My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#61


__ADS_3

"Kakak. Kau tak bercanda kan ? Apakah ini sungguhan ? kakak tidak mempermainkan diriku bukan ?" tanya Luna tampak ragu dengan hal yang di katakan Rafael karena Rafael mengutarakan isi hatinya terlalu mendadak dan membuat Luna terkejut bukan main.


"Aku tidak bercanda dan aku bersungguh-sungguh padamu Luna" jawab Rafael dengan serius.


"Apakah kau tak bisa melihat keseriusanku ?" tanya Rafael pada Luna masih dengan seriusnya.


Luna hanya diam membeku tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Luna tak tau harus mengatakan apa pun. Luna menjadi hilang akal di buatnya.


"Kau tak perlu menjawabnya sekarang ? Aku akan menunggu dirimu siap" ucap Rafael memberitahu Luna agar tak terlalu tertekan.

__ADS_1


"Aku akan menjawabnya sekarang kak" ucap Luna dengan hati yang sedikit cemas dan dag dag an. Sontak hal itu membuat Rafael terkejut. Bisa di katakan Rafael belum siap mendengar jawaban dari Luna. Karena Rafael takut di tolak oleh Luna.


"Aku sebenarnya belum pernah berpacaran. Jadi tak tau caranya menanggapi pernyataan sukanya kak Rafael. Aku orangnya juga tak terlalu mengerti bagaimana hubungan perempuan dan laki-laki. Jika di lihat-lihat, selama aku mengenal kakak. Kakak orangnya sangat baik dan penuh perhatian. Jika kakak memang menyukai diriku dan tak keberatan dengan segala sifatku. Aku bersedia menjalin hubungan dengan kakak" jawab Luna panjang lebar mengutarakan isi hatinya dan menerima pernyataan cinta Rafael tentunya. Mendengar penjelasan Luna membuat Rafael benar-benar terkejut. Dia tak menyangka bahwa Luna akan benar-benar menerima pernyataan cinta darinya. Rafael seperti tengah berada di atas awan saat ini. Jantungnya terus berdebar sangat kencang. Rafael seperti kehilangan kesadarannya sejenak, Rafael sempat terdiam beberapa waktu.


"Kakak. Kau baik-baik saja ? kenapa diam saja" tanya Luna yang merasa aneh dan canggung sendiri.


"Ada apa dengan kak Rafael. Setelah menembak diriku malah diam saja. Padahal aku sudah menerima pernyataan cinta darinya. Bikin canggung saja" ucap Luna dalam hati merasa kesal sendiri karena ulah Rafael yang tiba-tiba diam membatu.


"Eh... Ada apa ?" tanya Rafael terkejut dengan panggilan Luna.

__ADS_1


"Ih... kakak. Udah nembak. Terus aku jawab. Kakak malah diam saja. Bikin kesal aja deh" ucap Luna sambil membuang muka melihat ke arah lain. Rafael yang melihat itu jadi merasa bersalah karenanya.


"Maaf. Maaf Lun. Aku tadi benar-benar terkejut ketika kau menerima pernyataan cinta dariku. Ku kira kau akan menolakku tadi. Tak ku sangka kau malah menerima diriku" jelas Rafael menjelaskan keadaannya tadi pada Luna.


"Kenapa kakak sampai berfikiran bahwa aku akan menolak kakak ?" tanya Luna ingin tahu kenapa Rafael sampai berfikiran seperti itu.


"Hanya firasat saja. Karena kau tak pernah memperlihatkan ketertarikanmu padaku. Seolah-olah kau hanya menganggap aku seperti kenalan biasa saja. Jadinya aku pesimis ketika hendak mendengar jawabanmu" jelas Rafael tentang hal yang di rasakan dan di fikirkannya.


"Ternyata begitu. Jadi bagaimana kakak ?" tanya Luna memastikan hubungan mereka saat ini.

__ADS_1


"Tentu saja kau adalah kekasihku sekarang" jawab Rafael menggenggam erat jemari tangan Luna. Luna yang di genggam tangannya merasa malu. Karena hal ini baru pertama kali bagi Luna sedekat ini dengan lawan jenis yang bukan anggota keluarganya. Mereka berdua pun akhirnya resmu sebagai pasangan. Setelah drama sedikit panjang mengenai persoalan hati. Rafael dan Luna pun bergegas menuju ke pernikahan Boby dan Citra.


*Bersambung*


__ADS_2