My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#102


__ADS_3

"Kakak. Maaf, kita tidak bisa berkencan seperti yang lainnya. Karena profesiku aku jadi sangat sibuk sekali dan kesulitan mengosongkan waktu luang untuk berkencan dengan kakak" ucap Luna tiba-tiba karena ia merasa tak enak pada Rafael karena hanya bisa meluangkan waktu sebentar saja dan bisa dikatakan jadi jarang bertemu karenanya.


"Tidak apa sayang. Untuk orang yang sudah bekerja itu bisa dimaklumi. Karena kita memiliki kegiatan kita masing-masing. Kita memiliki tujuan kita juga dan aku memakluminya. Karena aku juga bisa dikatakan termasuk orang yang sibuk juga dalam hal bekerja. Kita hanya perlu menjaga komunikasi kita dan berkomitmen pada diri kita sendiri" jelas Rafael tidak terlalu mempermasalahkan hal itu.


"Aku bersyukur yang menjadi kekasihku adalah kak Rafael, karena kakak selalu ngertiin segala kondisiku dan memakluminya dan kakak juga tak pernah meminta lebih dalam hubungan kita. Kakak sangat menjaga diriku. Terimakasih karena kakak sudah menerima Luna yang masih berkekurangan ini" ucap Luna berterimakasih dengan kesabaran Rafael selama ini dalam menjalani hubungan sepasang kekasih dengannya.


Mereka berdua pun menghabiskan waktu denga mengobrol hal-hal yang mereka alami selama bekerja, tak lupa sesekali tertawa, bersenda gurau dan saling menggoda satu sama lainnya. Mereka menghabiskan waktu sampai Luna kembali bekerja lagi, karena Luna saat ini sedang istirahat sejenak.

__ADS_1


"Kakak. Aku harus kembali sekarang. Maaf, kita hanya bisa bertemu sebentar saja. Aku akan mencoba meluangkan waktu nanti agar kita bisa berkencan lebih lama. Tidak apa kan kak ?" pamit Luna karena waktu istirahatnya sudah hampir habis dan ia harus kembali bekerja sekarang juga.


"Pergilah sayang. Aku tidak apa, kita bisa bertemu lagi nanti. Aku akan mengantarmu keluar" ucap Rafael mengelus kepala Luna lembut penuh kasih sayang yang diangguki Luna dengan senyum manisnya. Mereka berdua bergandengan tangan meninggalkan kafe itu dan sesampainya diluar Luna berpamitan pada Rafael untuk kembali kerumah sakit dan diangguki oleh Rafael sambil tersenyum. Mereka pun akhirnya berpisah disana.


Rafael pun sampai dirumah sehabis pulang bertemu dengan Luna. Rafael langsung membersihkan dirinya alias mandi karena sudah merasa gerah sehabis beraktivitas diluar barusan. Setelah itu Rafael pun turun keruang keluarga dan kebetulan ayah dan ibu Rafael juga berada disana.


"Bertemu seseorang tadi mom" jawab Rafael seadanya pada ibunya itu.

__ADS_1


"Apakah pertemuan yang sangat penting, sehingga kau meninggalkan kantor sangat cepat seperti itu. Apalagi ibu dengar kau membatalkan jadwalmu untuk siang harinya" jelas ibu Rafael yang sangat penasaran dengan siapa anaknya itu bertemu, sampai-sampai membatalkan semua jadwal yang telah terjadwal sebelumnya karena itu.


"Sangat penting sekali ibu dan jika aku tidak datang, aku akan menyesalinya seumur hidupku" jawab Rafael dengan lebaynya didepan orang tuanya dengan gagah beraninya.


"Berlebihan sekali sampai kau bilang akan menyesal seumur hidupmu Rafael" ucap ayah Rafael tiba-tiba ikut bersuara karena perkataan putranya itu yang membuatnya tak habis fikir.


"Aku serius ayah" ucap Rafael dengan mimik wajah seriusnya menatap lekat manik mata ayahnya.

__ADS_1


#Bersambung


__ADS_2