My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#116


__ADS_3

"Oh iya, kau sendiri bagaimana Clara. Apa kesibukanmu saat ini ?" tanya Andin pada Clara ingin tahu kegiatan temannya itu saat ini karena mereka sudah lama tak bertemu.


"Aku juga menganggur sekarang. Jadinya ya hanya beraktifitas seperti biasanya" jawab Clara dengan senyum manisnya memberitahukan keadaannya saat ini pada Andin.


"Hahahah sepertinya kita bisa bertemu lebih sering sekarang" ucap Andin bersemangat ingin menghabiskan waktunya lebih lama dengan Clara sambil menikmati waktu yang luang yang ada.


"Hahahah tentu saja. Ayo bertemu sesering mungkin" jawab Clara juga sangat senang sekali.

__ADS_1


"Oh iya, apakah kalian masih berhubungan seperti biasanya ?" tanya Andin yang tiba-tiba membuat Clara bingung karena tak mengerti siapa yang dimaksudkan Andin barusan.


"Siapa yang kau maksudkan Andin ?" tanya Clara memastikan siapa yang dimaksudkan Andin.


"Sahabat-sahabatmu dari kecil itu, Luna, Sherly dan Morgan. Apakah kalian masih berhubungan seperti dulu atau sudah jarang karena kesibukan masing-masing" tanya Andin memperjelas apa yang ia tanyakan agar Clara lebih mengerti sekarang apa yang dikatakan Andin barusan. Mendengar hal itu, Clara terkejut mendengar pertanyaan Andin, ia bingung bagaimana cara memberitahukan hubungannya dengan sahabat-sahabatnya itu saat ini.


"Eh, kenapa bisa jadi seperti itu. Apakah kalian bertengkar ?" tanya Andin terkejut dengan hal yang dikatakan Clara barusan, Andin tak menyangkanya sama sekali hal seperti itu akan terjadi, karena mereka berempat dulunya tak bisa dipisahkan tapi sekarang tiba-tiba ia mendengar bahwa Clara hanya berhubungan dengan Luna saja.

__ADS_1


"Terjadi begitu saja. Mereka tiba-tiba menjauhiku tanpa alasan dan hanya Luna yang tetap bersamaku sampai sekarang" jawab Clara tiba-tiba menjadi sedih mengingat apa yang sudah terjadi selama ini terkait pertemanannya dengan sahabat-sahabatnya itu.


"Pasti ada alasannya mereka seperti itu. Apakah kau tak menanyakannya pada mereka kenapa mereka seperti itu ?" tanya Andin lagi yang ingin tahu kenapa hal seperti itu bisa terjadi padahal selama ini hubungan mereka terlihat sangat dekat sekali sampai tak bisa dipisahkan sedikit pun.


"Beberapa waktu yang lalu Morgan datang menemui diriku dan mengatakan alasan kenapa dia dan Sherly menjauhi diriku. Kau tau apa yang dikatakannya padaku Andin. Mereka menjauhiku karena kondisiku tak sebanding lagi dengan mereka karena orang tuaku sudah tiada dan aset keluargaku sudah tak ada lagi. Ibarat katanya aku sudah miskin jadi tak selevel lagi dengan mereka. Jadi begitulah kira-kira alasannya" jelas Clara secara singkat yang membuat ia tak sadar bahwa air matanya mengakir karena sedih. Clara tak sanggup menceritakan hal ini sebenarnya karena hal itu hanya akan membawa luka kembali tapi karena Andin juga adalah sahabat baiknya walau sudah lama tak bertemu tapi terkadang mereka juga berkomunikasi lewat email agar hubungan diantara mereka tak terputus begitu saja. Mereka berusaha untuk menjaga hubungan baik diantara mereka walau terpisah jauh.


"Apa ? kau serius, dia mengatakan hal seperti itu. Kurang ajar sekali, memangnya mereka pikir harta adalah segala-galanya, yang kaya itu kan orang tuanya bukan mereka. Ah... membuatku sangat marah sekali. Mereka hanya tak merasakan bagaimana rasanya tak mempunyai sesuatu. Ingin rasanya aku menemui mereka sekarang juga untuk membuat perhitungan. Brengsek sekali memang" emosi Andin mendengar penjelasan Clara terkait permasalahannya. Andin sangat marah sekali tak menyangkan bahwa Morgan dan Sherly akan melakukan hal seburuk itu padahal sudah berhubungan sangat baik sejak dulu.

__ADS_1


#Bersambung


__ADS_2