My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#4


__ADS_3

Keesokan harinya Clara menjalani paginya seperti biasanya. Bangun pagi, sarapan, dan berangkat kekampus seperti biasanya. Dan selama 3 hari, ia menjalani rutinitasnya sama seperti hari-hari sebelumnya. Hari ini juga ayah bundanya akan kembali pulang kerumah. Dan Clara sangat menantikan kepulangan mereka.


Suasana kampus tampak ramai seperti hari-hari biasanya. Dan disinilah Clara bersama sahabat-sahabatnya. Ia saat ini berada dikantin dekat fakultas manajemen dan bisnis. Bisa dipastikan bahwa setiap waktu mereka memang menghabiskan waktu senggang mereka disini.


sangking asiknya berbincang-bincang dan bercanda riang. Tiba-tiba ponsel Clara berbunyi dan memperlihatkan nomor telfon rumahnya. Clara sedikit bingung kenapa orang rumahnya menelfonnya. Bukankah ayah dan ibunya akan kembali nanti siang. Clara bergegas mengangkat panggilan telfon dari rumahnya itu.


"Hallo ?" Ucap Clara pada orang yang diseberang sana


"Hallo non" jawab orang yang diseberang sana dengan suara bergetar


"Bi... ada apa bi.. kok suara bibi gemetaran kek gitu.. apa terjadi sesuatu dirumah bi.. bibi kenapa ? "Tanya Clara cemas


"Non... tuan dan nyonya non" jawab bi ijah terisak


"bi, bibi kenapa ? kok nangis ? ayah dan bunda kenapa bi ?" tanya Clara gugup


Clara merasa cemas. jantungnya tiba-tiba berdegup dengan sangat kencang. Keringat dingin tiba-tiba bercucuran.

__ADS_1


"Ada apa ini, kenapa hatiku tidak tenang" ucap Clara dlam hati


"Non.. tuan dan nyonya mengalami kecelakaan non, polisi baru saja datang kemari non. Polisi bilang tuan dan nyonya dinyatakan tiada dalam kecelakaan tersebut" isak tangis bi ijah semakin menjadi-jadi.


Sontak Clara kaget bukan main. tubuhnya mulai gemetaran dan tak kuasa menahan tangisnya. Akhirnya tangisnya pu keluar dan membuat orang-orang disekitarnya kaget dan keheranan.


"APA ? bi, bibi jangan becandain Clara bi. Ini gak bener kan.. semua yang bibi bilang gk bener kan bi" tanya Clara meyakinkan bi ijah bahwa semua yang ia dengar tidaklah benar.


"Ini benar non.. bibi gak becanda non" ucap bi ijah


"lalu dimana ayah dan bunda sekarang. Clara akan kesana, dimana ayah dan bunda sekarang bi ?" tanya Clara histeris kepada bi ijah.


"Tunggu Clara bi" ucap clara masih sesegukan karna menangis


Suasana dikantin kampus terasa mencekam. pasal karena suara tangis Clara yang cukup besar.


" Clar.. Lo kenapa ? kenapa lo tiba-tiba nangis Clar.." tanya Morgan kepada Clara cemas

__ADS_1


"Ayah bunda gue *hiks hiks* Ayah bunda gue kecelakaan dan meninggal" Ucap Clara masih menangis


"Apa ? Clar ini gk bener kn? ayah bunda lo pasti baik-baik aja kan Clar.." tanya Sherly sedikit histeris. Karena Sherly tau kalau ayah bunda Clara akan pulang nanti siang bukan sekarang.


"Bi ijah yang barusan bilang. Gue diminta pulang. Jenazah ayah bunda bakal dianter kerumah." jawab Clara makin histeris


Semua sahabat-sahabat Clara tidak menyangka hal seperti ini akan menimpa kehidupan sahabatnya yang satu ini. dan mereka cukup bingung bagaimana caranya menenangkan Clara. Karena ini situasi yang paling sulit untuk dicerna saat ini.


"Clar... ayo kita pulang. kita pastikan semua yang lo dengar bener atau enggak. Jangan nangis Clar.. tenangin hati lo.. mungkin aja semua yang lo denger gak bener kn ? ayo berfikit positif Clar.." Ucap Luna menenangkan Clara. Agar suasana hatinya sedikit lebih baik.


Mereka berempat pun bangkit dari tempat duduk mereka. Dan menuju keparkiran untuk mengambil kendaraan mereka masing-masing. Selama diperjalanan Clara tampak tidak tenang. Pikirannya hanya tertuju pada satu tempat yaitu ayah dan bundanya.


"Tuhan... Ini semua gak bener kan, ayah dan bunda gak mungkin ninggalin Clara kan" Ucap Clara dalam hati sambil menangis.


Sekian dulu cerita kita hari ini


Jangan lupa pantauin terus ceritanya

__ADS_1


Kalau ada yang mau kenalan.. langsung aja chat dikolom komentar ya..


Sekalian nambah kawan baru hehehe


__ADS_2