balas. Telfon gue juga gak pernah di angkat" ucap Clara gemetar ketika menjawab apa yang ditanyakan Luna. Hatinya tiba-tiba sakit dan rasanya ia juga mau menangis.


"Seriusan Ra. Gak mungkin mereka bakal ngejauhin lo. Kita udah temanan gak sehari dua hari loh. Tapi sejak kecil, udah bertahun-tahun. Jadinya gak mungkin tetiba mereka ngejauhin lo Ra" ucap Luna tidak percaya.


"Gue juga heran Lun. Gue bingung. Bahkan ketika di kampus mereka cuma nyapa gue aja. Terus ngobrol sebentar. Eh tiba-tiba langsung bilang ada kegiatan lain. Jelas kali sikap mereka itu mau ngejauhin gue" jelas Clara lagi. Kini Clara tidak sanggup lagi menahan air matanya. Clara tengah menangis saat ini.

__ADS_1


"Jangan nangis Ra. Mungkin mereka punya kesulitan tersendiri Ra. Ambil sisi positifnya aja Ok. Lo masih ada gue. Kalo lo ada sesuatu lo tinggal bilang gue. Maaf gue gak nemuin atau ngunjungin lo selama ini. Karena gue beberapa waktu ni punya kesulitan sendiri juga" jelas luna agar Clara mau mengerti keadaannya. Karena jika Luna tau dengan bagaimana keadaan Clara, Luna pasti akan nemuin Clara bagaimanapun caranya. Tapi mau bagaimana lagi semuanya telah berlalu dan jadi masa lalu.


"Gue ngerti kok Lun. Gak usah khawatir. Karena selama ini gue juga selalu berfikir positif dengan keadaan yang gue alami" ucap Clara menjelaskan pada Luna.


"Ya udah. Gak usah terlalu difikirkan lagi Ra. Kalaupun mereka ngehindar lo harus tetap ingat. Lo punya gue" ucap Luna dengan nada sedikit keras agar Clara tetap bersemangat.


"Hahahahah Makasih Lun. Lo emang teman terbaik gue" ucap Clara penuh haru.


"Ketawa juga lo kan" ucap Luna juga tertawa menimpali Clara.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2