
Kemarin adalah hari yang sangat membahagiakan dalam hidup Clara. Masih tak terbayang oleh Clara bahwa Nathan akan melamarnya seperti itu. Itu adalah moment yang paling romantis yang pernah Clara alami selama ia hidup di dunia ini. Benar-benar moment yang tak kan pernah terlupakan bagi Clara. Clara sangat bersyukur bahwa yang menjadi pasangannya adalah Nathan, karena Nathan begitu sangat menyayangi dan mencintai Clara dengan tulus dan Nathan adalah orang yang selalu berada di sisi Clara ketika Clara membutuhkan orang lain disisinya, Menghibur dan mensupport Clara.
"Sejak kemaren aku terus berdebar-debar dan tak henti-hentinya tersenyum. Ada apa denganku ?" ucap Clara dalam hatinya sambil merasakan debaran di dadanya sambil tersipu malu.
"Ini semua karena kak Nathan, makanya jadi kek gini" ucap Clara dalam hati lagi, walaupun Clara mengeluh seperti itu, tapi senyuman terus melekat di bibir mungilnya itu.
Lalu tiba-tiba ponsel Clara berdering menandakan ada yang menelfon dirinya. Clara pun melihat ke layar ponselnya dan ternyata sahabatnya Luna lah yang menghubunginya. Clara langsung mengangkat panggilan telfon itu dengan cepat.
__ADS_1
"Hello Lun, Ada apa ?" tanya Clara langsung pada Luna tanpa basa basi terlebih dahulu.
"Ehemmmm yang lamaran kemaren" ledek Luna pada Clara karena ia ingin menggoda sahabatnya itu.
"Apaan sih Lun, jan ledekin gue" ucap Clara tersipu malu karena godaan Luna padanya.
"Acieeee hahahahah" ucap Luna semakin menggoda Clara sambil tertawa bahagia, Luna merasa bahwa menggoda Clara sangat menyenangkan dan Clara terasa terhibur karenanya.
__ADS_1
"Hahahaha iya deh iya. Lagi apa sekarang Ra ?" tanya Luna pada Clara ingin tau kegiatan Clara sekarang.
"Nih gue lagi bareng anak-anak di panti. Kenapa Lun ?" tanya Clara karena Luna tiba-tiba menanyakan apa yang tengah ia lakukan sekarang. Saat ini Clara tengah bekerja seperti biasanya. Walaupun kemaren terjadi hal yang luar biasa, Clara tetap harus menyelesaikan kewajibannya sebagai pengajar di panti asuhan. Saat ini Clara telah resmi menjadi guru tetap mengajar disana. Sebenarnya Nathan pernah meminta Clara untuk berhenti bekerja disana dan bekerja di perusahaan milik Nathan saja. Karena mengingat Clara mengambil kejuruan manajemen bisnis ketika berada di bangku perkuliahan. Tapi, Clara menolaknya karena Clara merasa bekerja di panti asuhan itu lebih nyaman baginya. Clara tak terlalu mengharapkan gaji yang tinggi. Asalkan cukup, itu sudah membuatnya senang. Karena Clara juga hidup sendiri dan tak terlalu memakan banyak biaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Lain hal lagi nanti jika Clara menikah dengan Nathan. Clara bisa saja berhenti dari pekerjaannya dan menjadi ibu rumah tangga, dan sebenarnya Nathan pun menginginkan hal yang seperti itu juga. Nanti ketika Clara menikah dengannya, biar Nathan saja yang bekerja mencari nafkah karena Nathan terbilang sangat mampu untuk memenuhi seluruh kebutuhan Clara jadi Clara tak perlu bersusah payah untuk bekerja, cukup berada di rumah saja mengurus keperluan rumah tangga.
"Gak ada Ra. Gue kira lo ada di rumah sekarang" jawab Luna.
"Lo mau mampirkah ke apartement gue ?" tanya Clara memastikan jawaban Luna tadi itu. Karena dari jawaban itu seolah-olah menyiratkan Luna akan datang ke sana.
__ADS_1
"Enggak Ra. Gue juga lagi di rumah sakit sekarang. Ini gue lagi istirahat. Banyak banget kerjaan gue hari ini". jawab Luna menjelaskan keadaannya sekarang yang tak memungkinkan mengunjungi Clara di apartementnya.
#Bersambung