
"Sebenarnya Clara juga terfikirkan seperti hal yang kak Kenzo katakan. Clara takut hanya akan membawa dampak buruk bagi kak Nathan" ucap Clara yang sontak membuat Nathan terkejut dengan perkataannya. Nathan bahkan tak terfikirkan tentang hal itu. Ia hanya berfikir untuk kenyamanan Clara saja.
"Sayang, kau terfikirkan hal itu. Kenapa tidak memberitahu diriku. Aku tidak pernah peduli dengan hal yang dikatakan orang lain terhadap diriku. Jika ada hal yang kau rasa tak mengenakkan. Tolong katakan padaku, agar aku tau harus bersikap dan melakukan sesuatu" ucap Nathan ingin Clara memberitahunya segala sesuatu yang di fikirkan Clara terhadap dirinya. Segala kemungkinan yang mungkin akan terjadi tentunya sesuai dengan hal yang difikirkan oleh Clara. Karena Nathan tak ingin dianggap sebagai orang yang memaksakan kehendaknya sendiri tanpa memikirkan pendapat orang lain yang nantinya menyebabkan orang itu terluka.
"Kakak tidak perlu khawatir, kan itu baru anggapan saja. Belum hal yang benar terjadi, lain halnya nanti jika Clara menikah dengan kakak. Tentunya segala hal yang Clara fikirkan, Clara akan berusaha berterus terang dengan kakak. Agar dikemudian hari tidak terjadi kesalahpahaman yang berakhir percekcokan. Jadi Clara tengah berusaha menjadi sosok yang baik untuk menyeimbangi kak Nathan" jelas Clara dengan segala pemikiran positifnya terkait hubungannya kelak dengan Nathan di masa depan.
"Kau sungguh dewasa sekali Clara, Kau sudah memikirkan cukup jauh kedepannya" ucap Kenzo yang merasa terkesan dengan pola pikir Clara yang sudah dewasa sekali. Bahkan dirinya saja tak mungkin terfikirkan hal semacam itu. Kenzo berfikir, siapapun yang menjadi pasangan Clara kelak di masa depan pasti akan sangat bersyukur sekali, dan dia merasa sahabatnya Nathan beruntung memiliki Clara disisinya. Kenzo sangat senang sekali dengan kehadiran Clara dalam hidup Nathan. Nathan akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari yang sekarang.
__ADS_1
"Aku beruntung mendapatkanmu sayang. Aku berjanji akan selalu ada untuk dirimu" ucap Nathan bersungguh-sungguh dengan hal yang diucapkannya pada Clara.
Mereka bertiga pun asik membicarakan ini itu bahkan sekali-kali Kenzo mengucapkan lelucon-lelucon terkait Nathan ketika masa remajanya. Clara yang mendengar hal itu jadi sangat bersemangat mendengarkannya. Karena Clara ingin tahu banyak hal tentang Nathan.
"Apa yang tengah kalian bicarakan ?" tanya Rafael yang tiba-tiba datang dan diikuti oleh Naufan dibelakangnya yang tengah membawa buah apel yang sudah di potong dan di kupas di atas sebuah piring. Rafael dan Naufan pun duduk sembari berkumpul dengan Nathan, Clara dan Kenzo.
"Nathan, Clara. Buah apelnya aku ambil. Soalnya aku pengen ngemil" ucap Naufan minta izin dengan pemilik rumah karena mengambil dan memakan makanan mereka. Biasanya jika tidak ada Clara, teman-teman Nathan sesuka hati saja mengambil apapun yang ada di rumah ini. Tapi karena sekarang sudah ada Clara disini jadinya mereka harus bersikap lebih sopan dari biasanya, agar tak dipandang buruk oleh Clara karena sifat mereka yang tak karuan jika sudah berkumpul bersama.
__ADS_1
"Hahahah tidak apa kak. Makan saja" jawab Clara terkekeh dengan tingkah Naufan yang meminta izin padanya untuk memakan apel dengan meminta izin terlebih dahulu.
Mereka berkumpul cukup lama, ketika hari sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. Rafael, Naufan dan juga Kenzo pamit untuk pulang. Karena ini sudah waktunya untuk beristirahat dan mengingat ada Clara bersama mereka juga, tak baik jika Clara telat tidur karena ulah mereka.
Mereka tak ingin membawa dampak buruk bagi Clara. Karena itulah mereka memutuskan untuk pulang lebih cepat dari yang biasanya ketika berkunjung ke rumah Nathan jika bersama-sama.
#Bersambung
__ADS_1