My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#146


__ADS_3

"Kau tak pernah berubah selama aku mengenalmu" ucap Nathan yang mengetahui alasan kenapa Clara melarangnya ikut. Karena Clara memikirkan pekerjaan Nathan yang banyak dan Clara berusaha agar Nathan memanfaatkan waktunya lebih banyak agar bisa menyelesaikan semua pekerjaannya dengan baik.


"Maksud kakak apa ?" tanya Clara yang tak mengerti dengan yang dikatakan oleh Nathan barusan.


"Kau selalu saja memikirkan orang lain. Kau selalu sama di mataku sayang dan mungkin itulah saya tarik dan pesona yang kau miliki" jelas Nathan tentang hal yang ia rasakan terhadap Clara selama ini ketika bersamanya.


"Bukankah itu bagus kakak. Berarti perasaanku pada kakak tetap sama dan tak tergantikan" jawab Clara dengan senyuman manis mengembang di bibirnya. Clara sangat senang mendengar hal yang dikatakan Nathan tentang dirinya. Setelah sarapan, Nathan berpamitan pada Clara untuk berangkat kerja. Awalnya Nathan ingin mengantarkan Clara, tapi Luna akan datang menjemput Clara dan nantinya baru bertemu dengan ibunya Rafael di butik.

__ADS_1


Tak lama setelah Nathan pergi, Luna pun sampai di depan rumah, Luna langsung menghubungi Clara bahwa ia sudah sampai di depan rumah sekarang dan meminta Clara untuk keluar dan bergegas.


"Sayangku Clara. Aku sudah sampai di depan rumahmu. Keluarlah" begitulah pesan yang dikirimkan Luna pada Clara. Clara yang melihat pesan itu langsung bergegas keluar rumah dan langsung mendekati mobil Luna yang tengah terpakir di depan gerbang rumah. Clara langsung mengetuk kaca mobil pelan dan membukanya. Terlihatlah Luna yang tengah duduk di kursi kemudi sambil memainkan ponselnya yang ia pegang.


"Hy Lun. Maaf aku sedikit lama" ucap Clara memasuki mobil Luna sambil meminta maaf karena lama sehingga membuat Luna menunggu dirinya. Luna yang melihat Clara hanya tersenyum karena hal itu.


"Oh iya. Kau terlihat berbeda hari ini. Apa kau berdandan, karena itu kau keluar sedikit lama ?" tanya Luna yang merasa bahwa Clara terlihat lebih cantik dari biasanya dan terlihat sangat berbeda. Clara yang mendengar hal itu langsung memegangi kedua pipinya dengan lembut karena malu di goda oleh Luna.

__ADS_1


"Enggak kok Lun. Aku hanya dandan sedikit saja. Apakah terlihat sekali perbedaannya ? Apa sebaiknya aku hapus saja ?" ucap Clara yang merasa sangat malu sekali. Karena biasanya Clara tak berdandan seperti ini jika tidak pada waktu-waktu tertentu yang mengharuskan dirinya untuk berdandan agar terlihat lebih baik dari yang biasanya.


"Kau terlihat cantik. Coba saja kau sering-sering seperti ini Ra. Pasti keliatan bagus. Aku suka dengan dandananmu. Masih memperlihatkan ciri khasmu bahwa kau tak terlihat berdandan sama sekali" ucap Luna yang menyukai rupa Clara yang berdandan walau hanya sedikit tapi terlihat sangat bagus ketika dilihat.


"Hahahaha terimakasih Lun. Aku memang berusaha untuk terlihat cantik hari ini. Mungkin sesekali tak masalah" ucap Clara yang ingin terlihat cantik hari ini karena ia akan mencoba gaun pernikahan hari ini.


"Kau memang sudah cantik nona pengantin" ledek Luna pada Clara dengan memanggilnya "Nona pengantin". Clara yang mendengar ledekan Luna hanya bisa tertawa kecil karena hal itu. Clara benar-benar terlihat sangat bahagia sekali hari ini, Luna yang melihatnya pun juga ikut bahagia. Mungkin nanti jika Luna akan menikah dia juga akan seperti ini.

__ADS_1


#Bersambung


__ADS_2