My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#59


__ADS_3

"Kakak, kau terus-terusan saja menggombali diriku. Aku kan jadi malu. Kakak gak liat apa, ada orang lain di sini" ucap Clara sambil menutupi wajahnya yang memerah dengan ke dua tangannya. Clara benar-benar sangat malu saat ini. Karena di salon ini banyak pasang mata yang melihat mereka berdua.


"Apa aku membuat kau malu sayang ?" tanya Nathan dengan raut wajah sedihnya berpura-pura.


"Bukan begitu kakak. Aku bukan malu karena kakak. Tapi karena gombalan kakak" jelas Clara langsung memeluk tubuh Nathan erat sambil menenggelamkan wajahnya di dada bidang Nathan.


"Sayang. Kau bilang kau malu dengan gombalanku. Tapi lihat apa yang kau lakukan sekarang, memelukku sangat erat di depan orang lain" ucap Nathan menggoda Clara lagi sambil membalas erat pelukan Clara.


"Heheheh kakak gak suka ?" tanya Clara melihat wajah Nathan dengan tatapan manjanya.


"Tentu saja aku sangat suka sekali. Di peluk erat istri kesayanganku" ucap Nathan sambil mengeratkan pelukannya di tubuh Clara.


"Aku belum jadi istri kakak" ucap Clara memukul pelan dada bidang Nathan.


"Sebentar lagi juga bakalan jadi kok" ucap Nathan kembali memeluk erat tubuh mungil Clara.

__ADS_1


"Hahahaha kan bukan sekarang" ucap Clara terkekeh tanda bahagia.


Clara dan Nathan pun telah siap untuk pergi ke pernikahan Boby dan Citra. Mereka berdua tampak serasi. Terlihat seperti pasangan yang sangat berbahagia saat ini. Begitulah orang lain melihat mereka berdua.


Di lain sisi Luna tengah bersiap-siap di apartementnya. Luna telah mengatakan pada keluarganya bahwa dia akan datang secara terpisah dan sedikit terlambat. Karena Luna telah berjanji pada Rafael bahwa dia akan menjadi pasangannya ketika menghadiri pernikahan Boby dan Citra nanti.


Luna tampak cantik dengan balutan gaun yang di kenakannya dengan riasan yang tipis dan terlihat natural tapi masih memperlihatkan sisi cantiknya yang alami. Pria yang melihatnya akan jatuh hati jika berpapasan dengannya. Begitulah penggambaran kecantikan Luna saat ini. Tiba-tiba ponsel Luna berdering menandakan ada panggilan telfon yang masuk. Ternyata Rafaellah yang menelfon dirinya.


"Hallo kak" ucap Luna memulai pembicaraan awal dengan Rafael.


"Aku sudah siap kak. Aku perlu menunggu kakak di mana ?" tanya Luna yang telah siap dengan riasannya memberitahu Rafael.


"Tunggu saja di apartement mu. Nanti aku akan menghubungimu lagi ketika sudah sampai di sana" ucap Rafael memberitahu Luna untuk menunggu dirinya di apartement saja tidak perlu ke luar.


"Ok kak. Aku akan menunggu kedatangan kakak" ucap Luna mengiyakan.

__ADS_1


"Ok. Aku akan menjemputmu sekarang. Tunggu aku di sana" ucap Rafael dengan nada sedikit memerintah. Panggilan telfon itu pun berakhir di sana, dan Luna pun menunggu kedatangan Rafael untuk menjemputnya.


Rafael pun sampai di depan apartement Luna dan langsung bergegas menelfon Luna yang tengah menunggu di dalam apartementnya.


"Hallo kak" ucap Luna mengangkat panggilan telfon dari Rafael.


"Aku sudah sampai. Turunlah" ucap Rafael memberitahu Luna bahwa dirinya sudah berada di depan apartement Luna sekarang.


"Ok kak. Tunggu ya" ucap Luna langsung mematikan ponselnya mengakhiri panggilan dengan Rafael dan bergegas menemui Rafael yang tengah menunggunya.


"Hy kak" ucap Luna sampai di depan apartementnya menyapa Rafael yang tengah bersandar di sisi samping mobilnya.


Hy Lun. Udah siap kan ?" tanya Rafael lagi memastikan apakah Luna sudah siap apa belum. Agar nantinya Luna nyaman ketika di pesta nanti.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2