
"Gak perlu khawatir Lun. Gue gak papa kok. Emang sih gue sedih banget kenapa Sherly kek gitu ke gue. Padahal kita udah temanan sejak kecil. Keknya selama ini Sherly gak pernah anggap gue lebih. Gue cuman teman yang sekedar lewat di kehidupan dia. Begitulah pikir gue selama ini" ucap Clara mengeluarkan isi hatinya juga perihal kejadian kemaren.
"Ra. Jangan ngomong kek gitu. Mungkin Sherly ada alasannya tersendiri melakukan hal itu. Karena setau gue Sherly bukan orang yang bakalan ninggalin teman dekatnya gitu aja" ucap Luna berusaha menenangkan Clara yang raut wajahnya mulai tampak sedih.
"Tapi setiap orang kan gak selamanya tetap sama Lun. Ada waktunya untuk mereka berubah. Kita kan gak tau bagaimana orang lain akan menganggap kita. Mana tau kita hanya di jadikan sebagai tempat persinggahan sementara. Tapi aku gak terlalu memikirkannya lagi Lun. Karena aku kan gak punya dia seorang saja sebagai teman. Masih banyak orang yang peduli dan menyayangi gue di luar sana dan itu cukup buat gue sekarang Lun" jelas Clara tegar dengan keadaan yang menimpa dirinya. Dia berusaha untuk tidak memikirkan dan melupakan segala masalah yang ada.
"Benar yang lo bilang Ra. Kita kan gak bergantung cuman pada satu orang saja. Setidaknya di sekeliling kita masih ada yang menyayangi kita. Salah satunya ada gue Ra yang sayang sama lo" ucap Luna menyemangati Clara dan mendukung setiap hal yang di lakukan oleh Clara tentunya semua hal itu baik untuk diri Clara itu sendiri dan tak membawa keburukan untuk diri Clara sendiri.
__ADS_1
"Hahahah gue senang lo jadi sahabat gue Lun. Lo udah seperti saudara gue" ucap Clara sambil memeluk Luna dengan penuh kasih sayang dan pelukan itu di balas oleh Luna.
"Astaga kita jadi emosional gini hahahah" ucap Clara sambil tertawa memikirkan suasana yang ada dan hal itu juga membuat Luna tertawa.
Mereka menghabiskan waktu dengan berbincang-bincang banyak hal sambil mengemil dan melakukan hal-hal yang menyenangkan berdua.
Di lain sisi saat inu Rafael tengah mengendarai mobilnya menuju ke rumah Nathan. Di perjalanan Rafael mencoba menghubungi Nathan apakah ia berada di rumah saat ini atau tidak. Bisa jadi Nathan tak berada di rumahnya.
__ADS_1
"Hallo Than. Dimana Lo sekarang ?" tanya Rafael langsung ke inti pembicaraan.
"Gue ada di rumah Naufan sekarang. Ada apa ?" tanya Nathan kepada Rafael.
"Eh... gue kira lo ada di rumah. ini gue lagi di jalan mau ke rumah lo sekarang" ucap Rafael memberi tahu Nathan kondisinya saat ini yang tengah berada di jalan untuk datang ke rumah Nathan. Rafael menghela nafasnya karena ternyata Nathan tak ada di rumah saat ini. Seharusnya dia menghubungi Nathan terlebih dahulu sebelum datang ke sana. Terpaksa Rafael memutar balik laju kendaraannya menuju arah rumah Naufan.
"Kenapa lo gak nanya dulu dodol. Mana tau gue lo mau ke rumah gue sekarang" jawab Nathan tidak percaya dengan tingkah laku salah satu sahabat baiknya itu. Seharusnya dia mengabari dulu sebelum pergi kesana. benar-benar membuat Nathan pusing.
__ADS_1
"Gak kepikiran gue. Gue susul kesana. Jan kemana-mana kalian. Tungguin gue kalau lo pada mau ke luar" ucap Rafael memberitahu Nathan bahwa ia akan menyusul ke rumah Naufan.
#Bersambung