My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#137


__ADS_3

Ditengah perjalanan menuju ketempat Clara dan Andin, tiba-tiba ponsel Luna berdering, Luna pun bergegas melihat ponselnya dan nama Rafaellah yang ada di layar ponselnya. Luna langsung mengangkat panggilan telfon itu dengan suasana hati yang sangat senang sekali karena kekasih tersayangnya menghubungi dirinya.


"Hallo sayang, lagi apa ? sudah makan siang atau belum ?" tanya Rafael bertubi-tubi perhatian pada kekasihnya itu. Sedang Luna tersenyum mendengar pertanyaan Rafael itu karena menurut Luna sifat Rafael yang seperti itu sangat menggemaskan sekali.


"Aku sedang dalam perjalanan menemui Andin dan juga Clara. Aku sudah makan sedari tadi kak. Kakak lagi apa ?" tanya Luna pada Rafael, apa yang tengah Rafael lakukan sekarang.


"Aku masih di kantor sekarang. Kau ingin pergi menemui Clara ? oh iya tadi aku mendengar nama orang lain. Apakah dia temanmu dan juga Clara ?" tanya Rafael penasaran dengan nama Andin yang disebutkan Luna barusan padanya.


"Iya kak. Andin adalah temanku dan Clara ketika masa SMA dulu. Dia baru saja menyelesaikan stadynya di luar negeri dan baru saja kembali. Jadi kami ingin berkumpul bersama hari ini" jelas Luna memberitahukan situasinya saat ini.

__ADS_1


"Dimana kalian akan berkumpul ? Apakah bertiga saja ?" tanya Rafael memastikan dengan siapa saja Luna akan bertemu dan dimana lokasinya berada karena Rafael tipe orang yang khawatir jika terjadi sesuatu dengan orang-orang yang disayanginya. Ibarat katanya Rafael tipe pria yang penyayang.


"Kafe yang ada di dekat mall. Kami memang hanya akan berkumpul bertiga saja kakak. Apa kakak khawatir dengan siapa dan dimana aku berada" tanya Luna yang sudah menyadari bahwa Rafael tengah khawatir sekarang jika Luna pergi terlalu jauh atau bertemu dengan orang yang tak dikenal, tapi Rafael tak perlu terlalu khawatir karena Luna hanya akan pergi ke pusat kota dan bertemu dengan Clara dan juga Andin.


"Apa perlu aku jemput nanti ? katakan saja jika kau perlu dijemput. Aku akan kesana dengan senang hati" jawab Rafael yang ingin menjemput kekasihnya itu agar bisa bertemu melepas rindu.


"Aku kan tengah membawa mobil sendiri, tidak mungkin kakak akan menjemputku kan ?" ucap Luna memberitahu Rafael bahwa ia membawa mobilnya sendiri, tidak mungkin Rafael akan menjemputnya. Lantas nanti mobil Luna bagaimana jadinya. Tak mungkin ditinggalkan begitu saja disana.


Sebenarnya Luna sangat ingin jika memang benar Rafael akan menjemputnya pulang nanti. Tapi mengingat disana ada Andin, Luna menjadi tak enak nantinya. Karena Clara pasti akan di jemput Nathan nantinya, maka Andin akan pulang sendiri. Jadinya Luna memutuskan untuk pulang sendiri saja nanti.

__ADS_1


"Aku akan pulang sendiri saja nanti kak. Lain kali saja kita bertemunya" jawab Luna dengan nada sedikit tak enak menolak tawaran yang dikatakan Rafael barusan. Mendengar jawaban Luna, Rafael sedikit kecewa mendengarnya, tapi mau bagaimana lagi keadaan tidak memungkinkan bahwa mereka bisa bertemu hari ini karena urusan masing-masing. Rafael memaklumi hal itu.


"Tidak apa sayang. Aku mengerti keadaanmu kok. Jangan pulang terlalu malam, dan kabari aku jika kau sudah ada dirumah. Jika terjadi sesuatu jangan lupa untuk segera menghubungi diriku" nasehat Rafael yang masih saja khawatir dengan keadaan kekasihnya itu.


"Kakak tenang saja. Aku selalu ingat dengan semua yang kakak katakan" jawab Luna dengan nada semangatnya karena perkataan Rafael.


"Kalau begitu selamat bersenang-senang. Aku mencintaimu" ucap Rafael mengakhiri panggilan telfon itu dengan mengucapkan kata cinta disela akhir pembicaraan.


"Aku mencintai kakak juga" jawab Luna dengan nada yang malu-malu yang menurut Rafael itu sangat imut sekali. Ingin rasanya Rafael langsung kesana menemui kekasihnya itu.

__ADS_1


#Bersambung


__ADS_2