
Diantara kita berempat hanya kau saja yang belum memiliki kekasih. Setidaknya cobalah kencan butanya sekali saja. Jika menurutmu kau tak tertarik sama sekali maka hentikan saja. Setidaknya kau memperlihatkan baktimu pada ibumu" jelas Rafael panjang lebar memberi nasehat pada Naufan yang tengah kesulitan.
"Akanku coba fikirkan bagaimana baiknya. Tapi aku tak ingin mendapatkan pasangan dari perjodohan" jawab Naufan menghela nafasnya lagi frustasi dengan keadaan yang menimpanya.
"Karena itu cobalah mencarinya mulai sekarang" ucap Rafael menepuk pundak Naufan tanda memberikan semangat untuk Naufan agar bisa secepatnya memiliki kekasih.
Naufan pun menerima nasehat Rafael dengan senang hati, tapi ia bingung bagaimana caranya untuk mendapatkan kekasih. Berhubungan dengan lawan jenis saja Naufan tidak pernah melakukannya. Naufan hanya bisa berharap bahwa ada pertemuan yang akan mengantarkannya merasakan apa yang namanya menjalin suatu hubungan antara laki-laki dan perempuan yang dinamakan berpacaran.
__ADS_1
Saat ini hari telah menunjukkan pukul satu siang. Luna tampak tengah membereskan meja kerjanya untuk bersiap-siap pulang kerja. Tentunya tak lupa Luna mengabari Clara bahwa ia akan ikut berkumpul bersama Clara dan juga Andin. Karena sudah lama juga Luna tak berkumpul bersama Clara karena padatnya jadwal pekerjaan Luna yang berprofesi sebagai dokter. Luna pun mengambil ponselnya dan mencari nomor ponsel Clara dan langsung menelfon nomor Clara tersebut. Panggilan telfon itupun terhubung dan terdengar suara Clara yang ada diseberang sana.
"Hallo Lun, Apakah kau sudah selesai bekerja ?" tanya Clara langsung menanyakan apakah Luna sudah menyelesaikan pekerjaannya atau belum. Karena Clara dan Andin tengah menunggu kedatangan Luna kesini, Ditambah Andin tak sabar ingin memberikan aksesoris yang ia beli tadi.
"Aku baru saja selesai Ra. Oh iya, kalian ada dimana sekarang ? Aku akan kesana sekarang karena tugasku juga sudah selesai disini" ucap Luna memberitahu Clara bahwa ia sudah selesai bekerja sekarang.
"Apakah cafe yang baru buka itu ? cafe yang tengah populer saat ini itu kan" tanya Luna karena Clara tak menyebutkan nama kafe yang tengah mereka kunjungi sekarang, jadinya Luna hanya bisa menerka-nerka kafe yang mana yang tengah mereka datangi, karena kafe itu yang paling dekat dengan mall.
__ADS_1
"Iya Lun. Maaf aku lupa memberitahu nama kafenya, untung saja kau langsung tau dimana kami berdua berada sekarang" ucap Clara meminta maaf pada Luna karena lupa memberitahu nama kafe tempat mereka berdua berada sekarang.
"Baiklah. Aku akan kesana sekarang. Tunggu aku" jawab Luna meninggalkan ruang kerjanya menuju ke parkiran rumah sakit untuk mengambil mobilnya yang terparkir disana.
"Oke. Nanti kalau sudah sampai hubungi saja aku lagi. Aku akan menjemputmu keluar" ucap Clara meminta Luna agar menghubungi dirinya lagi nanti, agar bisa dijemput.
Panggilan telfon itu pun berakhir, Luna bergegas menuju keparkiran untuk mengambil mobilnya. Ditengah perjalanan menuju ketempat Clara dan Andin, tiba-tiba ponsel Luna berdering, Luna pun bergegas melihat ponselnya dan nama Rafaellah yang ada di layar ponselnya. Luna langsung mengangkat panggilan telfon itu dengan suasana hati yang sangat senang sekali karena kekasih tersayangnya menghubungi dirinya.
__ADS_1
#Bersambung