
"Kau hanya perlu mengundang orang-orang yang dekat dan yang kau kenal sendiri. Karena kak Nathan dan pihak keluarga orang tua angkatmu pasti akan mengundang orang lebih banyak, sebab kolega bisnis mereka pasti sangat banyak. Jadi kau tak perlu khawatir memikirkannya. Kami pasti akan membantu dirimu juga, berapa banyaknya undangan yang datang itu tak terlalu penting tapi rangkaian acaranya yang penting dihadiri oleh orang-orang terkasih itulah yang paling diperlukan" jelas Andin agar Clara tak terlalu memikirkannya. Karena yang perlu difikirkan Clara hanyalah menjadi pengantinnya saja.
"Benar yang dikatakan Andin Ra. Kau tak perlu terlalu memikirkan hal itu. Cukup menjadi pengantin yang cantik saja" ucap Luna sambil memeluk erat tubuh Clara dari samping dengan penuh kasih sayang. Andin yang melihat hal itu juga ikut-ikutan memeluk Clara dari sisi samping yang satunya lagi. Mereka bertiga berpelukan dengan penuh kasih sayang satu sama lainnya.
"Kalian berdua benar-benar terbaik deh. jadi makin sayang karenanya" jawab Clara sambil menggenggam tangan Andin dan juga Luna. Clara benar-benar terharu karena sikap yang ditujukan ke dua sahabat baiknya itu padanya. Walau banyak hal yang terjadi dalam hidup Clara, Clara sangat bersykur masih diberikan orang-orang yang sangat tulus mencintai dan menyayangi dirinya seperti yang dilakukan ke dua sahabatnya itu.
__ADS_1
Saat ini Nathan tengah berada di kantornya, seperti biasanya banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan hari itu juga. Nathan memanggil sekretarisnya untuk segera datang ke kantornya. Karena ada hal yang perlu ia perintahkan pada sekretarisnya itu untuk dikerjakan, dan tak lama setelah itu sekretarisnya pun datang dan langsung menghampiri Nathan yang sedang berkutik dengan dokumen-dokumen yang menumpuk di meja ruang kerjanya. Sekretaris itu tampak was-was dengan panggilan Nathan yang mendadak itu, Karena bagaimanapun Nathan dikenal sebagai orang yang perfeksionis, tidak boleh ada kesalahan dalam pekerjaan yang harus dia lakukan, jika tidak ia akan sangat marah sekali nantinya.
"Selamat siang pak, anda memanggil saya ?" ucap sekretaris itu pada Nathan yang tengah membaca dokumen yang tengah ia pegang sedari tadi. Sekretaris itu tampak mengimbang-ngimbang kenapa bosnya itu memanggilnya.
"Baik pak. Saya akan buatkan daftarnya secepatnya" ucap Thomas tanda mengerti apa yang diperintahkan oleh bosnya itu.
__ADS_1
"Apakah ada hal lainnya pak ?" tanya Thomas menanyakan pada Nathan mungkin saja ada hal lain yang perlu ia kerjakan dan selesaikan mengingat ia adalah sekretaris seorang bos besar pemilik dari salah satu perusahan ternama di negara ini.
"Tidak ada, silahkan kembali kerjakan pekerjaanmu" perintah Nathan pada sekretarisnya itu untuk bekerja. Thomas pun memberi hormat pada atasannya itu dan langsung bergegas kembali kerja ke meja kerjanya yang berada di luar ruangan kerjanya Nathan, karena memang disitulah tempat para sekretaris berada. Nathan memiliki dua sekretaris yang dikomandai oleh Thomas dan yang satunya bekerja sebagai asistennya dalam membantu pekerjaan kantor yang terus menumpuk. Apalagi Thomas juga sering ikut Nathan bepergian, karena itulah perlu adanya pekerja lain untuk membantu pekerjaan Thomas yang sangat menumpuk itu diselesaikan secepatnya.
#Bersambung
__ADS_1