
Hari ini Rafael akan mulai kembali bekerja diperusahaannya. Karena beberapa hari yang lalu, ia memilih rehat sejenak dari aktivitasnya.
"Hei, apakah kau sudah dengar kabarnya presdir akan kembali bekerja hari ini" ucap salah satu karyawan yang bekerja diperusahaan Rafael.
"Aku juga mendengar kabarnya" ucap karyawan lainnya.
"Aku tidak sabar menantikan kedatangan presdir" ucap salah satu karyawan perempuan.
"Aku juga" ucap karyawan perempuan lainnya.
Rafael sangat terkenal dilingkup perusahaannya. Wajahnya yang tampan mampu membuat sejumlah karyawan perempuan yang ada di perusahaannya menggila. Walaupun Rafael sangat menawan dan tampan, tapi sosoknya juga dikenal sebagai bos yang mengerikan. Rafael dan Nathan tak jauh berbeda jika berhubungan dengan pekerjaan. Mereka dikenal sebagai bos yang galak, dingin, dan sangat pemarah. Hampir seluruh karyawan diperusahaannya sangat takut jika berhadapan langsung dengan Rafael.
Lalu tiba-tiba Rafael pun sampai di perusahaannya. Seluruh karyawan yang melihat kedatangannya membungkukkan badan dan mengucapkan salam untuk presdirnya itu. Rafael hanya diam saja dan terus berjalan menuju lift yang dikhususkan untuk dirinya. Hari ini Rafael mengumpulkan seluruh staff atau karyawannya untuk mengetahui bagaimana keadaan perusahaan selama ia pergi. Karena hal itu banyak para karyawan sangat gugup dan juga takut disebabkan tempramen Rafael sangat keras jika ada saja kesalahan dalam laporan, dokumen-dokumen penting perusahaan dan proyek yang dikerjakan.
"Sudah lama aku tidak duduk disini" ucap Rafael yang tengah duduk dikursi kebesarannya diruangannya.
"Tuan rapat akan segera dimulai. Semua orang telah berkumpul dan menantikan kehadiran anda diruang rapat" ucap Jordan sekretaris Rafael melaporkan.
"Ok. Ayo kesana" ucap Rafael meninggalkan ruangannya dan langsung menuju ke ruang rapat.
Setelah rapat Rafael kembali keruangannya. Untung saja tidak ada masalah dalam rapat tadi. jadinya semuanya berjalan cukup lancar.
"Jordan, bawakan aku semua berkas-berkas dua tahun belakangan ini" ucap Rafael memerintah Jordan sekretarisnya.
"Baik tuan, akan saya siapkan" jawab Jordan bergegas menyiapkan semua berkas-berkas yang diminta Rafael.
Sambil menunggu Jordan menyiapkan berkas-berkas itu. Rafael mengambil ponselnya dan memainkannya lalu tiba-tiba ia melakukan panggilan telfon dengan seseorang.
__ADS_1
"Ada apa kau menelfonku ?" ucap seseorang yang dihubungi Rafael.
"Kapan kau akan kembali ?" tanya Rafael pada orang itu.
"Dalam waktu dekat ini" jawab orang itu.
"Apakah terjadi sesuatu ?" tanya orang itu menyelidik.
"Tidak ada. Hanya saja aku rindu masa-masa kita berkumpul bersama lagi" jawab Rafael sambil mengingat-ingat masa-masa indah dahulu.
"Apakah Kenzo akan kembali ke tanah air ?" tanya orang itu lagi.
Kenzo adalah salah satu sahabat Nathan dan juga Rafael. Mereka bersahabat berempat orang dan yang tengah berbicara dengan Rafael saat ini adalah Naufan. Saat ini Naufan tengah berada di Jepang untuk mengurusi cabang perusahaan milik keluarganya. Sekaligus menemani adiknya yang tinggal disana. Sedangkan Kenzo saat ini tengah menyelesaikan program doktornya disalah satu universitas ternama di Inggris.
"Kenzo memberitahu diriku akan kembali setelah kelulusannya nanti. Kira-kira 3 bulan lagi" jawab Rafael sambil mengingat-ingat apa yang dikatakan kenzo kepadanya.
"Dia tengah berbahagia saat ini" ucap Rafael.
"Berbahagia ? Apa maksudnya itu ?" tanya Naufan tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan atau dikatakan Rafael.
"Dia sudah memiliki kekasih sekarang" jawab Rafael yang membuat Naufan terkejut bukan main.
"Kekasih ? Sejak kapan ? Kenapa aku tidak tau apapun ?" tanya Naufan kepada Rafael. Ia tak menyangka Nathan akan memiliki kekasih Jika melihat dari sifatnya selama ini.
"Aku pun juga baru mengetahuinya kemarin" jelas Rafael.
"Siapa gadis itu ? Apakah kau mengenalnya ?" tanya Naufan lagi.
__ADS_1
"Aku hanya diberitahu namanya saja. Tidak tau bagaimana rupanya. Nathan tidak mau mengenalkannya padaku" jelas Rafael panjang lebar.
"Beritahu aku ?" ucap Naufan sangat ingin tau.
"Namanya Clara seorang mahasiswi" jawab Rafael memberitahu Naufan.
"Mahasiswi ?" tanya Naufan tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Begitulah" ucap Rafael singkat.
"Aku benar-benar tidak menyangka Nathan akan berpacaran dengan seorang mahasiswi" ucap Naufan masih tidak bisa mempercayainya.
"Jika kau ingin tau tanya saja langsung pada orangnya" ucap Rafael meminta Naufan menanyakan hal itu kepada Nathan.
"Aku akan menanyakannya nanti" jawab Naufan.
"Ok. Kalau begitu lanjutkan pekerjaanmu" ucap Rafael kepada Naufan.
"Kau juga" sambung Naufan dan panggilan telfon itu pun berakhir dan disaat bersamaan juga Jordan datang membawa tumpukan berkas-berkas yang diminta Rafael dan menaruhnya dimeja kerjanya.
"Apakah ini sudah semuanya ?" tanya Rafael.
"Ya tuan. Ini sudah semuanya" jawab Jordan.
"Kau boleh kembali ke tempatmu" ucap Rafael pada Jordan.
Jordan langsung membungkukkan badannya dan setelah itu bergegas kembali kemejanya. Karena masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakannya.
__ADS_1
*Bersambung*