
Rafael sudah seperti saudara kandung Nathan. Karena Rafael selalu ada disaat Nathan mebutuhkan seseorang untuk berada disisinya.
Karena Rafael juga seorang putra tunggal sama seperti Nathan. Dia juga harus mewarisi perusahaan yang dikelola orang tuanya. Karena ada suatu masalah dengan cabang perusahaan milik keluarganya yang ada di Amerika Serakat, Rafael terpaksa harus datang kesana. Kira-kira sudah dua tahun Rafael berada disana. Dan sekarang akhirnya ia kembali ke Indonesia karena masalah disana sudah selesai dan tak ada yang perlu dikhawatirkan lagi.
"Baiklah. Kau boleh keluar sekarang. Oh iya, hal yang aku minta kau kerjakan, tidak ada masalah bukan ?" tanya Nathan kepada Riyan
"Saya sudah mengirim beberapa orang kita untuk mengawasinya. Anda tidak perlu khawatie tuan" jawab Riyan
"Jangan sampai lengah. Pastikan segalanya baik-baik saja" ucap Nathan dengan nada penuh penekanan
"Baik tuan. Kalau begitu saya mohon undur diri" jawab Riyan sambil memberi hormat kepada Nathan
Hal yang dimintai Nathan kepada Riyan adalah untuk mengawasi dan menjaga Clara dari jauh. Nathan merasa khawatir dengan setiap hal yang dilakukan Clara. Mungkin inilah yang dinamakan buta karena cinta.
__ADS_1
#Rafael
Hari ini kepulanganku ke Indonesia. Sebenarnya aku ingin mengabari beberapa orang yang terdekat denganku. Bahkan orang tuaku tak kuberitahukan akan kepulanganku. Karena ingin memberikan kejutan kepada mereka. Akhirnya aku kembali juga ketanah air. Sudah lama rasanya aku meninggalkan rumah karena urusan pekerjaan. Sebaiknya aku pulang dulu kerumah baru mengabari yang lain atas kepulanganku kembali ke Indonesia.
Sesampainya dirumah aku langsung membuka pintu rumah. Aku sengaja memasuki rumah secara diam-diam karena ingin memberi kejutan kepada ayah dan ibuku. Dan ternyata saat ini mereka tengah berada diruang keluarga menonton televisi. Perusahaan yang ada di Indonesia saat ini tengah dikelola dan dikepalai oleh orang kepercayaan ayahku sampai aku kembali pulang ke tanah air.
"Mom, Dad. Aku pulang" Teriak Rafael ketika hampir sampai diruang keluarga tempat ayah dan ibunya berada saat ini
Teriakan Rafael membuat kedua orang tuanya terkejut dan langsung menoleh kearah sumber suara. Dan mereka langsung terkejut melihat siapa yanh datang.
Ibu Rafael menangis haru sambil memeluk Rafael dengan erat. Tangisnya tak henti. Betapa ibunya sangat merindukannya selama ini. Putra tunggalnya jauh darinya akhirnya pulang juga.
"Momy, aku sangat merindukanmu" Ucap Rafael sambil membalas pelukan ibunya
__ADS_1
"Apa kau hanya merindukan momymu saja Rafael ?" tanya ayah Rafael padanya karena merasa diabaikan oleh Rafael dan ibunya.
"hahahaha... tentu saja aku juga merindukanmu Dad" Ucap Rafael beralih memeluk ayahnya.
"Kenapa kau tak memberitahu kami, kau akan kembali" tanya Ayah Rafael
"Aku ingin memberi kejutan pada kalian berdua" jawab Rafael sambil cengengesan
Ayah dan ibunya hanya bisa geleng-geleng kepala karena sikap anaknya yang satu ini
"Kau pasti lelah baru saja kembali sayang. Beristirahatlah dikamarmu. Momy akan menyiapkan makanan kesukaan mu nanti" Ucap ibu Rafael lembut
"Oke Mom. Aku kekamar dulu" jawab Rafael sambil mengambil kopernya dan menuju kamarnya yang ada dilantai dua.
__ADS_1
Sesampainya dikamar, Rafael langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur. Perjalanan yang cukup panjang dan lama membuatnya lelah. Rafael berencana untuk tidur, tapi sebelum itu ia ingin mandi terlebih dahulu. Agar badannya terasa lebih segar.
*Bersambung*