
"Sayang, kau terlihat sangat senang sekali ? Apa begitu sangat bahagianya kau berkumpul bersama keluarga Rafael ?" tanya Nathan yang sedari tadi terus melihat raut wajah bahagia dari wajah Clara saat ini.
"Aku sangat senang sekali kak, sudah lama Clara tidak merasakan yang namanya kehangatan keluarga, di perhatikan oleh mama, papa dan juga kakak. Padahal Clara cuman anak angkat tapi meraka begitu sangat menyayangi dan mencintai Clara sebesar itu. Clara benar-benar sangat bersyukur sudah diberikan kesempatan seperti ini untuk merasakan kebahagiaan dari keluarga, dan ini semua berkat kak Nathan, Clara bisa mendapatkan keluarga yang begitu sangat menyayangi Clara. Terimakasih kak Nathan" ucap Clara dengan raut wajah yang masih terlihat sangat bahagia sekali, Nathan yang melihat hal itu juga semakin senang mendengarnya.
"Aku senang jika kau bahagia seperti ini sayang, aku juga bagian dari kebahagiaanmu juga kan sayang ?" tanya Nathan yang tau mau kalah dari keluarga Rafael yang membuat Clara sangat bahagia sekarang.
"Tentu saja kak Nathan juga adalah keluarga Clara yang akan mencintai, menyayangi dan menjaga Clara dan tentunya nantinya juga akan menjadi ayah dari anak-anak Clara dan kak Nathan" ucap Clara dengan santainya yang membuat Nathan terkejut dan menjadi gugup karena mendengar pernyataan Clara tentang Nathan yang akan menjadi ayah dari anak-anak mereka nanti. Nathan tidak menduga bahwa Clara akan mengatakan hal seperti itu padanya, Nathan jadi dibuat tersipu malu karenanya.
__ADS_1
"Kenapa kakak hanya diam saja. Apa perkataanku salah ? Apa kakak tak menyukainya ?" tanya Clara kebingungan.
"Aku hanya terkejut, karena tiba-tiba kau mengatakan hal seperti itu sayang. Maafkan aku jika itu membuatmu sedih" ucap Nathan menjelaskan kenapa dia jadi diam setelah mendengar ucapan Clara yang tadi ia katakan.
"Hahahaha tidak apa kak. Oh iya, kakak sudah memberikan undangan pernikahan kita ke teman-teman dan kenalan kakak ?" tanya Clara memastikan apakah Nathan sudah mengundang kenalannya atau belum, Clara penasaran akan hal itu. Karena Rafael bilang Nathan pasti akan mengundang semua temang-temannya untuk datang ke acara pernikahan.
"Syukurlah. Clara kirain kakak akan lupa nanti karena pekerjaan kakak sangat banyak sekali" ucap Clara dengan santainya.
__ADS_1
"Mana mungkin aku lupa sayang, ini kan pernikahanku dan dirimu" jawab Nathan tidak menduga bahwa Clara akan mengatakan padanya bahwa ia akan lupa tentang perencanaan pernikahan mereka karena sibuk bekerja. Mereka berdua menghabiskan waktu mereka dengan berbincang-bincang sampai menuju ke rumah untuk melepas kebosanan.
Sekembalinya dari pesta ulang tahun yang diselenggarakan rakan bisnis ayahnya, perasaan Sherly menjadi campur aduk. Sherly merasa terabaikan dan juga merasa kesal dengan keadaan yang terjadi pada hari itu. Teman yang ia kenal mengabaikannya bahkan seperti tidak mengenal dirinya, Sherly mengira bahwa Clara dan Luna masih menganggap dirinya sebagai teman mereka ternyata dia hanyalah sebatas kenalan bagi Clara dan juga Luna sekarang.
"Kenapa mereka sok tak mengenali aku seperti itu dan apa-apaan reaksi mereka yang tampak tak bersahabat seperti itu" ucap Sherly kesal dengan hal yang ia alami. Dia bahkan semakin kesal ketika mengingat Luna berpacaran dengan Rafael dan Clara yang akan menikah dengan Nathan sebentar lagi dan bahkan sekarang Clara bukan lagi gadis yang tidak memiliki apapun karena Clara sudah memiliki keluarga angkat bahkan keluarganya yang sekarang sangat kaya raya dan terhormat.
#Bersambung
__ADS_1