My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#145


__ADS_3

"Apa kau ingat gadis yang menghampiri kita sewaktu pernikahan bobi ? kenalan Clara dan Luna. Apa mungkin gadis itu yang kau maksudkan Naufan. Karena gadis itu juga bernama Sherly. Orang yang menyakiti Clara" jelas Rafael pada Naufan. Mungkin saja Naufan bisa ingat dengan rincian yang diberikan oleh Rafael. Rafael berharap bahwa Sherly yang dimaksudkan Naufan bukanlah perempuan itu. Karena jika Rafael jadi Naufan, mungkin ia juga akan merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan Naufan sekarang. Naufan yang mendengar perkataan Rafael, mencoba mengingat-ingat kejadian waktu itu dan benar saja ternyata memang orang yang dikatakan Rafael itulah yang ia temui tadi siang sebagai teman kencannya.


"Pantas saja aku merasa familiar. Ternyata memang dia orangnya" jawab Naufan yang memberitahukan pada Rafael dan sontak terkejut dengan pernyataan yang dikatakan Naufan.


"Seriusan ? Perempuan yang kau temui itu adalah dia. Wah.... aku gak nyangka kau akan dipasangkan dengan perempuan seperti itu dan di tambah lagi keluarganya itu tidak baik dan didikannya juga salah" ucap Rafael yang tak suka dengan Sherly dan keluarganya karena telah melakukan hal yang buruk pada adiknya yaitu Clara. Rafael merasa kesal saja jika ada segala sesuatu berkaitan dengan orang-orang itu. Rasanya Rafael mau menghajar orang-orang itu jika bisa.

__ADS_1


"Aku pun juga menyesal setelah mengetahui kebenarannya. Seharusnya aku tak datang kesana tadi" ucap Naufan sambil memijat kepalanya yang pusing. Karena tak menyangka bahwa Sherly kenalan Clara yang menjadi teman kencan butanya. Naufan dan Rafael berbincang cukup lama pada malam itu. Mereka menghabiskan waktu mengobrol dan mencerna satu sama lainnya dan membicarakan tentang pengalaman kencan buta Naufan dan juga Sherly yang ia temui tadi.


Hari ini Clara, Luna dan ibunya Rafael akan pergi melihat-lihat gaun pengantin di butik. Karena tak lama lagi Clara dan Nathan akan melangsungkan pernikahan. Ibu Rafael tampak sangat antusias sekali ingin cepat-cepat pergi ke butik untuk membantu memilihkan gaun pernikahan yang cantik untuk putrinya itu yaitu Clara.


"Sayang. Apakah aku perlu ikut hari ini untuk memilihkan gaun pernikahannya ?" tanya Nathan pada Clara saat sarapan pagi. Karena bagaimanapun yang akan menikah nantinya adalah Nathan dan juga Clara.

__ADS_1


"Baiklah sayang. Kau tak pernah berubah selama aku mengenalmu" ucap Nathan yang mengetahui alasan kenapa Clara melarangnya ikut. Karena Clara memikirkan pekerjaan Nathan yang banyak dan Clara berusaha agar Nathan memanfaatkan waktunya lebih banyak agar bisa menyelesaikan semua pekerjaannya dengan baik.


"Maksud kakak apa ?" tanya Clara yang tak mengerti dengan yang dikatakan oleh Nathan barusan.


"Kau selalu saja memikirkan orang lain. Kau selalu sama di mataku sayang dan mungkin itulah saya tarik dan pesona yang kau miliki" jelas Nathan tentang hal yang ia rasakan terhadap Clara selama ini ketika bersamanya.

__ADS_1


#Bersambung


__ADS_2