
Mereka berempat pun bangkit dari tempat duduk mereka. Dan menuju keparkiran untuk mengambil kendaraan mereka masing-masing. Selama diperjalanan Clara tampak tidak tenang. Pikirannya hanya tertuju pada satu tempat yaitu ayah dan bundanya.
"Tuhan... Ini semua gak bener kan, ayah dan bunda gak mungkin ninggalin Clara kan" Ucap Clara dalam hati sambil menangis.
Sesampainya dirumah Clara, Clara langsung bergegas membuka pintu mobil dan berlari kearah dalam rumahnya. Semua orang telah berkumpul didalam rumah Clara. Clara tak mampu menahan tangisnya ketika ia melihat dua peti mati yang berisikan jasad kedua orang tuanya.
"Ayah bunda. Kenapa ayah sama bunda tidur disini? ayo bangun ayah bunda ? Clara mohon bangunlah" histeris Clara sesegukan
"Ayah bunda. Kenapa seperti ini? kalian sudah berjanji padaku bahwa kalian akan pulang kerumah dengan selamat dan membawakan Clara oleh-oleh. Clara mohon bangun Ayah... bangun bunda..." tangis Clara menggebu-gebu semakin menjadi-jadi.
"Clar.... sabar Clar. Relain kepergian orang tua lo. Biarkan mereka tenang dialam sana Clar. Jangan nangis lagi. Lo harus tabah, sabar Clar. Masih ada kita semua bersama lo Clar. Lo ga sendirian" Ucap Luna menenangkan Clara.
__ADS_1
Clara tak kunjung berhenti menangis. Ia semakin histeris. Orang-orang disekitarnya tak mampu berbuat apapun. Percuma membujuk seorang anak yang ditinggal kedua orang tuanya. Karena luka yang ia terima berkali-kali lipat sakitnya. Karena kehilangan kedua orang tua adalah hal yang benar-benar tak diinginkan orang lain rasakan.
Setelah mengantarkan kepergian kedua orang tuanya ketempat peristirahatan terakhirnya. Clara berubah menjadi sosok yang sangat pendiam. Kehidupannya berubah menjadi kelabu. Yang tadinya penuh canda tawa sekarang penuh dengan kesuraman dan kesedihan. Tidak ada lagi kebahagian yang terpancar dari wajahnya. Hal itu membuat orang-orang disekitarnya merasa khawatir dan bersedih dengan apa yang terjadi pada Clara.
"Non. ayo makan dulu non" Bujuk bi ijah kepada nona mudanya itu
Clara hanya diam membisu. Ia tak henti-hentinya memandangi foto ayah bundanya yang sudah menjadi kenangan dalam hidupnya. Tak akan ada lagi foto yang baru yang kan menghiasi kamar Clara.
" Mereka gak bakalan sedih bi. mereka gak bakalan khawatir sama keadaan Clara. Mereka gak peduli dengan apa yang terjadi pada Clara. Mereka ninggalin Clara. Clara benci ayah dan bunda" tangis Clara menjadi-jadi.
"Non. tuan dan nyonya tidak meninggalkan non sendirian. Mereka berdua ada dalam hati non. Nyonya dan tuan ada bersama non kemana pun non melangkah pergi. Semua yang terjadi adalah takdir non. Non harus mampu menerima Segala hal yang terjadi saat non. bibi percaya non mampu untuk menghadapi segala kesulitan ini non. karena non yang bibi tau adalah sosok yang kuat" Ucap bi Ijah menenangkan Clara.
__ADS_1
Clara tidak menjawab perkataan bi ijah. Clara merasa hati dan fikirannya kosong. Yang ia inginkan saat ini adalah bertemu dan bersama orang tuanya. dia tidak menginginkan hal yang lain. cukup orang tuanya saja.
"Tuhan... kenapa begitu tega denganku. kenapa engkau mengambil mereka berdua begitu cepat. Clara gak sanggup hidup jika tak ada mereka berdua. Clara mohon tuhan... kembalikan mereka berdua pada Clara" isak tangis Clara semakin menjadi-jadi menghiasi kamarnya yang sepi.
Clara merasa apa yang terjadi pada saat dirinya saat ini adalah ketidakadilan. Dia ingin semua hal yang terjadi padanya saat ini hanyalah mimpi saja.
Sampai sini dulu ya guys...
Jangan lupa pantauin terus...
heheheheh
__ADS_1
Sampai ketemu dicerita selanjutnya