My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#169


__ADS_3

"Bagaimana jika saya bantu telfonkan pihak bengkel agar bisa memperbaiki motor anda ?" tanya Naufan memberikan bantuan lain pada Bella sebagai jalan keluar karena tak bisa membantu memperbaikinya.


"Baiklah. Jika tak merepotkan anda" jawab Bella dengan senyum manis menghiasi sudut bibirnya, ia merasa sangat tertolong Naufan padahal mereka tak saling kenal tapi Naufan mau menolongnya, Pria yang baik begitulah fikir Bella terhadap diri Naufan saat ini.


"Tidak hanya tampan, ternyata dia pria yang sangat baik" ucap Bella dalam hati terpukau dengan kebaikan yang dilakukan Naufan padanya. Naufan yang mendapat persetujuan dari Bella langsung menghubungi pihak bengkel untuk datang ke lokasi tempat mereka berada sekarang.


"Orang bengkelnya akan datang sebentar lagi. Sambil menunggu bagaimama kalau kita duduk disana" ajak Naufan pada Bella untuk duduk dekat mobil Naufan terparkir karena disana ada tempat yang bisa untuk dijadikan tempat duduk. Naufan juga membantu memindahkan motor Bella ke dekat mobilnya berada. Bella yang diajak Naufan mengikuti perkataan Naufan untuk duduk sambil menunggu orang bengkel datang kesana.

__ADS_1


Sambil menunggu pihak bengkel datang, Naufan dan Bella berbincang saling mengenal satu sama lainnya.


"Berapa umurmu sekarang Bella ?" tanya Naufan ingin memastikan jarak usia antara dirinya dan gadis yang baru ia kenal itu.


"Dua puluh satu tahun, bagaimana dengan anda ?" jawab Bella gugup karena ia merasa canggung dengan Naufan. Karena notabenenya Naufan adalah pria asing bagi Bella. Pria yang baru saja ia kenal karena mendapatkan pertolongan dari pria itu. Naufan yang mendengar usia Bella, cukup terkejut karenanya. Karena selisih umur mereka terpaut cukup jauh yaitu sembilan tahun.


"Kalau begitu jika Bella panggil kak Naufan aja gimana ? soalnya agak aneh rasanya ngobrol pakai bahasa formal. Boleh gak kak ?" tanya Bella yang kesulitan mengobrol dengan bahasa formal dengan Naufan. Naufan yang mendengar hal itu langsung tersenyum kecil karena perkataan Bella. Padahal menurut Naufan tak ada hal aneh jika mengobrol menggunakan bahasa formal. Mungkin Bella hanya tak terbiasa saja, begitulah pikir Naufan menanggapinya.

__ADS_1


"Tentu saja boleh" jawab Naufan singkat karena tak tahu bagaimana harus merespon lagi, Naufan sangat paling tidak bisa jika berbicara dengan lawan jenis. Karena tak ada hal yang perlu untuk dikatakan, begitulah Naufan berfikir selama ini dan di tambah lagi menurutnya obrolan para gadis itu tak ada yang menaruh minatnya sama sekali. Bella yang mendapat jawaban singkat dari Naufan menjadi semakin canggung olehnya. Di tambah tak ada keberanian bagi Bella untuk melanjutkan perbincangan mereka. Bella melihat wajah Naufan sekilas yang tampak datar tampa ekspresi sedikit pun dan langsung setelah itu menundukkan kepalanya karena rasa tegang yang tiba-tiba datang.


"Sepertinya kakak ini tipe laki-laki yang sulit untuk didekati tapi tak segan untuk membantu orang lain, dan sepertinya dia juga sangat pendiam. Aku benar-benar canggung sekali berduaan dengannya disini, tapi mau bagaimana lagi keadaannya yang membuatnya seperti ini" ucap Bella dalam hati yang bingung bagaimana harus bersikap dihadapan Naufan.


Naufan melihat ke arah Bella yang tampak menunduk sambil memikirkan sesuatu. Naufan dibuat bingung karenanya.


Apa dia baik-baik saja ? kenapa dia diam saja, padahal sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu" ucap Naufan dalam hati yang bingung karena tingkah Bella yang diperhatikan Naufan sedari tadi.

__ADS_1


#Bersambung


__ADS_2