
ucapan Luna membuat Rafael jadi salah tingkah dan hal itu terlihat oleh Luna dan yang lainnya. Sehingga Luna tiba-tiba jadi malu dibuatnya.
"Nampaknya ada yang lagi kasmaran nih" ledek Kenzo melirik Rafael.
Nathan dan Clara hanya senyum-senyum saja melihat tingkah Rafael itu. Benar-benar sesuatu hal yang tak terduga.
Mereka berlima menghabiskan waktu dengan bersenda gurau, saling menggoda satu sama lainnya dan tampaknya nantinya akan muncul pasangan baru di antara mereka. Entah itu benar-benar akan terjadi atau tidak. Itu tergantung takdir mereka masing-masing. Setelah menghabiskan waktu bersama-sama mereka kembali kerumah masing-masing tentunya Clara diantar Nathan pulang.
"Sayang. Apakah temanmu Luna itu benar-benar belum memiliki kekasih ?" tanya Nathan pada Clara ketika dalam perjalanan pulang mengantar Clara.
"Setau aku sih enggak ada kak. Soalnya Luna gak ada waktu buat pacaran" ucap Clara mengingat begitu sibuknya Luna selama ini. Karena Clara sudah merasakan dampak dari kesibukan Luna itu.
"Bagaimana dengan orang yang disukainya. Apakah ada ?" tanya Nathan lagi.
"Kalau tentang itu aku sih enggak tau kak. Tapi kayaknya enggak ada deh" ucap Clara.
"Ra. Menurut kau, Bagaimana jika seandainya temanmu Luna itu bersama dengan Rafael ?" tanya Nathan pada Bella jika seandainya Luna dan Rafael menjalin suatu hubungan.
__ADS_1
"Eh... Apakah kakak berniat untuk mendekatkan kak Rafael dengan Luna ?" tanya Clara penasaran dengan semua yang di tanyakan Nathan.
"Melihat reaksi Rafael tadi sepertinya dia menyukai temanmu itu" jelas Nathan pada Bella.
"Keliatannya memang kek gitu kak. Aku juga merasakannya tadi. Tapi sepertinya Luna juga kek gitu. Soalnya aku gak pernah lihat tingkah Luna yang seperti tadi" jelas Clara dengan apa yang di amatinya.
"Seriusan sayang ?" ucap Nathan.
"Iya kak" jawab Clara.
"Yah.... kalau mereka memang saling suka sih bagus juga. Rafael tipe orang yang kalau dia menginginkan sesuatu dia bakalan berusaha untuk mendapatkannya. Kalau dia memang menyukai Luna. Dia pasti bakal berusaha untuk mendekati Luna. Kita doakan saja yang terbaik untuk mereka" jelas Nathan.
"Kakak. Terimakasih sudah mengantarku pulang" ucap Clara pada Nathan.
"Sama-sama sayang. Sini peluk dulu" ucap Nathan sambil memeluk Clara. Nathan masih ingin berlama-lama dengan Clara. Berat rasanya untuk berpisah.
"Sayang. Apakah aku tidak bisa tinggal ?" tanya Nathan pada Clara tidak mau pulang atau beranjak pergi dari sana.
__ADS_1
"Hmmm kakak harus sabar ok. Bentar lagi kita juga bakalan tinggal serumah bukan" ucap Clara sambil menggoda Nathan dengan senyum manisnya.
"Apakah tidak bisa sekarang saja ?" tanya Nathan dengan raut wajah sedihnya.
"Apakah kakak tidak bisa menunggu demi aku ?" tanya Clara pada Nathan.
"Ah.... Aku kalah. Aku akan menunggu kau sayang. Karena itu ayo kita menikah secepatnya" ucap Nathan dengan tingkah manjanya.
"Kakak kita perlu membicarakannya dengan orang tuanya kak Rafael dulu. Meminta restu" ucap Clara.
"Orang tua Rafael ?" tanya Nathan bingung.
"Iya. Mereka kan sudah seperti orang tua kandung kak Nathan sendiri" jelas Clara.
"Jadi kita juga perlu meminta restu pada mereka" sambung Clara lagi.
"Hmm. Benar yang kau katakan. Nanti secepatnya kita akan datang menemui mereka" ucap Nathan menyetujui apa yang dikatakan Clara.
__ADS_1
*Bersambung*