My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#16


__ADS_3

Satu hal yang membuat Nathan sangat ditakuti yaitu tempramennya yang cukup buruk. Nathan tidak bisa mengendalikan amarah maupun emosinya. Sekalinya emosinya memuncak maka tidak akan ada ketenangan yang akan dirasakan. Nathan seolah-olah akan memberikan hukuman dan hukuman itu benarlah sangat mengerikan.


Setelah melaksanakan aktivitas paginya. Nathan bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Saat ini Nathan berusia 28 tahun. Sedangkan Clara berusia 20 tahun. Perbedaan umur Nathan dan Clara sangatlah jauh.


"Selamat pagi tuan" ucap salah satu orang kepercayaan Nathan yang bernama Riyan sekaligus kaki tangan Nathan


"Selamat pagi" ucap Nathan dingin seperti biasanya


"Apakah ada hal penting yang ingin kau sampaikan ? " tanya Nathan kepada Riyan

__ADS_1


"Tidak ada tuan. Semuanya seperti yang anda perintahkan sebelumnya" jawab Riyan kepada Nathan


"hmmmm terus awasi gadis itu" perintah Nathan


"Baik tuan. sesuai dengan perintah anda" jawab Riyan


Riyan tak mau repot-rwpot memikirkan hal ini. Mungkin saja tuannya akan melakukan hal lainnya nanti. Riyan hanya perlu melaksanakan segala perintah Nathan apapun bentuknya itu, itulah yang harus Riyan lakukan. Tidak perlu memikirkan apa yang akan dilakuka oleh tuannya.


Setelah sarapan Nathan langsung bergegas menuju mobilnya. Kantor Nathan tak begitu jauh dari rumahnya hanya butuh dua puluh menit untuk sampai disana. Biasanya ketika diperjalanan menuju kantor Nathan selalu menyempatkan untuk melihat apakah ada email penting yang masuk di notebooknya. Ternyata memang ada dan Nathan pun mulai fokus untuk membaca setiap email yang baru masuk itu. Kebanyakan email yang masuk adalah tentang proyek kerja sama dan hal-hal lainnya.

__ADS_1


Terkadang Nathan juga menyempatkan untuk membaca buku atau novel. Membaca buku bisa dibilang salah satu hobi Nathan.


Sesampainya di kantor Nathan langsung Menuju ke lantai paling atas dimana ruang kerjanya yang berlokasikan atau ditempatkan disana. dan ada yang lebih penting lantai paling atas yaitu lantai tiga belas dikhususkan hanya untuk Nathan seorang tentunya dengan sekretarisnya juga.


Ketika Nathan memasuki kantor. Semua karyawan sudah bersiap-siap untuk menyambut kedatangan Nathan. Tak banyak diantara para karyawan merasa ada yang ketakutan. Bisa dibilang aturan dikantor milik Nathan sangatlah ketat. Tak jarang banyak karyawan yanh tak betah dan tak kuat bekerja disana. Bahkan ada yang baru mulai bekerja beberapa hari dan tak lama setelah itu mereka langsung berhenti. Karena tekanan yang dialami sangat berat. Ditempat ini tak penting dari lulusan mana kau berasal asalkan memiliki integritas, loyalitas berkemampuan makan dialah yang paling layak maka ia bisa bekerja dan diterima diperusahaab ini dan paling dihargai kerja kerasnya oleh Nathan. Karena Nathan melihat hasil dalam kerja keras setiap orang dan itu perlu untuk mendapatkan apresiasi.


Dimata Nathan yang paling bekerja keras dan tidak pernah membuat kesalahan adalah yang paling bisa diajak untuk bekerja sama. Maka Nathan akan sangat menghormatinya. kesalahan kesalahan kecil itu masih dipertimbangkan dan dimaafkan. Hanya saja jika kesalahannya sudah sangat fatal dan tak bisa diperbaiki maka tidak ada kosekuensinya lagi. Orang-orang tersebut akan langsung dipecat pada waktu itu juga. Begitulah sangat ketatnya aturan yang dibuat Nathan untuk memajukan kantornya. Terbukti bahwa sekarang usaha dan kerja keras Nathan membawakan hasil, dan bahkan dinobatkan sebagai pengusaha muda terkaya di negara ini.


#bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2