
Setelah menyelesaikan pekerjaannya Clara bergegas untuk pulang. Sebelum pulang Clara singgah dulu di sebuah cafe yang tak jauh dari lokasi apartementnya. Tanpa disangka-sangka disana Clara bertemu dengan seseorang yang sama sekali tak ingin dia temui mengingat insiden yang mengerikan terjadi beberapa hari yang lalu. Pria itu tengah duduk santai sendirian sambil melihat ke kerumunan orang-orang yang lalu lalang. Ya dialah Nathan. Saat ini Nathan tengah bersantai sepulang kerja di sebuah cafe yang menurutnya sangat menarik. Awalnya Nathan ingin cepat pulang kerumahnya. Namun ditengah perjalanan tiba-tiba ia sangat ingin minum kopi di cafe. Alhasil disinilah dia dengan kopi kesukaannya.
Clara benar-benar tak tau apa yang harus dilakukannya. Jika ia tiba-tiba keluar dari cafe itu takutnya tindakan yang ia lakukan akan membuat kecurigaan. Karena ketika insiden itu Nathan melihat jelas wajah Clara.
"Bagaimana ini, jika dia mengenali aku, mereka akan mengejar lagi dan aku pasti akan celaka". Ucap Clara dalam hatinya.
Clara benar-benar ketakutan saat ini. Bahkan latte yang ia pesan tak terasa enak saat ia meminumnya. Tiba-tiba seseorang menghampiri Clara. Clara melihat sosok yang menghampirinya itu. Clara langsung kaget karena yang tengah berdiri dihadapannya saat ini adalah Nathan.
Sebenarnya Nathan sudah menyadari kehadiran Clara dari tadi. Ditambah sikap Clara yang sedikit mencolok membuat Nathan menyadarinya.
"Eh..... bukankah dia gadis kecil itu (*tersenyum*)" Ucap Nathan dalam hatinya.
Jiwa jahil Nathan tiba-tiba muncul. Dia menghampiri Clara bukan bermaksud untuk menyakiti hanya ingin melihat bagaimana ekspresi Clara ketika Nathan menghampirinya.
"Nona. Apakah kau baik-baik saja?" tanya Nathan kepada Clara
"Eh...." Clara terkejut. Ia sangat gugup dan kehilangan akalnya sejenak ketika Nathan tiba-tiba bertanya kepadanya.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja. Terima kasih" Ucap Clara sangking gugupnya.
"Syukurlah. Bolehkah aku duduk disini?" tanya Nathan lagi kepada Clara
Clara tiba-tiba kaget bukan main. Dipikirannya saat ini kenapa laki-laki ini ingin duduk disini. Bukankah tempat ia duduk tadi kosong. Apa sebenarnya yang ingin ia lakukan. Begitulah pikir Clara, Banyak hal yang terlintas dipikirannya saat ini.
"Tentu. Silahkan" jawab Clara terpaksa mengiyakan karena ia sangat takut untuk menolak permintaan Clara.
"Kita belum berkenalan. Namaku Nathan" Ucap Nathan memulai pembicaraan
"Senang juga berkenalan denganmu Clara" Balas Nathan
"Berapa usiamu Clara?" tanya Nathan
"Aku 20 tahun" jawab Clara
"Mahasiswakah?" tanya Nathan lagi
__ADS_1
"Iya. Kalau Nathan sendiri umurnya berapa?" tanya Clara kepada Nathan. Karena Clara juga penasaran dengan umur Nathan.
"Aku 28 tahun" Ucap Nathan
"Eh..... maafkan aku telab berbicara tidak sopan. Aku tidak benar-benar tidak tau" Ucap Clara pada Nathan karena sedari tadi Clara memanggil nama Nathan dengan santainya. Padahal Nathan lebih tua 8 tahun dari dirinya.
"Tidak apa-apa. Kau bisa memanggilku kakak". Jawab Nathan
"Baik kak Nathan" Ucap Clara sambil tersenyum manis
"Manis juga" Ucap Nathan dalam hati melihat senyuman Clara
Entah kenapa perasaan kesal dan amarah yang tertuju pada Clara karena insiden waktu itu. Jadi terlupakan sejenak.
Tanpa mereka sadari. Mereka berbincang cukup lama. Entah keasikan karena mengobrol atau lupa waktu. Clara yang menyadari waktu telah berlalu cukup lama, memutuskan menghentikan obrolan dan beranjak untuk pulang.
#next chapter
__ADS_1