My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#135


__ADS_3

"Apakah terjadi sesuatu denganmu Naufan ?" tanya Rafael yang merasa aneh dengan sikap Naufan yang tiba-tiba jadi seperti ini. Padahal biasanya dia tak seperti ini, sekarang malah bertingkah seperti terjadi sesuatu dengan dirinya.


"I'm fine. Seperti yang kau lihat sekarang" jawab Naufan singkat sambil melihat ke arah Rafael.


"Sepertinya mengobrol dengan anak muda akan mengasikkan" sambung Naufan lagi.


"Apa maksudmu Naufan ?" tanya Rafael bingung dengan perkataan sahabatnya itu.


"Entahlah" jawab Naufan singkat yang membuat Rafael semakin kesal dengan tingkah sahabatnya itu. Rafael langsung menghampiri Naufan dan menarik tubuh Naufan agar dia terduduk bukannya berbaring. Karena Rafael tak tahan lagi dengan sikap atau tingkah laku Naufan.

__ADS_1


"Sekarang katakan. Ada masalah apa kau sebenarnya ?" tanya Rafael serius pada Naufan. Naufan menghela nafasnya sembari memegangi kepalanya dengan kedua tangannya.


"Hey Naufan, sebenarnya ada apa ?" tanya Rafael lagi kebingungan melihat tingkah sahabatnya itu.


"Ha.... ibuku mengatur kencan buta untukku. Aku sudah menolaknya berulang kali. Aku tak mau datang kesana. Ini benar-benar membuatku frustasi" ucap Naufan tiba-tiba sambil memijat pelipisnya yang sakit karena pusing memikirkan kencan buta yanh disiapkan ibunya.


"Kalau begitu tak usah datang saja" jawab Rafael dengan entengnya.


"Ah, aku lupa bahwa bibi orangnya sangat sulit untuk menolak semua yang ia katakan, ibumu sangat gagah, aku bahkan tak berani menatap wajahnya lama-lama" jelas Rafael yang bergidik ngeri memikirkan pertemuannya dengan ibu Naufan.

__ADS_1


"Ibuku adalah bosnya. Bahkan ayahku tak bisa berbuat apa-apa jika ibuku sudah mengambil keputusan" ucap Naufan lagi semakin pusing memikirkannya.


"Kalau sudah seperti itu, mau bagaimana lagi, kau harus datang ke acara kencan buta yang telah disiapkan ibumu" ucap Rafael karena tak ada pilihan lain.


"Aku terfikirkan suatu ide, jika kau ingin terbebas dari kencan buta yang disiapkan ibumu. Sebaiknya kau coba untuk mencari kekasih saja, maka ibumu akan berhenti mengatur kencan buta untukmu" ucap Rafael memberikan solusi untuk permasalahan yang tengah dihadapi oleh salah satu sahabatnya itu.


"Kau fikir mencari kekasih itu mudah. Jika semudah itu tidak mungkin aku melajang sampai sekarang, ditambah lagi tak ada yang membuatku tertarik" jawab Naufan dengan nada kesalnya ketika Rafael menyarankan untuk mencari kekasih saja. Selama ini Naufan tak tertarik menjalin hubungan dengan siapapun. Karena baginya tak ada perempuan yang bisa membuat ia tertarik. Ibarat katanya tak ada yang dirasakan Naufan ketika bersama lawan jenis. Naufan belum menemukan seseorang yang bisa meruntuhkan dinding baja yang ada dihatinya. Di tambah pertahanannya terhadap godaan para perempuan juga sangat kokoh dan tahan banting. Begitulah perumpamaannya.


"Jika kau tak membuka hatimu terlebih dahulu, tentu saja kau akan kesulitan mendapatkan kekasih. Baru didekati perempuan saja kau langsung menghindar. Bagaimana caranya kau bisa memiliki kekasih jika kau terus menghindar mulu. Coba sesekali biarkan saja perempuan-perempuan itu mendekat. Mana tau salah satu diantara mereka adalah jodohmu Naufan. Kau harus berubah mulai dari sekarang. Jangan hanya fokus dalam pekerjaan dan rutinitasmu saja. Kau harus meluangkan waktumu untuk hal yang lain saja. Diantara kita berempat hanya kau saja yang belum memiliki kekasih. Setidaknya cobalah kencan butanya sekali saja. Jika menurutmu kau tak tertarik sama sekali maka hentikan saja. Setidaknya kau memperlihatkan baktimu pada ibumu" jelas Rafael panjang lebar memberi nasehat pada Naufan yang tengah kesulitan.

__ADS_1


#Bersambung


__ADS_2