My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#114


__ADS_3

Mereka berkumpul cukup lama, ketika hari sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. Rafael, Naufan dan juga Kenzo pamit untuk pulang. Karena ini sudah waktunya untuk beristirahat dan mengingat ada Clara bersama mereka juga, tak baik jika Clara telat tidur karena ulah mereka.


Mereka tak ingin membawa dampak buruk bagi Clara. Karena itulah mereka memutuskan untuk pulang lebih cepat dari yang biasanya ketika berkunjung ke rumah Nathan jika bersama-sama.


Akhirnya rumah itu kembali tenang dengan pulangnya ke tiga orang teman Nathan barusan.


"Sayang. Pergilah tidur sekarang, biar aku yang membereskan piring-piring ini" ucap Nathan meminta Clara untuk segera tidur. Karena Clara terlihat sudah sangat mengantuk dan Nathan tak tega untuk membiarkan Clara membereskan rumah lagi. Setidaknya Nathan ingin meringankan pekerjaan Clara.

__ADS_1


"Tidak apa kak. Biar aku saja yang bereskan" ucap Clara sambil meletakkan gelas-gelas di atas nampan. Melihat hal itu Nathan langsung membantu Clara agar pekerjaan berberes itu cepat selesai, dan Clara bisa pergi ke kamarnya untuk beristirahat karena sudah lelah beraktivitas sejak pagi. Nathan dan Clara selesai berberes dan kembali ke kamar masing-masing, sebelum itu seperti biasanya Nathan memeluk tubuh Clara dan mengecup kening Clara dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Selamat tidur sayang. Semoga mimpi indah dan I Love You, aku sangat menyayangimu" gombalan Nathan sebelum menjelang tidur yang membuat Clara jadi tersipu malu karena rayuan itu.


Hari ini Clara ingin menemui pimpinan panti asuhan untuk membicarakan berhentinya ia bekerja sebagai staff pengajar di tempat ini. Clara mencoba menjelaskan sejelas-jelasnya alasan ia ingin berhenti bekerja agar pihak panti asuhan memaklumi dan tak merasa tersinggung dengan niat baik Clara. Tak membutuhkan waktu lama bagi pimpinan panti asuhan memikirkannya, akhirnya Clara diizinkan untuk meninggalkan panti asuhan. Pihak panti asuhan mengucapkan terimakasih pada Clara atas dedikasinya selama ini telah bersedia menjadi salah satu staff pengajar di panti asuhan ini.


Sesampainya disalah satu toko buku yang ada di pusat kota. Clara mulai melihat-lihat novel-novel yang berjejer di rak. Melihat apakah ada yang menarik baginya. Biasanya ia akan membaca sinopsis novel yang ada di belakang sampulnya terlebih dahulu. Menerka-nerka apakah sangat asik ketika di baca atau tidak. Clara telah memegang dua novel di tangannya saat ini yang ia rasa sangat menarik dari sekian banyak novel yang berjejr disana.

__ADS_1


Lalu tiba-tiba ada seorang perempuan yang menepuk pundak Clara dan hal itu sontak membuat Clara terkejut dan melihat ke arah orang yang menepuk pundaknya barusan.


"Permisi" ucap perempuan yang menepuk pundak Clara dengan sangat pelan tanda ingin berbicara dengan orang itu atau ada keperluan lainnya yang ia perlukan dan butuhkan.


"Andin" ucap Clara yang terkejut karena ternyata orang yang menepuk pundaknya adalah temannya di Senior Haigh School dahulu. Clara benar-benar tak menyangka bisa bertemu dengan Andin lagi. Karena setau Clara, Andin melanjutkan stadynya ke luat negeri.


#Bersambung

__ADS_1


__ADS_2