My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#103


__ADS_3

"Memangnya siapa orangnya, bikin ayah penasaran saja" tanya ayah Rafael ingin tahu orang yang ditemui oleh putra kesayangannya itu.


"Calon mantu ayah tentunya" jawab Rafael dengan nada lembutnya tiba-tiba dan sontak perkataan Rafael itu membuat orang tuanya terkejut karena setau mereka Rafael paling anti berdekatan dengan lawan jenis dan tak memiliki kekasih juga lalu sekarang tiba-tiba ia mengatakan bahwa ia memilikinya tanpa adanya keraguan dalam perkataannya.


"Calon mantu" ucap ayah dan ibu Rafael bersamaan kaget.


"Sayang, sejak kapan kau memiliki kekasih ?" tanya ibu Rafael yang tidak percaya bahwa anaknya itu memiliki kekasih sekarang karena orang tua Rafael sangat tau bagaimana sifat Rafael dan apa saja yang Rafael lakukan diluar sana.


"Sudah cukup lama sih" jawab Rafael dengan santainya.


"Lalu kenapa tak kau kenalkan dengan ayah dan ibu ?" tanya ayah Rafael ingin tahu bagaimana rupa kekasih anaknya itu. Karena Rafael termasuk orang yang pemilih.

__ADS_1


"Karena ku rasa belum waktunya. Tentu saja aku harus membuat dia nyaman bersamaku dulu baru setelah itu aku meyakinkan dia untuk bisa bertemu dengan ayah dan ibu dan kebetulan dia sangat sibuk sekali" jelas Rafael pada orang tuanya agar memaklumi dirinya.


"Apakah dia bekerja juga ?" tanya ibu Rafael karena Rafael menyebutkan bahwa kekasihnya sibuk.


"Dia seorang dokter ibu" jawab Rafael dengan senyuman mengembang di bibirnya sambil membayangkan wajah Luna yang tersenyum manis kepadanya.


"Astaga, anak ibu sangat pintar sekali mencari pasangan. Sayang, ayo kenalkan pada ibu ?" ucap ibu Rafael meminta untuk dikenalkan pada Luna kekasih Rafael.


"Baiklah. Siapa namanya sayang ?" tanya ibu Rafael yang belum tau nama kekasih putranya itu.


"Luna ibu" jawab Rafael memberitahu ibunya nama kekasihnya.

__ADS_1


Rafael dan orang tuanya mengobrol cukup lama dan tak terasa malam pun menghampiri, mereka bertiga pun pergi ke ruang makan untuk makan malam bersama, setelah makan Rafael berpamitan pada orang tuanya untuk kembali kekamarnya karena ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikannya malam ini karena besok juga ada rapat penting yang harus dihadiri oleh Rafael.


Dilain sisi, Luna baru saja kembali atau pulang dari bekerja. Dia merasa sangat lelah sekali, karena hari ini memiliki pasien yang cukup banyak yang membuat Luna kewalahan bukan main. Sesampainya di rumah, Luna langsung menuju kamarnya dan merebahkan tubuhnya di ranjang karena sudah benar-benar sangat lelah sekali.


"Aku lelah sekali. Rasanya ingin berbaring saja terus" ucap Luna berbicara sendiri mengutarakan isi hatinya yang frustasi karena kelelahan yang melanda dirinya.


"Ingin mandi tapi mager sekali" ucapnya lagi yang masih setia rebahan di atas ranjangnya.


Akhirnya Luna memaksakan dirinya untuk mandi karena ia sudah bau keringat karena sibuk bekerja sedari tadi, sudah bermandikan keringat karena peluh dan sangat lelah.


Tak membutuhkan waktu lama, Luna pun selesai dengan rutinitasnya bebersih diri alias mandi. Tiba-tiba Luna merasa sangat lapar sekali dan ia pun turun ke lantai bawah menuju ruang makan, untung saja masih ada lauk disana jadi Luna tak perlu untuk masak dulu sebelum akan makan karena ia merasa sangat lapar sekali dan malas untuk memasak. Luna pun makan malam sendiri karena hari sudah sedikit larut dan kebetulan semua penghuni rumah sudah berada di dalam kamarnya masing-masing. Lalu tiba-tiba datang seseorang yang membuat Luna terkejut.

__ADS_1


#Bersambung


__ADS_2