
"Dady, bisakah dady bersikap biasa saja, haruskah memalingkan wajah segala padahal dalam hati rasanya sangat senang sekali karena bisa memiliki anak perempuan yang cantik seperti Clara" ejek Rafael pada ayahnya itu.
"Dadymu itu sangat senang sekali, hanya saja sok tidak mengakuinya saja" sambung ibu Rafael yang ikut-ikutan meledek suaminya.
Mendengar ledeka istri dan anaknya, ayah Rafael menjadi semakin malu karenanya.
"Ayah. Terimakasih sudah mau menjadi ayah Clara. Clara akan berusaha menjadi anak yang baik untuk ayah" ucap Clara yang membuat ayah Rafael tersentak karena mendengarnya, mendengar hal itu ayah Rafael tersenyum sangat lebar sekali karena tingkah Clara yang langsung memanggilnya dengan sebutan ayah itu.
__ADS_1
"Astaga, sini peluk ayah" ucap ayah Rafael sambil merentangkan kedua tangannya meminta ingin di peluk oleh Clara.
Clara yang mendengar itu langsung menghampiri ayah Rafael dan mereka berdua pun berpelukan. Nathan yang melihat kedekatan antara Clara dan ayah Rafael menjadi sangat senang karena Nathan merasa bahwa ini permulaan untuk membuat Clara bahagia dan merasa tidak berkekurangab apapun.
"Nathan, apa kau tak cemburu kekasihmu dipeluk pria lain" ejek Rafael sambil menggoda Nathan yang sedari tadi hanya diam saja menyimak pembicaraan.
"Ingat baik-baik Nathan. Clara udah jadi adek gue sekarang, jadi lo harus ngehormatin gue sebagai kakaknya Clara" ucap Rafael dengan gagahnya menatap Nathan yang tengah kesal itu. Rafael sengaja membuat Nathan kesal karena ingin bermain-main sebentar, menurut Rafael itu menyenangkan menggoda Nathan yang tengah bersikap serius sedari tadi, Nathan yang semakin kesal karena tingkah Rafael tiba-tiba langsung menjitak kepala Rafael yang membuat Rafael mengaduh sakit.
__ADS_1
"Kakak kenapa memukul kak Rafael, kan jadinya kak Rafael kesakitan" ucap Clara yang khawatir dengan Rafael karena Rafael tiba-tiba menunduk karena kesakitan yang sebenarnya itu hanya pura-pura saja agar Clara datang untuk membelanya yang tampak seperti korban.
"Sayang, jangan percaya. Dia hanya pura-pura saja" ucap Nathan menjauhkan Clara dari sisi Rafael. Melihat tingkah ketiga anak-anak di depan mereka. Ayah dan ibu Rafael tampak sangat senang, karena ia merasa bahwa suasana rumah jadi sedikit berbeda dari yang biasanya.
Mereka menghabiskan waktu dengan berbincang persoalan persiapan pernikahan yang nantinya segala sesuatunya akan dibantu penyelenggaraannya oleh ayah dan ibu Rafael. Tidak hanya membicarakan persoalan pernikahan, mereka juga saling bercanda satu sama lainnya, dan yang lebih pentingnya ayah dan ibu Rafael ingin mengenal Clara lebih banyak lagi. Karena itu pembicaraan mereka lebih banyak membahas seputar Clara bahkan ayah dan ibu Rafael juga diberitahu akan masalah Clara dengan sahabat-sahabat baiknya dulu yang meninggalkannya karena perintah orang tua mereka masing-masing.
Mendengar cerita itu membuat ayah dan ibu Rafael menjadi geram karena tak percaya dengan hal yang mereka dengar barusan. Apalagi ayah Rafael sangat tau dengan keluarganya Sherly dan juga Morgan karena mereka adalah rekan bisnis dahulu walaupun sekarang tidak lagi. Tapi hubungan diantara ketiganya masih baik-baik saja. Namun nampaknya hubungan ketiganya bisa saja berubah mulai sekarang melihat betapa orang tua Rafael sangat menyukai Clara dan telah menjadikan Clara anak mereka, ditambah nantinya akan ada acara pernikahan, keluarga Rafaellah yang akan menjadi tuan rumahnya karena mereka akan menjadi keluarga pihak pengantin perempuannya nanti. Jadi sudah bisa dibayangkan apa yang akan terjadi nantinya.
__ADS_1
#Bersambung